3 Bocah Bekasi Tewas Tenggelam di Proyek Tol Japek, Polisi Bongkar Fakta di Baliknya

Kamis, 6 November 2025 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tenggelam Tewas. (Net)

Ilustrasi, Tenggelam Tewas. (Net)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID — Pengawasan orangtua terhadap anak yang sedang bermain wajib dilakukan. Apalagi bermain dekat galian proyek tentu sangat membahayakan anak.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Bekasi. Tiga bocah laki-laki ditemukan tewas tenggelam di lubang galian proyek Tol Jakarta–Cikampek (Japek) di Kecamatan Setu, Selasa sore (4/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiganya diketahui bernama RD (7), CBT (8), dan RF (7). Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, saat empat anak bermain di area proyek yang sedang dikerjakan.

Namun hanya tiga yang nekat berenang di genangan air, sedangkan satu anak lainnya memilih menepi dan menyaksikan teman-temannya tenggelam tak berdaya.

Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah membenarkan insiden mengenaskan tersebut. Ia menjelaskan, lubang galian sedalam 1,8 meter menjadi perangkap maut bagi ketiga korban.

“Lubang itu tampak dangkal di tepi, karena air di sekitarnya hanya 50 sentimeter. Tapi di tengah ternyata dalam sekali. Ketiga anak itu tak bisa berenang dan langsung tenggelam,” ujar AKP Usep dalam keterangannya, Kamis (6/11/2025).

Baca Juga :  Kronologi Pesepeda Tewas Tabrak Bus Listrik TransJakarta di Sudirman, Korban Pejabat SKK Migas

Menurut Usep, lubang tersebut merupakan bagian dari pengerjaan proyek infrastruktur Tol Jakarta–Cikampek yang sedang dalam tahap menggalian tanah. Namun karena curah hujan tinggi selama dua hari terakhir, galian itu berubah menjadi kolam berair keruh yang mengundang rasa penasaran anak-anak.

“Proses galian sudah dimulai sejak Sabtu. Hujan deras membuat lubang terisi air hingga kedalaman hampir dua meter,” tambahnya.

Ironisnya, meski lokasi proyek sudah dipasangi tanda larangan masuk, posisi papan peringatan itu ternyata tidak berada di titik bahaya utama.

“Ada himbauan agar warga tidak mendekat ke area proyek. Tapi papan peringatan itu dipasang sekitar 50 hingga 100 meter dari lokasi kejadian, bukan tepat di tepi lubang,” ungkap Usep.

Ketiga Bocah Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa

Begitu korban tenggelam, warga sekitar yang mendengar teriakan anak yang selamat langsung berlari ke lokasi. Namun sayang, ketika tubuh ketiga bocah itu ditemukan, mereka sudah tidak bernyawa.

Tim gabungan dari Polsek Setu, BPBD Kabupaten Bekasi, dan petugas proyek segera mengevakuasi jasad korban ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Warga Bekasi Temukan Diduga Kerangka Bayi Terkubur di Bawah Timbunan Asbes

Polisi kini memeriksa enam saksi, termasuk anak yang selamat, guna memastikan kronologi dan kemungkinan adanya unsur kelalaian pihak proyek.

“Kami sudah meminta keterangan enam saksi, termasuk anak yang masih hidup. Keterangan itu penting untuk mengungkap apakah ada unsur kelalaian dari pengawas proyek,” tegas Kapolsek Setu.

Sementara itu, pihak keluarga korban histeris saat jenazah dibawa ke rumah duka. Warga sekitar menuntut agar pengelola proyek lebih memperhatikan keselamatan lingkungan dan menempatkan rambu-rambu larangan di lokasi berisiko tinggi.

“Kami minta ke depan proyek jangan asal gali, apalagi di dekat pemukiman. Anak-anak sering main di situ, seharusnya dijaga,” ujar seorang warga Setu yang menyaksikan evakuasi korban.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi seluruh kontraktor proyek besar di wilayah Bekasi dan Jabodetabek agar memperketat pengawasan area kerja, terutama di lokasi yang rawan diakses anak-anak. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Bongkar 219 Kasus Karhutla, 162 Orang Jadi Tersangka
Dugaan Pungli Rp10 Ribu di Kalijodo Viral, Pramono Minta Renovasi Total
Polisi Bongkar 4 Kasus Obat Ilegal di Jakut, 4.255 Butir Disita
Kedok Toko Kosmetik Terbongkar, Polisi Temukan Ratusan Obat Keras di Kembangan
Patroli Siber Bongkar Bisnis Foto 6 WN China di Tangerang, Ini Modusnya
Tanah Bergerak Mengintai 9 Kecamatan Jakarta, Kenali Tanda-tandanya
Cuaca Jabodetabek Kamis, Hujan Ringan Mengintai Bekasi dan Bogor
Pasutri Curanmor Bawa Balita untuk Pancing Iba, 9 Motor Diamankan

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:07 WIB

Bareskrim Bongkar 219 Kasus Karhutla, 162 Orang Jadi Tersangka

Kamis, 17 September 2026 - 13:55 WIB

Polisi Bongkar 4 Kasus Obat Ilegal di Jakut, 4.255 Butir Disita

Kamis, 17 September 2026 - 13:15 WIB

Kedok Toko Kosmetik Terbongkar, Polisi Temukan Ratusan Obat Keras di Kembangan

Kamis, 17 September 2026 - 11:40 WIB

Patroli Siber Bongkar Bisnis Foto 6 WN China di Tangerang, Ini Modusnya

Kamis, 17 September 2026 - 08:28 WIB

Tanah Bergerak Mengintai 9 Kecamatan Jakarta, Kenali Tanda-tandanya

Berita Terbaru

MediaTek meluncurkan cip Dimensity 9600 Pro 2nm pertama di dunia. Simak spesifikasi lengkap CPU, dukungan LPDDR6, UFS 5.0. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

MediaTek Resmi Luncurkan Cip Flagship Dimensity 9600 Pro

Kamis, 17 Sep 2026 - 17:45 WIB

Apple, Beats, iPhone, Gaming Controller, iOS, Tech News, Hardware, Mobile Gaming. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Apple Disiapkan Luncurkan Dua Controller Gaming Beats

Kamis, 17 Sep 2026 - 16:30 WIB

MediaTek meluncurkan cip Dimensity 9600M untuk flagship terjangkau. Simak spesifikasi lengkap, fitur AI Gemini Nano 4, dan peningkatan sistemnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

MediaTek Resmi Luncurkan Cip Dimensity 9600M

Kamis, 17 Sep 2026 - 15:22 WIB