JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Suasana salat Jumat di SMA Negeri 72 Jakarta mendadak mencekam. Para jamaah berhamburan keluar masjid dan terdengar suara teriakan histeris.
Dua ledakan mengguncang sekolah yang berada di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.15 WIB, menimbulkan kepanikan dan melukai 8 jamaah, tiga di antaranya luka berat.
Pihak kepolisian terus mendalami insiden ini. Di lokasi, aparat menemukan bom rakitan berukuran kecil yang belum meledak, masih menempel sumbu dan dilengkapi remot pengendali.
Selain itu, senjata airsoft gun laras panjang, pistol revolver, dan sarung tempat bahan peledak juga tergeletak di dekat tempat sampah.
Menariknya, pada senjata laras panjang terdapat tulisan berwarna putih berbahasa Inggris:
“Brenton Tarrant WELCOME TO HELL, 14 Words For Agartha, Luca Trasa Alexandre Bissonnciic, Natural Selection, dll. Temuan ini menimbulkan dugaan aksi teror yang sengaja menunjukkan eksistensi pelaku kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Ledakan
Menurut keterangan Budi Laksono, guru Matematika yang menjadi saksi utama, ledakan pertama terjadi saat khotbah Jumat berlangsung di musholla sekolah. Tidak berselang lama, ledakan kedua terdengar di pintu belakang SMAN 72 Jakarta, memicu kepanikan massal dan asap tebal di lokasi.
“Saat khotbah berlangsung, tiba-tiba terdengar ledakan keras dari belakang aula. Semua jamaah langsung panik,” ujar Budi Laksono.
Semua korban luka segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Sebagian menderita luka ringan hingga sedang, sementara tiga korban mengalami luka berat. Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa.
Pihak kepolisian sektor setempat bersama tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) langsung melakukan sterilisasi area, olah TKP, dan pengamanan ketat. Aktivitas belajar-mengajar di sekolah sementara dihentikan hingga situasi aman.
Informasi awal menyebut, sumber ledakan berasal dari benda yang belum teridentifikasi di area belakang aula. Namun, adanya bom rakitan, senjata airsoft gun, dan revolver menimbulkan indikasi tindak kejahatan serius yang masih didalami aparat.
Situasi pasca-ledakan tetap kondusif, meski menimbulkan keresahan di kalangan siswa, guru, dan warga sekitar. Yonmarhanlan III telah mengamankan TKP, mengumpulkan keterangan saksi, melaporkan ke Komando Atas, dan berkoordinasi dengan aparat kewilayahan untuk pemantauan lebih lanjut.
Sementara itu, Polres Jakarta Utara bersama Kodim setempat terus menindaklanjuti penyelidikan teknis untuk memastikan sumber ledakan dan motif di balik insiden ini.
Ledakan di SMAN 72 Jakarta menjadi peringatan serius bagi keamanan sekolah dan masyarakat, terutama karena terjadi saat ibadah Jumat sedang berlangsung, menambah daftar insiden mengejutkan di Jakarta Timur. (red)





















