Video Viral Tampilkan Pria Menyerah Ditembak Mati, PBB dan PA Murka

Senin, 1 Desember 2025 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tangan terangkat, nyawa melayang. Video viral di Jenin picu kemarahan global. Israel klaim prosedur keamanan, PBB sebut kejahatan perang yang nyata. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Tangan terangkat, nyawa melayang. Video viral di Jenin picu kemarahan global. Israel klaim prosedur keamanan, PBB sebut kejahatan perang yang nyata. Dok: Istimewa.

JENIN, POSNEWS.CO.ID – Sebuah rekaman video amatir mengguncang dunia maya dan memicu kemarahan global. Video tersebut merekam detik-detik mengerikan di kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki, Kamis (28/11/2025).

Dua orang pria terlihat keluar dari sebuah gedung yang terkepung. Mereka mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi di atas kepala sebagai tanda menyerah. Pasukan Israel bersenjata lengkap tampak mengelilingi mereka.

Sesaat kemudian, video berpindah ke adegan lain yang memilukan. Kedua pria itu tergeletak tak bernyawa di depan pintu masuk. Suara rentetan tembakan terdengar jelas sebelum tubuh mereka jatuh ke tanah.

Otoritas Palestina (PA) langsung bereaksi keras. Secara tegas, mereka menyebut insiden itu sebagai “kejahatan perang sepenuhnya” dan “eksekusi lapangan”.

Identitas Korban dan Klaim PIJ

Pihak berwenang mengidentifikasi kedua korban sebagai Al-Muntasir Mahmoud Qassem Abdullah (26) dan Youssef Ali Youssef Asasa (37).

Kelompok Jihad Islam Palestina (PIJ) mengakui bahwa kedua pria tersebut adalah pejuang mereka. Namun, PIJ menegaskan satu fakta penting. Kedua anggotanya itu telah kehabisan amunisi setelah baku tembak sengit.

Baca Juga :  Visi Pertahanan Keir Starmer: Eropa adalah Raksasa Tidur

Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk menyerah saat terkepung. “Mereka dibunuh dalam eksekusi lapangan setelah pengepungan,” tulis pernyataan resmi PIJ.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalih Israel: Menolak Lepas Pakaian

Di sisi lain, militer Israel (IDF) dan Polisi Perbatasan memberikan pembelaan diri. Mereka mengklaim kedua pria tersebut adalah tersangka teroris yang melemparkan bahan peledak ke arah pasukan keamanan.

Sharon Nahari, pengacara tiga personel Polisi Perbatasan yang terlibat, memberikan alibi. Menurutnya, kliennya merasa nyawa mereka terancam.

Pasukan Israel telah memerintahkan tersangka untuk melepas pakaian guna memastikan tidak ada rompi bom bunuh diri. Sayangnya, tersangka tidak mematuhi perintah tersebut.

“Penembakan itu dilakukan semata-mata untuk melumpuhkan mereka, bukan dengan niat membunuh,” dalih Nahari.

Baca Juga :  Indra Sjafri Pimpin Garuda Muda U-23, 32 Pemain Dipanggil TC SEA Games 2025

Ben Gvir Membela, PBB Mengecam

Insiden ini membelah opini publik dan pejabat Israel. Menteri Keamanan Nasional Israel yang berhaluan kanan-jauh, Itamar Ben Gvir, justru memberikan dukungan penuh kepada pasukannya.

Ia bahkan mempromosikan komandan unit tersebut. Bahkan, Ben Gvir mengkritik prosedur interogasi terhadap tentara yang menembak musuh. “Pola pikir ini harus berhenti,” tegasnya dalam video media sosial.

Sebaliknya, Kantor Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) menyatakan keterkejutan mendalam. Juru bicara Jeremy Laurence menyebut insiden ini sebagai “pembunuhan yang berani” (brazen killing).

“Kantor kami memverifikasi bahwa pasukan Israel dan pemukim telah membunuh 1.030 warga Palestina di Tepi Barat sejak Oktober 2023,” ungkap Laurence.

Kini, IDF berjanji akan meninjau insiden tersebut dan melimpahkannya ke otoritas terkait. Namun, bagi keluarga korban, video viral itu sudah cukup menjadi bukti kebrutalan yang terjadi di depan mata dunia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: CNN

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut
KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
Trump Tegaskan Tak Butuh Bantuan China Akhiri Perang Iran
ART di Bekasi Curi Emas Majikan 50 Gram, Uangnya Diduga untuk ‘Pengganda Uang Gaib’
Mendag Pastikan Harga Sembako Stabil, MinyaKita di Jawa-Sumatra Sesuai HET Rp15.700 per Liter
Prabowo: 10 Ribu Puskesmas Tak Pernah Diperbaiki 30 Tahun, Dana Sitaan Koruptor Dipakai Renovasi
Polisi Gerebek 2 Apartemen, 37 Cartridge Vape Etomidate Disita dari Sindikat WNA China

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:20 WIB

Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:08 WIB

KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:51 WIB

BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:31 WIB

Trump Tegaskan Tak Butuh Bantuan China Akhiri Perang Iran

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:30 WIB

ART di Bekasi Curi Emas Majikan 50 Gram, Uangnya Diduga untuk ‘Pengganda Uang Gaib’

Berita Terbaru

Diplomasi penuh percaya diri. Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat mampu memenangkan perang melawan Iran secara mandiri saat harga minyak mentah Brent melonjak melampaui USD 107 per barel akibat blokade Selat Hormuz. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

INTERNASIONAL

Trump Tegaskan Tak Butuh Bantuan China Akhiri Perang Iran

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:31 WIB