El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertumbuhan ekspor minyak sawit Indonesia melambat pada semester I 2026 karena pemerintah meningkatkan alokasi pasokan domestik untuk program biodiesel B50. Dok: Istimewa.

Pertumbuhan ekspor minyak sawit Indonesia melambat pada semester I 2026 karena pemerintah meningkatkan alokasi pasokan domestik untuk program biodiesel B50. Dok: Istimewa.

KUALA LUMPUR, POSNEWS.CO.ID – Lembaga analisis keuangan memproyeksikan kenaikan harga minyak sawit mentah global.

Ancaman Badai El Nino Kuat bagi Produksi

Pakar cuaca internasional mendeteksi potensi kedatangan fenomena El Nino ekstrem.

Lembaga NOAA dan Biro Meteorologi Australia mengonfirmasi temuan penting tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka mencatat peluang 97 persen kemunculan El Nino pada akhir tahun.

Ancaman kekeringan ini berpotensi memangkas hasil tandan buah segar.

Baca Juga :  Tanpa Afrika, Dunia Tak Bisa Modern: Wang Yi Tutup Tur

Bahkan, produksi TBS dapat merosot hingga 14 persen pada tahun pertama.

MPOB memproyeksikan penurunan produksi Malaysia sebesar 4 persen pada kuartal keempat.

Wilayah Negeri Sembilan, Johor, Pahang, dan Sabah menghadapi dampak terparah.

Dampak Kebijakan Mandat B50 Indonesia

Di sisi lain, kebijakan pemerintah Indonesia memperketat pasokan CPO dunia.

Pemerintah Indonesia memberlakukan program mandatori B50 sejak bulan Juli lalu.

Kebijakan B50 menyerap 18 juta ton CPO per tahun.

Volume konsumsi ini menyedot 35 persen total produksi nasional Indonesia.

Oleh karena itu, ketersediaan CPO di pasar ekspor merosot drastis.

Baca Juga :  Ekonomi Gig 2026: Kebebasan Bekerja atau Kerentanan Tanpa Jaminan Sosial?

Langkah strategis ini memberikan fondasi harga yang sangat kuat.

Proyeksi Harga CPO dan Rekomendasi Saham

MPOB memproyeksikan harga CPO bertahan pada RM 4.300 hingga RM 4.500 per ton.

Harga komoditas ini tidak akan menembus batas bawah RM 4.000 per ton.

Selanjutnya, RHB Research memprediksi lonjakan harga kedua pada tahun 2027.

RHB Research merekomendasikan bobot overweight untuk saham sektor perkebunan.

Analis menjagokan saham SD Guthrie, Johor Plantations, dan IOI Corp.

Namun, perubahan harga minyak mentah tetap menyimpan risiko penurunan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati
Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali
Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan
Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Berita Terbaru