KUALA LUMPUR, POSNEWS.CO.ID – Lembaga analisis keuangan memproyeksikan kenaikan harga minyak sawit mentah global.
Ancaman Badai El Nino Kuat bagi Produksi
Pakar cuaca internasional mendeteksi potensi kedatangan fenomena El Nino ekstrem.
Lembaga NOAA dan Biro Meteorologi Australia mengonfirmasi temuan penting tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka mencatat peluang 97 persen kemunculan El Nino pada akhir tahun.
Ancaman kekeringan ini berpotensi memangkas hasil tandan buah segar.
Bahkan, produksi TBS dapat merosot hingga 14 persen pada tahun pertama.
MPOB memproyeksikan penurunan produksi Malaysia sebesar 4 persen pada kuartal keempat.
Wilayah Negeri Sembilan, Johor, Pahang, dan Sabah menghadapi dampak terparah.
Dampak Kebijakan Mandat B50 Indonesia
Di sisi lain, kebijakan pemerintah Indonesia memperketat pasokan CPO dunia.
Pemerintah Indonesia memberlakukan program mandatori B50 sejak bulan Juli lalu.
Kebijakan B50 menyerap 18 juta ton CPO per tahun.
Volume konsumsi ini menyedot 35 persen total produksi nasional Indonesia.
Oleh karena itu, ketersediaan CPO di pasar ekspor merosot drastis.
Langkah strategis ini memberikan fondasi harga yang sangat kuat.
Proyeksi Harga CPO dan Rekomendasi Saham
MPOB memproyeksikan harga CPO bertahan pada RM 4.300 hingga RM 4.500 per ton.
Harga komoditas ini tidak akan menembus batas bawah RM 4.000 per ton.
Selanjutnya, RHB Research memprediksi lonjakan harga kedua pada tahun 2027.
RHB Research merekomendasikan bobot overweight untuk saham sektor perkebunan.
Analis menjagokan saham SD Guthrie, Johor Plantations, dan IOI Corp.
Namun, perubahan harga minyak mentah tetap menyimpan risiko penurunan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













