Viral Pelajar Bawa Sajam di PIK, Tawuran Makin Brutal dan Pengawasan Dipertanyakan

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gerombolan pelajar membawa senjata tajam di kawasan PIK Penjaringan, Jakarta Utara, saat video aksinya viral di media sosial. (Posnews/Instagram)

Gerombolan pelajar membawa senjata tajam di kawasan PIK Penjaringan, Jakarta Utara, saat video aksinya viral di media sosial. (Posnews/Instagram)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi sekelompok pelajar yang membawa senjata tajam (sajam) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, memicu kemarahan publik setelah videonya viral di media sosial.

Peristiwa ini kembali memperlihatkan betapa mudahnya pelajar membawa senjata tajam di ruang publik, sementara pengawasan dari orang tua, sekolah, dan lingkungan tampak belum mampu mencegahnya.

Dalam video yang beredar, lalu lintas di kawasan PIK terlihat padat. Di tengah antrean kendaraan, sekelompok pelajar melintas menggunakan sepeda motor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang pelajar turun sambil membawa senjata tajam berukuran besar, kemudian berlari menjauh dari kerumunan.

Tak lama kemudian, rombongan lain menyusul. Beberapa pelajar bahkan mengangkat sepeda motor mereka untuk menerobos jalur berlawanan, sehingga situasi di lokasi semakin semrawut dan membahayakan pengguna jalan.

Baca Juga :  Kasus Sutrimo Naik ke Penyidikan, Ekshumasi Digelar 12 Agustus Polda Metro

Polisi Bergerak Setelah Video Viral

Setelah video tersebut menyebar luas, Unit Reskrim Polsek Metro Penjaringan bersama Tim Resmob Polsek Metro Penjaringan mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara Ipda Maryati Jonggi membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan polisi telah melakukan pengecekan di lokasi.

“Tim sudah melakukan cek tempat kejadian perkara dan benar adanya kejadian tersebut. Saat ini tim opsnal masih melakukan penyelidikan dengan mengecek rekaman CCTV guna mencari identitas para pelajar tersebut,” kata Maryati, Rabu (29/7/2026).

CCTV Jadi Kunci Penyelidikan

Polisi telah melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan rekaman CCTV dari beberapa titik di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Kecanduan Judi Online, Karyawan Baru Konveksi di Tambora Gasak Bahan Produksi

“Langkah yang sudah dilakukan antara lain cek TKP, menginterogasi saksi, dan mencari rekaman CCTV,” ujar Maryati.

Hingga kini, identitas para pelaku masih dalam penyelidikan dan belum ada pihak yang diamankan.

“Benar, pelakunya masih dalam lidik,” tegas Maryati.

Alarm Darurat Kekerasan Pelajar

Kemunculan pelajar yang membawa sajam di kawasan PIK menambah daftar panjang kasus kekerasan remaja dan tawuran pelajar di Jakarta.

Dalam beberapa bulan terakhir, polisi berulang kali mengamankan pelajar yang membawa celurit, parang, dan senjata tajam rakitan.

Aksi ini kian sering terjadi di jalan raya dan permukiman, sehingga menunjukkan lemahnya pengawasan dan penegakan hukum.

Karena itu, penindakan terhadap pelaku harus dibarengi langkah pencegahan yang lebih serius.

Patroli di titik rawan dan pengawasan senjata tajam harus diperketat agar aksi serupa tidak terulang. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang
Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap
Tawuran di Duren Sawit Digagalkan, 6 Pemuda dan 4 Sajam Disita Polisi
3 Tersangka Pengeroyokan Bambang Setiawan Ditangkap di Bogor
Abah Setu Minta Maaf soal Dugaan Penghinaan Nabi, Polisi Tetap Usut
Bareskrim Tangkap Erick Soedjasa, Buronan Kasus Rp37,4 Miliar
Salat Ashar Jadi Celah, Caca Diduga Curi Uang Belasan Juta di Jaktim
4 Remaja Diciduk Brimob di Tanjung Priok, 13 Klip Diduga Ganja Disita

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 13:12 WIB

Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang

Sabtu, 12 September 2026 - 16:01 WIB

Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap

Sabtu, 12 September 2026 - 13:54 WIB

Tawuran di Duren Sawit Digagalkan, 6 Pemuda dan 4 Sajam Disita Polisi

Sabtu, 12 September 2026 - 13:44 WIB

3 Tersangka Pengeroyokan Bambang Setiawan Ditangkap di Bogor

Jumat, 11 September 2026 - 21:05 WIB

Abah Setu Minta Maaf soal Dugaan Penghinaan Nabi, Polisi Tetap Usut

Berita Terbaru

 Kelangkaan komponen optical drive mengancam ketersediaan disc drive eksternal pada konsol masa depan Sony dan Microsoft. Simak dampak krisis pasokan media fisik ini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kelangkaan Komponen Optical Drive Ancam Masa Depan

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:30 WIB

Peluncuran konsol retro NEOGEO AES+ ditunda hingga September 2027. Keterbatasan komponen dan tingginya pemesanan awal menjadi alasan utama penundaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Minggu, 13 Sep 2026 - 13:30 WIB

Ilustrasi, penganiayaan.(Posnews/Ist)

HUKRIM

Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang

Minggu, 13 Sep 2026 - 13:12 WIB

Nintendo merilis pembaruan firmware 23.0.0 untuk Switch 2. Update ini mengaktifkan fitur VRR mode docked dan mempersiapkan rilis Zelda Ocarina of Time Remake. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Nintendo Switch 2 Resmi Dapatkan Fitur VRR di Mode Docked

Minggu, 13 Sep 2026 - 12:36 WIB