JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi sekelompok pelajar yang membawa senjata tajam (sajam) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, memicu kemarahan publik setelah videonya viral di media sosial.
Peristiwa ini kembali memperlihatkan betapa mudahnya pelajar membawa senjata tajam di ruang publik, sementara pengawasan dari orang tua, sekolah, dan lingkungan tampak belum mampu mencegahnya.
Dalam video yang beredar, lalu lintas di kawasan PIK terlihat padat. Di tengah antrean kendaraan, sekelompok pelajar melintas menggunakan sepeda motor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang pelajar turun sambil membawa senjata tajam berukuran besar, kemudian berlari menjauh dari kerumunan.
Tak lama kemudian, rombongan lain menyusul. Beberapa pelajar bahkan mengangkat sepeda motor mereka untuk menerobos jalur berlawanan, sehingga situasi di lokasi semakin semrawut dan membahayakan pengguna jalan.
Polisi Bergerak Setelah Video Viral
Setelah video tersebut menyebar luas, Unit Reskrim Polsek Metro Penjaringan bersama Tim Resmob Polsek Metro Penjaringan mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara Ipda Maryati Jonggi membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan polisi telah melakukan pengecekan di lokasi.
“Tim sudah melakukan cek tempat kejadian perkara dan benar adanya kejadian tersebut. Saat ini tim opsnal masih melakukan penyelidikan dengan mengecek rekaman CCTV guna mencari identitas para pelajar tersebut,” kata Maryati, Rabu (29/7/2026).
CCTV Jadi Kunci Penyelidikan
Polisi telah melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan rekaman CCTV dari beberapa titik di sekitar lokasi.
“Langkah yang sudah dilakukan antara lain cek TKP, menginterogasi saksi, dan mencari rekaman CCTV,” ujar Maryati.
Hingga kini, identitas para pelaku masih dalam penyelidikan dan belum ada pihak yang diamankan.
“Benar, pelakunya masih dalam lidik,” tegas Maryati.
Alarm Darurat Kekerasan Pelajar
Kemunculan pelajar yang membawa sajam di kawasan PIK menambah daftar panjang kasus kekerasan remaja dan tawuran pelajar di Jakarta.
Dalam beberapa bulan terakhir, polisi berulang kali mengamankan pelajar yang membawa celurit, parang, dan senjata tajam rakitan.
Aksi ini kian sering terjadi di jalan raya dan permukiman, sehingga menunjukkan lemahnya pengawasan dan penegakan hukum.
Karena itu, penindakan terhadap pelaku harus dibarengi langkah pencegahan yang lebih serius.
Patroli di titik rawan dan pengawasan senjata tajam harus diperketat agar aksi serupa tidak terulang. **
Editor : Hadwan













