KUALA LUMPUR, POSNEWS.CO.ID – Satu dekade telah berlalu, namun misteri terbesar dalam sejarah penerbangan modern belum juga terpecahkan. Kini, secercah harapan baru muncul bagi keluarga korban Malaysia Airlines MH370.
Kementerian Transportasi Malaysia membawa kabar mengejutkan pada Rabu (03/12/2025). Mereka mengonfirmasi bahwa operasi pencarian pesawat nahas tersebut akan resmi bergulir kembali mulai 30 Desember mendatang.
Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk memberikan kepastian. Pasalnya, hilangnya pesawat Boeing 777-200 tersebut telah menyisakan luka mendalam dan tanda tanya besar bagi dunia internasional selama lebih dari 11 tahun.
Robot Bawah Laut dan Kontrak Unik
Pemerintah Malaysia tidak bekerja sendirian. Mereka menggandeng perusahaan robotik asal Amerika Serikat, Ocean Infinity. Rencananya, perusahaan ini akan mengerahkan teknologi canggih untuk menyisir dasar Samudra Hindia.
Operasi ini akan berlangsung secara berkala selama 55 hari. Menariknya, kerja sama ini menggunakan skema kontrak “no-find, no-fee”.
Artinya, pemerintah Malaysia hanya akan membayar Ocean Infinity jika mereka berhasil menemukan bangkai pesawat. Jika berhasil, perusahaan tersebut berhak membawa pulang bayaran fantastis senilai $70 juta (sekitar Rp1,1 triliun).
Fokus pencarian akan menyasar area-area prioritas. Menurut analisis para ahli, lokasi tersebut memiliki probabilitas tertinggi sebagai tempat peristirahatan terakhir MH370.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Harapan Keluarga Korban
Kabar ini langsung mendapat sambutan emosional dari keluarga penumpang. Danica Weeks, istri dari penumpang bernama Paul, mengungkapkan rasa leganya.
“Kami tidak pernah berhenti berharap akan adanya jawaban,” ujar Danica. Baginya, keputusan pemerintah Malaysia untuk melanjutkan pencarian memberikan rasa nyaman tersendiri.
Ia sangat berharap fase baru ini bisa memberikan kejelasan dan kedamaian yang selama ini mereka rindukan. “Saya harap ini memberi kejelasan bagi kami dan orang-orang terkasih yang hilang sejak 8 Maret 2014,” tambahnya.
Kilas Balik Tragedi
Tragedi MH370 bermula saat pesawat lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Namun, burung besi yang membawa 239 orang itu tiba-tiba menyimpang dari jalur dan lenyap dari radar militer.
Berbagai teori konspirasi bermunculan. Mulai dari kegagalan mekanis hingga dugaan aksi bunuh diri pilot. Faktanya, investigasi resmi Malaysia pada 2018 menyimpulkan bahwa pesawat diputar balik secara manual, bukan oleh autopilot.
Sayangnya, pencarian besar-besaran sebelumnya selalu menemui jalan buntu. Tim Australia sempat menyisir 120.000 km persegi samudra tanpa hasil. Hanya beberapa potong puing yang terdampar di pantai Afrika menjadi saksi bisu tragedi ini.
Pada akhirnya, operasi 30 Desember nanti menjadi pertaruhan besar. Dunia menanti apakah teknologi robotik modern mampu mengungkap rahasia kelam yang terkubur di kedalaman samudra.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















