WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Donald Trump selama ini gemar mengejek pendahulunya, Joe Biden, dengan julukan “Sleepy Joe”. Namun, ironi besar justru terjadi di Gedung Putih pada Selasa (02/12/2025).
Sang Presiden yang kini berusia 79 tahun itu tampak berjuang keras menahan kantuk di depan kamera. Berulang kali, mata Trump terlihat tertutup rapat saat para menteri kabinetnya berbicara.
Momen canggung ini terjadi saat tim utamanya sedang bergantian memuji kepemimpinannya. Seketika, insiden ini memicu kembali perdebatan sengit mengenai kondisi kesehatan presiden tertua yang pernah terpilih dalam sejarah Amerika Serikat tersebut.
Gedung Putih: “Beliau Menyimak dengan Seksama”
Spekulasi liar langsung menyebar di media sosial. Merespons hal itu, Gedung Putih mengeluarkan bantahan yang sangat tegas.
Sekretaris Pers Karoline Leavitt menolak anggapan bahwa bosnya sedang tidur siang. “Presiden Trump mendengarkan dengan penuh perhatian dan menjalankan seluruh rapat kabinet maraton selama tiga jam,” ujar Leavitt dalam pernyataannya, Rabu.
Leavitt justru menyoroti momen di akhir rapat. Menurutnya, Trump memberikan jawaban yang “luar biasa” dan epik saat membahas isu imigran Somalia. Hal itu, klaim Leavitt, menjadi bukti ketajaman pikiran sang presiden.
Mata Terpejam Saat Rubio Bicara
Meskipun ada bantahan resmi, rekaman video menunjukkan cerita berbeda. Trump terlihat memejamkan mata selama beberapa detik pada satu waktu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, ia tampak melakukannya tepat saat Menteri Luar Negeri Marco Rubio berbicara di sebelahnya. Padahal, Rubio sedang memuji Trump sebagai “satu-satunya pemimpin di dunia” yang bisa mengakhiri perang Ukraina.
Kejadian serupa sebenarnya bukan yang pertama kali. Bulan lalu, Trump juga tampak menutup mata dalam sebuah acara di Ruang Oval. Akibatnya, fokus publik terhadap stamina fisik Trump semakin tajam menjelang ulang tahunnya yang ke-80 pada Juni nanti.
“Saya Lebih Tajam dari 25 Tahun Lalu”
Sebelum rapat dimulai, Trump sempat menepis keraguan wartawan dengan gaya khasnya. Ia menyebut pertanyaan soal kesehatannya sebagai hal gila.
“Saya akan memberi tahu kalian jika ada yang salah,” tantang Trump. Bahkan, ia mengklaim dirinya lulus tes kesehatan kognitif dengan nilai sempurna. “Saat ini saya pikir saya lebih tajam daripada saya 25 tahun lalu,” tambahnya percaya diri.
Namun, laporan media berkata lain. New York Times baru-baru ini menyoroti bahwa Trump telah mengurangi jadwal acara publik dan perjalanan domestiknya secara drastis dibandingkan masa jabatan pertamanya.
Sindiran “Sleepy Joe” Berbalik Arah
Tentu saja, momen ini menjadi santapan empuk bagi para kritikus. Pembawa acara talkshow Jimmy Kimmel langsung menayangkan rekaman tersebut di stasiun TV nasional.
“Katakan lagi pada kami siapa yang ‘Sleepy Joe’, ya?” sindir Kimmel tajam.
Di sisi lain, aktivitas media sosial Trump juga menjadi sorotan. Akun Truth Social miliknya memposting lebih dari 160 pesan antara Senin malam dan Selasa pagi. Lantas, netizen bertanya-tanya apakah “banjir postingan” larut malam itu yang membuat sang presiden kelelahan di siang hari.
Pada akhirnya, transparansi kesehatan tetap menjadi isu sensitif. Dokter resmi Gedung Putih menyatakan Trump dalam kondisi jantung yang “sangat baik”. Akan tetapi, publik masih menuntut kejelasan lebih lanjut mengingat beratnya beban kerja seorang pemimpin negara adidaya.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: Reuters





















