Kapolri Pasang Badan, Wacana Polri di Bawah Kementerian Mentah

Selasa, 27 Januari 2026 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan sikap tegas menolak wacana Polri di bawah kementerian saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. (Posnews/Ist)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan sikap tegas menolak wacana Polri di bawah kementerian saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Institusi Polri masih terus di uji. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung pasang badan. Ia mentah-mentah menolak wacana Polri berada di bawah kementerian.

Sikap keras itu ia lontarkan di hadapan Komisi III DPR RI, Senayan, Senin (26/1/2026).

Sigit menegaskan, posisi Polri langsung di bawah Presiden sudah harga mati. Menurutnya, skema tersebut paling ideal dan sesuai amanat reformasi 1998.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak main-main, Kapolri menyebut penempatan Polri di bawah kementerian justru berbahaya. Dampaknya bukan hanya melemahkan institusi kepolisian, tapi juga negara dan Presiden.

Baca Juga :  Operasi Pekat Jaya 2026, Polda Metro Jaya Pastikan Keamanan Jakarta Menjelang Ramadan

“Dengan wilayah Indonesia yang luas dan terdiri dari 17.380 pulau, Polri harus bergerak cepat, fleksibel, dan maksimal. Itu hanya bisa dilakukan jika langsung di bawah Presiden,” tegas Sigit.

Lebih lanjut, Sigit mengingatkan bahwa Polri telah dipisahkan dari TNI sejak reformasi untuk membangun polisi sipil yang profesional dan akuntabel, sesuai Pasal 30 Ayat (4) UUD 1945 serta TAP MPR Nomor 7 Tahun 2000.

Baca Juga :  China Sepakat Beli Produk Tani AS $17 Miliar dan 200 Pesawat Boeing

Ia juga menekankan perbedaan tegas Polri dan TNI.

“Polri itu to serve and protect, bukan to kill and destroy,” sentilnya.

Yang bikin geleng kepala, Sigit mengaku pernah ditawari jabatan menteri kepolisian. Jawabannya singkat, dingin, dan menohok.

“Saya tolak. Kalau harus jadi menteri kepolisian, lebih baik saya jadi petani,” ujarnya blak-blakan.

Pernyataan pamungkasnya bikin ruang rapat senyap.

“Kalau opsinya Polri di bawah menteri, lebih baik Kapolri yang dicopot,” tandas Sigit. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci
Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB