JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Polda Metro Jaya terus mengusut kasus penembakan pengacara WA (34) di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi kini fokus memburu penjual senjata api ilegal yang digunakan HD (37).
“Penyidik masih mendalami asal senjata api itu. Kasus ini akan diusut tuntas,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, Jumat (31/10/2025).
Selain itu, Ade Ary mengingatkan masyarakat agar tidak bertindak semena-mena dan selalu mengedepankan hukum dalam menyelesaikan konflik. Menurutnya, keamanan adalah tanggung jawab bersama.
“Kita hidup berdampingan. Hak dan kewajiban harus dijaga bersama. Jangan sampai masalah pribadi berujung pelanggaran hukum. Keamanan itu kita wujudkan bareng-bareng,” tandasnya.
Dari pengakuan HD, ia mengaku emosi karena merasa wilayah penjagaannya diintimidasi oleh korban dan rekan-rekannya. Akibatnya, konflik panas pun meletus dan HD nekat menarik pelatuk senpi ilegal yang kini masih dilacak asal-usulnya.
Polda Metro menegaskan tak hanya pelaku penembakan yang akan diproses, namun juga pemasok senjata api ilegal yang menjadi ancaman serius bagi keamanan ibu kota.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi Kerusuhan
Peristiwa bermula pada Selasa (28/10/2025) pagi, ketika sekitar 100 orang memaksa masuk ke lahan kosong milik ahli waris almarhumah Nyai Jasinta, di Jalan KH Mas Mansur, depan Green Wood, Tanah Abang.
Di lokasi itu, sudah ada tujuh orang penjaga dari kelompok pelaku. Karena kalah jumlah, pagar besi yang mengunci area tersebut didorong massa hingga jebol. Mereka pun berhasil menerobos masuk.
Menurut laporan yang diterima polisi, kejadian ini terkait sengketa lahan antara ahli waris Nyai Jasinta dengan PT Greenwood Sejahtera Tbk, pemegang sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB).
PT Greenwood sebelumnya telah melayangkan surat somasi kepada kelompok terlapor agar segera mengosongkan tanah dan mencabut papan nama bertuliskan “Tanah Ini Milik Nyai Jasinta Alm.” Namun somasi tersebut diabaikan.
Saat pengacara WA datang ke lokasi bersama timnya untuk menindaklanjuti perkara sengketa itu, terjadi adu mulut dengan kelompok penjaga. Ketegangan memuncak hingga HD melepaskan tembakan yang mengenai tubuh WA.
Korban kemudian dilarikan ke RS Polri Kramat Jati dan menjalani perawatan intensif akibat luka tembak di bagian badan. (red)


















