Cortisol Face: Tanda Fisik Bahwa Anda Mengalami Stres Kronis

Minggu, 7 Desember 2025 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Pipi bengkak padahal berat badan stabil? Hati-hati, itu mungkin

Ilustrasi, Pipi bengkak padahal berat badan stabil? Hati-hati, itu mungkin "Cortisol Face". Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pernahkah Anda bercermin dan merasa wajah terlihat lebih bengkak dari biasanya? Pipi tampak membulat dan rahang kehilangan ketegasannya. Padahal, angka di timbangan Anda stabil dan pola makan tidak berubah.

Jangan buru-buru menyalahkan garam atau micin. Kemungkinan besar, Anda sedang mengalami fenomena yang disebut “Cortisol Face”.

Istilah ini sedang ramai dibicarakan di dunia kesehatan. Intinya, stres bukan hanya perasaan mental yang abstrak. Stres memiliki cakar fisik yang nyata dan bisa mengubah penampilan Anda secara drastis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hormon Alarm yang Macet

Biang kerok dari masalah ini adalah kortisol. Sejatinya, kortisol adalah hormon penting yang berfungsi sebagai sistem alarm tubuh.

Saat bahaya datang, kelenjar adrenal memproduksi kortisol untuk memicu respons “lawan atau lari” (fight or flight). Hormon ini memberikan lonjakan energi instan agar kita bisa menyelamatkan diri.

Namun, masalah muncul di kehidupan modern. Kita tidak lari dari singa, tetapi kita menghadapi tenggat waktu pekerjaan, kemacetan, dan tagihan setiap hari.

Baca Juga :  Mengapa Gen Z Terobsesi dengan Estetika Jadul?

Akibatnya, tombol alarm itu menyala terus-menerus tanpa henti. Tubuh terus membanjiri sistem darah dengan kortisol meskipun tidak ada bahaya fisik yang mengancam.

Wajah Bulan dan Kulit Kusam

Tingginya kadar kortisol dalam jangka panjang memicu perubahan fisik yang khas. Gejala paling mencolok adalah Moon Face atau wajah bulan.

Wajah menjadi bengkak, bulat, dan sembap karena retensi air. Selain itu, kortisol memicu redistribusi lemak ke area-area tertentu, termasuk wajah dan leher.

Tidak hanya wajah, perut pun menjadi sasaran empuk. Stres kronis mendorong tubuh menyimpan lemak viseral di area perut sebagai cadangan energi darurat.

Kulit juga ikut menderita. Hormon ini merusak kolagen dan memicu produksi minyak berlebih. Imbasnya, wajah terlihat kusam, kendur, dan mudah berjerawat.

Musuh Libido dan Tidur

Dampak jangka panjangnya jauh lebih serius daripada sekadar estetika. Kortisol yang tinggi adalah musuh bagi kesehatan jantung. Tekanan darah bisa melonjak tajam (hipertensi).

Baca Juga :  Jagung Kini Disulap Jadi Plastik Ramah Lingkungan

Selanjutnya, siklus tidur Anda akan berantakan. Kortisol seharusnya turun di malam hari agar kita mengantuk. Jika levelnya tetap tinggi, Anda akan mengalami insomnia parah.

Parahnya lagi, gairah seksual atau libido akan menurun drastis. Tubuh yang merasa “terancam” akan memprioritaskan pertahanan diri daripada fungsi reproduksi.

Matikan Alarm Lewat Napas

Pada akhirnya, kita harus belajar mematikan alarm tubuh yang rusak ini. Menurunkan level kortisol adalah kunci untuk mengembalikan bentuk wajah dan kesehatan Anda.

Kita tidak butuh obat mahal. Cobalah teknik sederhana seperti meditasi atau latihan pernapasan (breathwork). Mengambil napas panjang dan lambat mengirimkan sinyal aman ke otak.

Maka, luangkan waktu sejenak untuk rileks. Tubuh Anda butuh kepastian bahwa tidak ada “singa” yang sedang mengejar. Ingatlah, wajah yang tirus dan cerah bermula dari pikiran yang tenang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Lebanon Joseph Aoun Desak Jalur Diplomasi
Polda Metro Sikat 141 Curanmor, 317 Ditangkap – Muncul Pertanyaan Efektivitas Pencegahan
Paus Leo XIV Desak Penghormatan Migran dan Hukum Internasional
Rekrutmen Disabilitas Polri Diperluas, Jabatan Struktural Mulai Dibuka
Ukraina Gempur Depot Minyak Rusia di Tengah Mediasi Rahasia
Usia Pensiun Polri Naik, Wamenkum Jelaskan Isi Revisi UU Polri
Rapat Koordinasi DPR dan Danantara: Menata Kebijakan Ekspor
KPK Sita Valas dan Rekening Rp2 Miliar dalam OTT Bupati Edison di Muara Enim

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:46 WIB

Presiden Lebanon Joseph Aoun Desak Jalur Diplomasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:40 WIB

Polda Metro Sikat 141 Curanmor, 317 Ditangkap – Muncul Pertanyaan Efektivitas Pencegahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:39 WIB

Paus Leo XIV Desak Penghormatan Migran dan Hukum Internasional

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:46 WIB

Rekrutmen Disabilitas Polri Diperluas, Jabatan Struktural Mulai Dibuka

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:24 WIB

Ukraina Gempur Depot Minyak Rusia di Tengah Mediasi Rahasia

Berita Terbaru

Pesan kemanusiaan dari Beirut. Presiden Lebanon Joseph Aoun menyampaikan seruan langsung yang langka kepada Israel untuk menghentikan perang dan memulai jalur diplomasi resmi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Lebanon Joseph Aoun Desak Jalur Diplomasi

Selasa, 9 Jun 2026 - 17:46 WIB

Ilustrasi, Pesan kemanusiaan dari Madrid. Paus Leo XIV menyampaikan pidato bersejarah di hadapan parlemen Spanyol untuk membela hak migran dan hukum internasional di tengah polarisasi politik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Desak Penghormatan Migran dan Hukum Internasional

Selasa, 9 Jun 2026 - 16:39 WIB

Saling balas serangan di hulu energi. Ukraina membombardir terminal minyak utama Rusia sementara Roman Abramovich terungkap menjadi utusan damai rahasia antara Kyiv dan Moskow. Dok: (Ukrainian Emergency Service via AP)

INTERNASIONAL

Ukraina Gempur Depot Minyak Rusia di Tengah Mediasi Rahasia

Selasa, 9 Jun 2026 - 15:24 WIB