Oscars dan Grammys Masih Relevan? Krisis Identitas di Panggung Emas Oleh:

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Rating anjlok dan penuh drama? Oscars dan Grammys kini dipertanyakan relevansinya. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Rating anjlok dan penuh drama? Oscars dan Grammys kini dipertanyakan relevansinya. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Jutaan pasang mata dulu terpaku pada layar televisi setiap musim penghargaan tiba. Keluarga berkumpul menanti pengumuman pemenang Oscars atau Grammys dengan antusias. Namun, pemandangan itu kini tinggal kenangan.

Data statistik menunjukkan fakta pahit. Rating penonton siaran langsung acara penghargaan tersebut terjun bebas dari tahun ke tahun. Generasi muda tampaknya tidak lagi peduli.

Seketika, muncul pertanyaan besar yang menggantung di udara. Apakah piala berlapis emas itu masih relevan di era digital ini? Atau, mereka hanya sisa-sisa kejayaan masa lalu yang sedang sekarat?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Krisis Kepercayaan dan Tagar #OscarsSoWhite

Masalah utamanya berakar pada hilangnya kepercayaan publik. Penonton mencium aroma ketidakadilan yang menyengat. Contohnya, tagar #OscarsSoWhite sempat mengguncang dunia karena minimnya nominasi untuk aktor kulit berwarna.

Baca Juga :  Vince Zampella, Sang Bapak Call of Duty, Tewas Tragis di Usia 55

Selain itu, tuduhan korupsi dan politik di balik layar sering terdengar. Publik merasa juri atau voters tidak lagi terhubung dengan realitas.

Juri sering kali memenangkan film seni yang sepi penonton. Sebaliknya, mereka mengabaikan film populer yang dicintai masyarakat luas. Akibatnya, acara ini terasa elitis dan berjarak dari selera publik.

Drama Viral Lebih Penting dari Prestasi

Ironisnya, acara penghargaan kini bertahan hidup bukan karena prestasinya. Justru, mereka menjadi relevan kembali hanya karena drama di atas panggung.

Masih ingatkah Anda siapa pemenang Film Terbaik saat insiden Will Smith menampar Chris Rock? Kemungkinan besar Anda lupa. Faktanya, dunia lebih sibuk membicarakan tamparan itu daripada karya seni yang menang.

Penyelenggara tampaknya sadar akan hal ini. Lantas, mereka sering menciptakan momen-momen gimmick agar viral di media sosial. Prestasi seni menjadi nomor dua, sedangkan viralitas menjadi tujuan utama.

Seniman Tak Lagi Butuh Validasi Kuno

Perspektif seniman pun mulai bergeser. Dulu, memenangkan Grammy adalah jaminan kenaikan bayaran manggung. Kini, tolak ukur kesuksesan telah berubah.

Baca Juga :  Hantu Kolonialisme: Peta Dunia yang Tak Pernah Adil

Angka streaming di Spotify atau jumlah pengikut di Instagram sering kali lebih menentukan kesuksesan finansial. Seniman bisa membangun kerajaan bisnis mereka sendiri tanpa perlu pengakuan dari sekelompok juri tua di ruangan tertutup.

The Weeknd dan beberapa artis besar lainnya bahkan berani memboikot acara ini. Bagi mereka, validasi langsung dari penggemar jauh lebih nyata dan menguntungkan daripada sebuah piala besi.

Sekadar Pesta Kostum Mahal

Pada akhirnya, ajang penghargaan sedang mengalami transformasi identitas. Mereka bukan lagi standar emas penentu kualitas seni tertinggi.

Sebaliknya, acara ini perlahan berubah menjadi sekadar pesta selebritas eksklusif yang disiarkan televisi. Kita menontonnya hanya untuk melihat gaun mahal atau menunggu kejadian memalukan terjadi. Jika tidak segera berbenah, piala-piala itu hanya akan menjadi pajangan berdebu yang kehilangan kilaunya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Spider-Man Brand New Day Siap Sapu Bersih Bioskop
Babak Baru Semesta Family Guy: Serial Spin-off
Ambisi Ryan Reynolds: Deadpool Keempat Siap Disajikan
Inde Navarrette Terima Kado Langka Modern Warfare 2
Novel Baru Dragonlance War Wizard Rilis Agustus
Adaptasi Film The Odyssey Tuai Kritik Keras dari Penerjemah
Avengers: Doomsday Pamerkan Robert Downey Jr. Sebagai Doctor Doom
Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:22 WIB

Spider-Man Brand New Day Siap Sapu Bersih Bioskop

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:30 WIB

Babak Baru Semesta Family Guy: Serial Spin-off

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:32 WIB

Ambisi Ryan Reynolds: Deadpool Keempat Siap Disajikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:30 WIB

Inde Navarrette Terima Kado Langka Modern Warfare 2

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:30 WIB

Novel Baru Dragonlance War Wizard Rilis Agustus

Berita Terbaru

Langkah baru pengembangan game Soulslike. Sutradara Xia Siyuan mendirikan studio Chengdu Indolphinity guna menggarap sekuel Wuchang: Fallen Feathers bersama 505 Games. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Penerbit 505 Games Resmi Mengumumkan Sekuel Wuchang

Jumat, 31 Jul 2026 - 06:03 WIB

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB