Vince Zampella, Sang Bapak Call of Duty, Tewas Tragis di Usia 55

Selasa, 23 Desember 2025 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Industri game kehilangan legendanya. Vince Zampella, otak di balik Call of Duty dan Apex Legends, tewas dalam kecelakaan mobil. Dok: Istimewa.

Industri game kehilangan legendanya. Vince Zampella, otak di balik Call of Duty dan Apex Legends, tewas dalam kecelakaan mobil. Dok: Istimewa.

LOS ANGELES, POSNEWS.CO.ID – Industri video game dunia tersentak kaget. Kabar duka datang dari California pada Senin malam. Vince Zampella, sosok legendaris di balik kesuksesan waralaba shooter terbesar di dunia, telah meninggal dunia.

Pria berusia 55 tahun itu tewas dalam sebuah kecelakaan mobil tunggal yang tragis. Seketika, ucapan belasungkawa membanjiri media sosial dari para pengembang game dan jutaan penggemar.

Zampella bukan sekadar pembuat game. Faktanya, ia adalah arsitek yang membentuk wajah hiburan interaktif modern lewat karya-karyanya yang fenomenal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kecelakaan di Angeles Crest Highway

Laporan NBC Los Angeles merinci kronologi kejadian tersebut. Kecelakaan terjadi pada hari Minggu pukul 12.45 siang waktu setempat. Mobil yang Zampella tumpangi mengalami kecelakaan tunggal di Angeles Crest Highway.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Sabtu 4 Juli 2026, BMKG Prediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Pengemudi kendaraan tersebut tewas seketika di tempat kejadian. Sementara itu, seorang penumpang lain sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Kepergian mendadak ini meninggalkan lubang besar di hati komunitas gaming. Pasalnya, Zampella masih sangat aktif berkarya dan baru saja merayakan kesuksesan besar.

Dari Call of Duty hingga Apex Legends

Jejak karier Zampella sangatlah mentereng. Ia memulai kiprahnya pada pertengahan 1990-an. Lantas, namanya melambung tinggi saat ia mendirikan Infinity Ward pada 2002.

Di sanalah ia melahirkan Call of Duty. Game ini meledak di pasaran dan mengubah standar genre First-Person Shooter (FPS) selamanya. Terutama, seri Modern Warfare (2007) dan Modern Warfare 2 (2009) yang ia bidani menjadi legenda.

Hingga kini, waralaba Call of Duty telah terjual lebih dari 500 juta kopi di seluruh dunia. Namun, perjalanan kariernya tidak selalu mulus. Ia sempat terlibat sengketa hukum dengan penerbit Activision soal royalti pada 2010.

Baca Juga :  Pentagon Geser Beban: Korea Selatan Wajib Pimpin Pertahanan

Zampella kemudian bangkit kembali. Ia mendirikan Respawn Entertainment di bawah naungan EA. Hasilnya, ia menciptakan seri Titanfall yang inovatif dan Apex Legends yang sangat populer.

Baru-baru ini, ia bahkan memimpin seri Battlefield. Game Battlefield 6 yang rilis Oktober lalu sukses besar dan menuai pujian kritis.

EA: “Kehilangan yang Tak Terbayangkan”

Electronic Arts (EA) merilis pernyataan resmi yang penuh emosi. Mereka menyebut kepergian Zampella sebagai “kehilangan yang tak terbayangkan”.

“Pengaruh Vince pada industri video game sangat mendalam dan luas,” tulis EA.

Menurut EA, Zampella adalah seorang teman, pemimpin, dan kreator yang visioner. Karyanya telah membantu membentuk hiburan interaktif modern dan menginspirasi jutaan pemain.

Pada akhirnya, warisan Zampella akan terus hidup. Meskipun sang maestro telah pergi, jejak tangannya akan terus membentuk cara dunia bermain game untuk generasi-generasi mendatang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal
Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot
Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen
Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran
Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar
Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran
Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal
Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar

Berita Terbaru