Ajakan Seks Rp300 Ribu Ditolak, Pria di Labura Tewas Ditebas Celurit 5 Kali

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Freepik)

Ilustrasi, Tewas. (Freepik)

LABUHANBATU UTARA, POSNEWS.CO.ID – Perselisihan antara dua pria di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, berakhir tragis.

HD (49) ditemukan tewas dengan luka akibat senjata tajam di Dusun Sei Rebut II, Desa Tanjung Mangedar, Kecamatan Kualuh Hilir.

Polisi menduga kematian korban berkaitan dengan hubungan khusus antara HD dan salah satu terduga pelaku.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perselisihan kemudian memanas setelah korban menawarkan uang Rp300 ribu untuk berhubungan seksual, tetapi ajakan tersebut ditolak.

Penolakan itu diduga membuat pelaku sakit hati dan jengkel. Polisi kemudian menduga persoalan tersebut berkembang menjadi aksi pembunuhan yang telah direncanakan.

“Ada dugaan hubungan spesial sejenis antara korban dan pelaku,” kata Kasi Humas Polres Labuhanbatu AKP Aswin Irwan, dikutip Rabu (7/10/2026).

Berujung Serangan Celurit

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin (28/9/2026). Polisi menyebut HD mengalami kekerasan menggunakan senjata tajam dan pelepah sawit hingga akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga :  TB Hasanuddin Desak Pelaku Penganiayaan Prada Lucky Dihukum Maksimal di Pengadilan Militer

Dalam penyelidikan, polisi mengidentifikasi dua orang yang diduga terlibat, yakni YA (22) dan EP (16).

Keduanya ditangkap secara terpisah pada Selasa (29/9/2026), atau sehari setelah peristiwa tersebut.

YA diamankan di kawasan Tangkahan Indra, Tanjung Leidong, ketika diduga hendak melarikan diri. Sementara itu, EP diamankan bersama masyarakat di wilayah Sei Rebut, Kecamatan Kualuh Hilir.

Peran YA dan EP Berbeda

Hasil pemeriksaan awal polisi mengungkap dugaan peran berbeda dari kedua terduga pelaku.

Polisi menyebut YA diduga menyerang HD menggunakan celurit sebanyak lima kali. Sementara itu, EP diduga memukul korban menggunakan pelepah sawit.

Keduanya kemudian diamankan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain celurit, pakaian yang dikenakan kedua terduga pelaku, pelepah sawit, dua sepeda motor, dua telepon genggam, jam tangan yang rusak, serta uang tunai Rp898 ribu.

Baca Juga :  BMKG Ungkap Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Siang, Hujan Ringan Sore!

Motif Sakit Hati Masih Didalami

Polisi menduga persoalan bermula dari hubungan khusus antara korban dan pelaku. Setelah terjadi perselisihan, salah satu pihak disebut merasa sakit hati atau jengkel.

Situasi kemudian semakin rumit ketika korban diduga menawarkan Rp300 ribu untuk berhubungan seksual. Ajakan tersebut ditolak.

“Pelaku merasa sakit hati atau jengkel terhadap korban,” ujar Aswin.

Menurut polisi, penolakan tersebut kemudian berujung pada tindakan kekerasan yang diduga telah direncanakan.

Meski demikian, seluruh konstruksi perkara masih berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan polisi. Motif serta rangkaian kejadian akan diuji melalui proses hukum yang berjalan.

Polisi Jerat Pasal Pembunuhan Berencana

Polisi menyatakan kedua terduga pelaku menjalani penyidikan lebih lanjut dan dipersangkakan dengan Pasal 459 KUHP, terkait pembunuhan berencana.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik pribadi yang tidak diselesaikan secara sehat dapat berubah menjadi kekerasan fatal.

Karena itu, polisi mengimbau masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri ketika menghadapi persoalan dan menyerahkan penanganannya kepada aparat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Koper Dibuka, 5 Kg Sabu Ditemukan! Marcel Diduga Hendak Kirim ke Palembang
Mayat Terborgol di Rumah Kosong Kendal, Kepala Donna Dihantam Benda Tumpul
Ledakan Pakuwon City Surabaya, 5 Orang Terluka dan 20 Ruko Rusak
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Lampung Tewas Usai Serang Polisi
Satu Keluarga di Tulang Bawang Ditemukan Tewas, Polisi Kejar Terduga Pelaku
Pulang Usai Beli Mi, 7 Remaja Naik Motor Roda Tiga Kecelakaan di Cileungsi, 2 Tewas
Motor Roda Tiga Bawa 7 Orang Tabrak Dump Truck di Cileungsi, 2 Tewas
Dikejar Geng Motor, 2 Pemuda di Makassar Jatuh Diserang Parang dan Busur

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Koper Dibuka, 5 Kg Sabu Ditemukan! Marcel Diduga Hendak Kirim ke Palembang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Ajakan Seks Rp300 Ribu Ditolak, Pria di Labura Tewas Ditebas Celurit 5 Kali

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:11 WIB

Mayat Terborgol di Rumah Kosong Kendal, Kepala Donna Dihantam Benda Tumpul

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Ledakan Pakuwon City Surabaya, 5 Orang Terluka dan 20 Ruko Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:55 WIB

Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Lampung Tewas Usai Serang Polisi

Berita Terbaru

Pertahanan udara Rusia menjatuhkan hampir 900 drone Ukraina di Moskow. Zelenskyy memperingatkan ancaman gempuran rudal balistik balasan Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pertahanan Udara Rusia Mengintersepsi 900 Drone Ukraina

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:11 WIB

Serangan drone menenggelamkan kapal kargo ALFA WATAN di perairan ZEE Bulgaria. Zelenskyy menuding Rusia di tengah ancaman eskalasi konflik maritim. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Drone Menenggelamkan Kapal Dagang di Laut Hitam

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:30 WIB

Pernyataan Donald Trump tentang serangan Iran ke kota Los Angeles dan San Diego memicu kecaman politisi California menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Memicu Gelombang Kecaman

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:56 WIB