Aksi Nekat ART di Jakarta Pusat Berujung Maut, Polisi Bongkar Fakta Mengejutkan

Kamis, 23 April 2026 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Garis polisi. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Garis polisi. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi nekat dua pekerja rumah tangga (PRT) menggemparkan kawasan Bendungan Hilir. Keduanya nekat melompat dari lantai 4 sebuah rumah kos, Kamis (23/4/2026).

Tragis, satu korban berinisial R (18) tewas di tempat, sementara D (26) selamat namun mengalami patah tangan dan kini dirawat intensif di rumah sakit.

Polisi langsung bergerak cepat mengusut insiden mengerikan ini. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyebut dugaan sementara korban nekat kabur karena tidak betah bekerja di rumah majikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

ā€œMasih kami dalami. Informasi awal, mereka merasa tidak betah,ā€ ujar Roby kepada wartawan.

Loncat Bersamaan, Berujung Maut

Peristiwa ini berlangsung dramatis. Kedua korban diduga melompat secara bersamaan dari lantai atas bangunan. Benturan keras tak terhindarkan—R meregang nyawa, sementara D menderita luka serius.

Baca Juga :  55 Warga Ghana Tewas di Garis Depan Rusia Saat Skandal Rekrutmen Afrika Terbongkar

ā€œDua-duanya lompat dari lantai empat. Satu meninggal dunia, satu mengalami patah tangan,ā€ tegas Roby.

Polisi mulai mengurai motif di balik aksi ekstrem ini. Keterangan awal dari korban selamat dan rekan PRT lain mengarah pada dugaan tekanan dari majikan.

Namun, polisi belum mau gegabah. Istilah ā€œgalakā€ yang muncul dalam keterangan masih ditelusuri lebih dalam—apakah sebatas ucapan keras atau mengarah pada tindakan yang lebih serius.

ā€œKami belum bisa simpulkan. ā€˜Galak’ itu bisa dalam bentuk ucapan atau tindakan. Semua masih kami dalami,ā€ jelasnya.

Baca Juga :  KAI Daop 1 Jakarta Hentikan 19 KA Jarak Jauh di Jatinegara Saat Demo DPR

Bangunan Terkunci, Akses Terbatas

Fakta lain yang terungkap menambah kecurigaan. Bangunan kos tersebut memiliki empat lantai, namun hanya tiga lantai yang digunakan untuk kamar.

Lantai empat dihuni pemilik dan aksesnya dikunci rapat menggunakan teralis dan gembok.

Kondisi ini diduga membuat korban terjebak tanpa jalan keluar, hingga akhirnya memilih langkah nekat: melompat.

Kini, aparat terus mengembangkan penyelidikan. Polisi memeriksa saksi, mengumpulkan bukti, dan mendalami kemungkinan adanya pelanggaran hukum, termasuk dugaan perlakuan tidak layak terhadap pekerja.

Kasus ini menjadi sorotan serius. Selain menyisakan duka, peristiwa ini juga membuka pertanyaan besar soal perlindungan pekerja rumah tangga di lingkungan perkotaan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaringan Narkoba Lintas Sumatera-Jawa Digulung, Pengendali Berinisial CA Diburu
Motif Percobaan Penculikan Lansia di PIK Terungkap, Dipicu Asmara Tak Direstui
Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar
Polsek Koja Gelar Nobar Piala Dunia, Polisi dan Warga Bersorak Bersama
Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Percobaan Penculikan Lansia di PIK, Pelaku Masih Diburu
Presiden Jerman Kunjungi Jakarta, Ini 10 Ruas Jalan yang Ditutup Sementara
KJP 2 Pelaku Bullying Bocah Autis Kesetrum Tiang Listrik Dicabut, Satu Ditahan

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 18:36 WIB

Jaringan Narkoba Lintas Sumatera-Jawa Digulung, Pengendali Berinisial CA Diburu

Senin, 15 Juni 2026 - 18:11 WIB

Motif Percobaan Penculikan Lansia di PIK Terungkap, Dipicu Asmara Tak Direstui

Senin, 15 Juni 2026 - 17:59 WIB

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Senin, 15 Juni 2026 - 15:32 WIB

Polsek Koja Gelar Nobar Piala Dunia, Polisi dan Warga Bersorak Bersama

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Berita Terbaru