BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Banjir masih mengepung Kota Bekasi hingga Jumat siang (23/1/2026). BPBD mencatat 17 titik banjir merendam 9 kecamatan, dengan ketinggian air 5 hingga 150 sentimeter.
Permukiman warga, fasilitas umum, hingga sekolah terdampak.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, menyatakan data tersebut merupakan pemutakhiran terakhir pukul 10.30 WIB.
Menurutnya, hujan berintensitas tinggi serta sistem drainase yang belum pulih membuat genangan bertahan di sejumlah wilayah.
“Genangan masih terjadi dengan ketinggian bervariasi. Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan intensif,” kata Idham.
Kondisi terparah terjadi di Perumahan Jatibening Permai, Kecamatan Pondok Gede, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Untuk menekan debit air, lima unit pompa beroperasi penuh.
Sementara itu, di Rawalumbu, banjir merendam Perumahan Taman Narogong Indah, PHP, dan Bumi Bekasi Utara hingga 70 sentimeter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya permukiman, banjir juga merendam Kantor Kecamatan Bekasi Utara dan SMP Negeri 21, sehingga mengganggu pelayanan publik dan aktivitas belajar.
BPBD mencatat satu rumah rusak berat akibat atap roboh di wilayah Kali Abang Rorotan.
Selain itu, banjir disertai pohon tumbang dan memaksa petugas mengevakuasi warga lanjut usia di Bekasi Timur.
Sebagai langkah darurat, BPBD menyiapkan tiga lokasi pengungsian dan menyalurkan logistik bantuan di tiga titik.
BPBD mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama masyarakat di bantaran sungai dan kawasan rawan genangan. (red)
Editor : Hadwan


















