Bareskrim Bongkar Ganja 12 Kg Disamarkan dalam Pakaian Anak

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, petugas Bareskrim Polri menunjukkan paket ganja yang disamarkan dalam pakaian anak hasil penyitaan di Bakauheni.
 (Posnews/Ist)

Ilustrasi, petugas Bareskrim Polri menunjukkan paket ganja yang disamarkan dalam pakaian anak hasil penyitaan di Bakauheni. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap dugaan penyelundupan 12.135 gram ganja yang disamarkan di dalam pakaian anak-anak dan dikirim melalui truk ekspedisi rute Lampung-Lombok.

Modus tersebut menunjukkan bagaimana jaringan narkotika memanfaatkan layanan pengiriman barang untuk menyamarkan narkoba agar lolos dari pemeriksaan.

Pengungkapan kasus ini berawal dari operasi gabungan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 01.15 WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Paket Mencurigakan Ditemukan di Truk Ekspedisi

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengatakan petugas menghentikan dan memeriksa satu unit truk ekspedisi yang hendak menyeberang dari Lampung menuju Pulau Jawa.

Saat pemeriksaan, tim menemukan sebuah kardus yang berisi 10 bungkus ganja yang disamarkan bersama pakaian anak-anak.

Baca Juga :  BNPB Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Selama 5 Hari, Cegah Banjir dan Cuaca Ekstrem

“Paket diduga berisi narkotika golongan I jenis ganja sekitar 10 bungkus dan pakaian anak-anak dengan berat total 12.135 gram,” ujar Eko, Senin (10/8/2026).

Polisi Lacak Pengirim hingga Penerima Paket

Setelah menemukan paket tersebut, petugas mengawal truk ekspedisi menuju Gudang Pusat Baraka Express di Cipayung, Jakarta Timur.

Dari hasil pemeriksaan dokumen pengiriman, paket diketahui dikirim atas nama John dari Bukittinggi, Sumatera Barat, dengan tujuan Megi Homestay Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Selanjutnya, penyidik berkoordinasi dengan pihak ekspedisi dan memutuskan membiarkan paket tetap dikirim ke Lombok untuk mengidentifikasi penerima sebenarnya.

Penyamar Jadi Kurir, Target Tak Pernah Muncul

Selama beberapa hari, polisi memantau paket di pool Baraka Express cabang Praya. Terduga penerima sempat berkomunikasi melalui WhatsApp dan menanyakan apakah paket bisa diantar atau harus diambil langsung.

Pihak ekspedisi kemudian meminta penerima datang membawa identitas sesuai nama yang tertera pada resi.

Baca Juga :  Pemuda Tewas Leher Nyaris Putus di Kebun Kopi Lampung Barat, Pelaku Diciduk di Sumsel

Namun, ketika kurir didampingi petugas yang menyamar sebagai kurir ekspedisi berangkat menuju lokasi, target justru meminta agar paket dititipkan di sebuah warung di depan Homestay Soeltan.

Permintaan tersebut gagal karena pemilik warung menolak menerima titipan.

Paket Akhirnya Dikembalikan

Karena penerima tidak kunjung mengambil barang hingga batas waktu yang ditentukan, pihak ekspedisi menjalankan prosedur retur atau pengembalian paket.

Pada Kamis (6/8/2026), paket tersebut dikembalikan secara resmi sesuai mekanisme perusahaan.

Selanjutnya, penyidik membawa seluruh barang bukti ke Kantor Dittipidnarkoba Bareskrim Polri untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kasus ini menjadi peringatan bahwa jaringan narkotika terus mengembangkan cara baru untuk mengelabui aparat, termasuk menyembunyikan ganja di dalam pakaian anak-anak dan mengirimkannya melalui jasa ekspedisi antarprovinsi.

Bareskrim Polri masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap identitas pengirim, penerima, jalur distribusi, dan jaringan yang berada di balik pengiriman ganja tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga
Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau
Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati
Nelayan Masuk Zona Bahaya Anak Krakatau, Polisi Perketat Patroli 3 Km
Bocah 12 Tahun Tewas Dicekik Tetangga Gara-Gara HP
Cemburu Liat Chat Berujung Maut! Mozza Dibekap 7 Menit hingga Tewas

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:13 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama

Minggu, 6 September 2026 - 16:50 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga

Minggu, 6 September 2026 - 16:39 WIB

Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 15:46 WIB

Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati

Minggu, 6 September 2026 - 15:34 WIB

Nelayan Masuk Zona Bahaya Anak Krakatau, Polisi Perketat Patroli 3 Km

Berita Terbaru

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB