Bareskrim Bongkar Phishing E-Tilang Palsu, 5 Orang Ditangkap – Dikendalikan WNA

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penipuan Daring Modus E-Tilang, Pelaku Raup Data Kartu Kredit Korban. (Posnews/Ist)

Penipuan Daring Modus E-Tilang, Pelaku Raup Data Kartu Kredit Korban. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sindikat penipuan siber kembali bikin geger! Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri membongkar kasus penipuan daring bermodus phishing yang menyamar sebagai situs resmi e-tilang milik Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Para pelaku dengan nekat membuat situs palsu yang tampilannya nyaris identik dengan laman resmi https://etilang.kejaksaan.go.id
.

Selanjutnya, mereka menyebarkan tautan jebakan melalui metode SMS blast secara massal ke ponsel masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Himawan Bayu Aji, mengungkapkan kasus ini terkuak setelah korban melapor karena mengalami kerugian usai menerima SMS mencurigakan dari nomor tak dikenal.

“Korban menerima SMS berisi informasi tagihan denda pelanggaran lalu lintas lengkap dengan tautan. Saat tautan diklik, korban diarahkan ke website palsu yang sangat mirip situs resmi Kejaksaan. Karena yakin itu asli, korban memasukkan data pribadi dan data kartu kreditnya,” tegas Brigjen Pol. Himawan.

124 Situs Phishing dan SMS Blast Massal

Berdasarkan laporan tersebut, penyidik langsung bergerak cepat. Hasil penelusuran mengungkap sedikitnya 124 tautan website phishing yang digunakan pelaku untuk menjebak korban.

Baca Juga :  Gedung di Cempaka Baru Terbakar, 7 Tewas dan Diduga Masih Ada Korban

Selain itu, polisi juga mengidentifikasi enam nomor ponsel tambahan yang dipakai untuk aksi SMS blast, dari total lima nomor awal yang lebih dulu terdeteksi.

Artinya, sindikat ini bekerja secara sistematis dan terorganisir untuk mengelabui masyarakat dengan tampilan situs yang tampak resmi dan meyakinkan.

Dikendalikan WNA, Lima Tersangka Ditangkap

Pengembangan kasus membawa polisi ke dua lokasi berbeda, yakni Jawa Tengah dan Banten. Dari operasi tersebut, aparat menangkap lima tersangka yang berperan sebagai operator lapangan.

Lebih mengejutkan lagi, kejahatan ini ternyata dikendalikan oleh seorang warga negara asing asal Tiongkok dari luar negeri.

Sementara itu, para tersangka di Indonesia bertugas menjalankan perintah, mulai dari mengoperasikan SMS blasting hingga menyiapkan perangkat.

“Kelima tersangka punya peran berbeda, ada operator SMS blast, penyedia perangkat SIM box, penyedia kartu SIM yang sudah diregistrasi, hingga pengelola operasional. Mereka bagian dari jaringan terorganisir yang dikendalikan dari luar negeri,” jelas Himawan.

Baca Juga :  Dua Kebakaran di Jakarta, SMPN 216 Senen dan Gudang Kasur Kalideres Terbakar

Terancam 15 Tahun Penjara dan Denda Rp12 Miliar

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan UU ITE, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, serta pasal-pasal dalam KUHP.

Mereka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rp12 miliar.

Polri pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada SMS berisi tautan, apalagi yang mengatasnamakan instansi pemerintah.

Warga diminta selalu memeriksa alamat situs resmi sebelum memasukkan data pribadi maupun informasi keuangan.

Kasus phishing e-tilang palsu ini menjadi alarm keras bahwa kejahatan siber semakin canggih. Karena itu, kewaspadaan dan literasi digital menjadi benteng utama agar masyarakat tidak menjadi korban berikutnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC
Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang
Program MBG Berubah, BGN Sesuaikan Insentif Berdasarkan Jumlah Penerima Manfaat
Deddy Sitorus Balas PSI, PDIP Sebut Jokowi Jadi Studi Kasus Politik
Keributan di Sentraland Cengkareng Berujung Penganiayaan, Pelaku Diamankan
Bareskrim Sita 715 Gram Sabu dan 11.443 Butir Ekstasi, Pengendali Beraksi dari Penjara
Jaringan Narkoba Lintas Sumatera-Jawa Digulung, Pengendali Berinisial CA Diburu
Motif Percobaan Penculikan Lansia di PIK Terungkap, Dipicu Asmara Tak Direstui

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:10 WIB

Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:42 WIB

Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:03 WIB

Program MBG Berubah, BGN Sesuaikan Insentif Berdasarkan Jumlah Penerima Manfaat

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:49 WIB

Deddy Sitorus Balas PSI, PDIP Sebut Jokowi Jadi Studi Kasus Politik

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:33 WIB

Keributan di Sentraland Cengkareng Berujung Penganiayaan, Pelaku Diamankan

Berita Terbaru

Panggung tidak biasa di Washington. Presiden Donald Trump merayakan hari ulang tahunnya yang ke-80 dengan menggelar ajang tarung bebas UFC langsung di halaman belakang Gedung Putih. Dok: (AP Photo/Rahmat Gul)

INTERNASIONAL

Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC

Selasa, 16 Jun 2026 - 09:10 WIB

Terobosan besar diplomasi dunia. Presiden Donald Trump mengumumkan pencapaian kesepakatan damai dengan Iran guna membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan energi global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang

Selasa, 16 Jun 2026 - 08:42 WIB