WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pencapaian kesepakatan damai bersejarah dengan pemerintah Iran hari Minggu kemarin. Langkah besar ini mengakhiri konflik bersenjata tiga bulan yang telah melumpuhkan ekonomi global secara signifikan.
Sebab, kesepakatan penting tersebut akan segera membuka kembali pelayaran Selat Hormuz secara penuh hari Jumat nanti. Selain itu, militer Amerika Serikat juga menghentikan blokade pelabuhan laut Iran secara permanen sebagai timbal balik.
Pemerintah Pakistan selaku mediator utama mengonfirmasi kesepakatan damai ini melalui pernyataan resmi Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Sementara itu, perwakilan kedua negara bersiap menandatangani dokumen perjanjian tersebut di Swiss pada hari Jumat mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penurunan Harga Minyak Bumi dan Ketentuan Transisi
Akibatnya, harga minyak mentah dunia langsung merosot tajam hingga melebihi empat persen setelah pengumuman tersebut. Kebijakan ini mewajibkan Iran untuk menghentikan program pengembangan senjata nuklir secara permanen demi keamanan bersama.
Namun, Amerika Serikat baru akan mencairkan aset keuangan Iran senilai 25 miliar dolar AS secara bertahap. Pencairan aset tersebut bergantung penuh pada kepatuhan nyata para pemimpin Iran dalam menjaga komitmen di lapangan.
With demikian, kesepakatan darurat ini berfokus pada pemulihan ekonomi dan ketahanan energi global secepatnya. Tim teknis kedua negara akan melakukan negosiasi lanjutan selama 60 hari untuk mengatur pemusnahan uranium tersebut.
Ketegangan Militer di Lebanon dan Aksi Saling Protes
Di sisi lain, sengketa wilayah Lebanon sempat membayangi kelancaran proses negosiasi damai selama beberapa pekan terakhir. Trump bahkan melayangkan kritik keras terhadap serangan udara terbaru militer Israel ke pinggiran kota Beirut kemarin.
Menurutnya, aksi militer tersebut berisiko merusak momentum emas perundingan damai yang sedang berjalan dengan Iran. Oleh karena itu, draf perdamaian akhir juga mewajibkan penghentian total operasi militer di semua front pertempuran.
Meskipun begitu, pemerintah Israel memilih bungkam dan menolak memberikan komentar resmi mengenai kesepakatan AS tersebut. Sebaliknya, kelompok garis keras di dalam negeri Iran meluncurkan aksi protes keras menentang kesepakatan damai ini.
Mereka menyuarakan kemarahan terhadap kebijakan luar negeri Abbas Araqchi di kota Mashhad pada Sabtu malam. Pada akhirnya, dunia kini menanti realisasi penandatanganan kesepakatan bersejarah ini demi mengakhiri badai perang energi.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












