Bareskrim Ungkap Peredaran Gas N2O Whippink Tanpa Izin, Libatkan Gudang di 12 Kota

Rabu, 15 April 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi Bongkar Kandungan Whip Pink, Semua Tabung Ternyata Murni Gas N2O.
(Posnews/Ist)

Polisi Bongkar Kandungan Whip Pink, Semua Tabung Ternyata Murni Gas N2O. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar praktik ilegal produksi dan peredaran gas N2O (nitrous oxide) merek Whippink di tiga lokasi berbeda di Ibu Kota.

Pengungkapan ini sekaligus menguak bisnis gelap bernilai miliaran rupiah yang beroperasi tanpa izin edar resmi.

Kasus ini diungkap langsung oleh jajaran Bareskrim Polri melalui Subdit III Dittipidnarkoba berdasarkan Laporan Informasi tertanggal 13 April 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gerebek Tiga Lokasi Sekaligus

Petugas bergerak cepat dan menggerebek tiga titik pada Senin (13/4/2026) hingga Selasa dini hari. Lokasi tersebut berada di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.

Di lokasi pertama, sebuah ruko di Kemayoran dijadikan gudang sekaligus titik distribusi. Selanjutnya, polisi mengamankan admin penjualan di kontrakan wilayah Pulo Gadung.

Sementara itu, lokasi ketiga di Pademangan menjadi pusat produksi utama.

Total sembilan orang diamankan, mulai dari penjaga gudang, admin penjualan, hingga operator produksi. Mereka masih menjalani pemeriksaan intensif.

Modus Licik: Jualan via Online dan Ojek

Pengungkapan ini berawal dari penyelidikan intensif. Polisi melakukan undercover buy atau pembelian terselubung hingga tiga kali untuk melacak jaringan.

Setelah transaksi senilai Rp578 ribu dilakukan, barang dikirim menggunakan ojek online dari gudang di Kemayoran. Dari situlah petugas langsung menyergap lokasi.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Jakarta dan Sekitarnya Sabtu Ini

Tak berhenti di situ, pengembangan mengarah ke admin yang mengendalikan transaksi melalui WhatsApp. Selanjutnya, polisi membongkar lokasi produksi yang ternyata menyuplai ribuan tabung gas setiap hari.

Produksi Masif, Omzet Miliaran

Hasil interogasi mengungkap fakta mengejutkan. Dalam sehari, pabrik mampu memproduksi hingga 150–170 tabung gas N2O berbagai ukuran.

Tak hanya itu, jaringan ini memiliki 16 gudang di 10 kota besar, mulai dari Jakarta, Bandung, hingga Bali.

Omzetnya pun fantastis. Pada November 2025 mencapai Rp4,9 miliar, lalu melonjak ke Rp7,1 miliar di Desember. Meski sempat menurun, bisnis ini tetap menghasilkan miliaran rupiah setiap bulan.

Namun ironisnya, produk tersebut tidak memiliki izin edar dari BPOM dan melanggar Undang-Undang Kesehatan.

Dari tiga lokasi, polisi menyita ratusan tabung gas N2O siap edar berbagai varian rasa, mesin produksi, hingga ratusan nozzle dan kemasan.

Selain itu, ditemukan pula tabung gas ukuran besar sebagai bahan baku serta alat pengisian yang digunakan untuk memproduksi secara massal.

Terungkap Dalang dan Jaringan

Hasil pemeriksaan mengarah pada sejumlah nama yang diduga sebagai pengendali utama. Mereka mengatur produksi, distribusi, hingga penjualan melalui jaringan gudang di berbagai kota.

Baca Juga :  Mafia Energi Digulung, Ribuan Tabung LPG dan Ratusan Ribu Liter BBM Subsidi Disita

Bahkan, setelah kasus kematian selebgram Lula Lahfah yang diduga terkait penggunaan gas N2O, pelaku justru memperketat modus operandi agar tidak terdeteksi.

Mereka mewajibkan pembeli mencantumkan identitas usaha fiktif agar transaksi terlihat seperti business to business.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan terkait produksi dan distribusi sediaan farmasi ilegal.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini.

β€œTim akan menelusuri seluruh jaringan distribusi, termasuk aliran dana dan gudang-gudang lain yang tersebar di berbagai kota,” tegasnya.

Polisi Siapkan Langkah Tegas

Selanjutnya, Bareskrim akan melakukan uji laboratorium terhadap barang bukti, berkoordinasi dengan BPOM, serta menggelar perkara untuk menetapkan tersangka utama.

Tak hanya itu, tim gabungan juga akan memburu seluruh jaringan dan menyita gudang yang terlibat dalam bisnis ilegal ini.

Pengungkapan ini menjadi peringatan keras bahwa peredaran gas N2O ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan masyarakat. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Pantau Pergerakan Pelajar di Jakut, Antisipasi Ikut Demo di Pusat Kota
Mahasiswa Gagal Long March ke Bundaran HI, Demo di Sudirman Diadang Aparat
Polri dan Tiongkok Perkuat Aliansi Bongkar Clandestine Lab 1,2 Ton Sabu di Aceh
Viral Warga Ambil Besi Proyek Jembatan Rusun, Begini Penjelasan Polsek Cilincing
Sopir Maxim Dibacok Penumpang hingga 22 Jahitan, Begini Kronologinya
14.324 Personel Siaga Amankan Demo 28 Oktober, Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan
Baru Hari Pertama, E-TLE Rekam 103.779 Pelanggaran di Operasi Patuh Jaya 2026
Aksi Anak Tiris di Jakarta Utara Bahayakan Pengendara, Warga Minta Patroli

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Polisi Pantau Pergerakan Pelajar di Jakut, Antisipasi Ikut Demo di Pusat Kota

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Mahasiswa Gagal Long March ke Bundaran HI, Demo di Sudirman Diadang Aparat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Polri dan Tiongkok Perkuat Aliansi Bongkar Clandestine Lab 1,2 Ton Sabu di Aceh

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Viral Warga Ambil Besi Proyek Jembatan Rusun, Begini Penjelasan Polsek Cilincing

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:35 WIB

14.324 Personel Siaga Amankan Demo 28 Oktober, Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan

Berita Terbaru