Integrasi Transportasi Jakarta Dikebut, TOD Dukuh Atas Jadi Simpul Moda Modern Ibu Kota

Senin, 29 September 2025 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Kominfo)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi resmi membahas percepatan proyek transportasi massal di Ibu Kota.

Pertemuan penting itu berlangsung di Mandiri University, Jalan Tanah Abang Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025).

Dalam diskusi tersebut, keduanya langsung menekankan percepatan pembangunan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas dan peningkatan konektivitas stasiun kereta. Upaya ini dinilai krusial agar mobilitas warga Jakarta semakin cepat, aman, dan efisien.

Pramono menegaskan, TOD Dukuh Atas bakal menjadi simpul besar transportasi karena menghubungkan empat moda sekaligus, yakni LRT, MRT, KRL, dan Kereta Bandara Soekarno-Hatta.

Ia menargetkan proyek rampung pada 2027 sehingga warga bisa menikmati akses transportasi tanpa repot dan bebas hujan.

Baca Juga :  Indonesia Tegas, Pemerintah Kecewa Uni Eropa Banding Putusan WTO Soal Baja Nirkarat

Selain membahas TOD, pertemuan juga menyinggung rencana penggabungan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Menurut Pramono, langkah ini akan menambah efisiensi sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang KRL dan kereta bandara.

Tidak berhenti di situ, Gubernur DKI juga melaporkan progres positif proyek lain, mulai dari perpanjangan MRT fase 2A Bundaran HI–Kota Tua, pembangunan LRT Kelapa Gading–Manggarai, hingga solusi hambatan proyek MRT jalur Barat–Timur di Senen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selama ini ada beberapa hal yang belum tuntas. Alhamdulillah kini sudah ada kesepakatan dengan pemerintah pusat, termasuk dukungan penuh agar proyek transportasi di Jakarta segera jalan,” tegas Pramono.

Baca Juga :  Hanya Rp 80! KRL, LRT, Transjakarta & MRT Jakarta Gratiskan Tarif Spesial HUT ke-80 RI

Menhub Dudy Purwagandhi menambahkan, hasil pertemuan ini langsung menghasilkan langkah konkret untuk mempercepat pembangunan transportasi terintegrasi. Ia memastikan TOD Dukuh Atas menjadi prioritas, disusul integrasi stasiun di kawasan Sudirman dan Karet.

“Pertemuan ini sangat konstruktif. Harapan kami, TOD Dukuh Atas, Stasiun Karet, dan Sudirman bisa cepat terealisasi sehingga masyarakat mendapat transportasi publik yang nyaman dan terintegrasi,” ujar Dudy.

Dengan adanya percepatan ini, Pemprov DKI dan Kemenhub optimistis Jakarta mampu mengejar target konektivitas transportasi modern. Selain memudahkan mobilitas warga, proyek ini juga diharapkan menekan kemacetan yang selama ini menghantui Ibu Kota. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir
Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan
LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar
Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi
Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:31 WIB

Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:33 WIB

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Eskalasi kekerasan di perbatasan. Pembunuhan seorang tetua suku yang anti-militan memicu baku tembak sengit antara komite perdamaian lokal dan kelompok bersenjata di wilayah Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB