Bandar Sabu Samarinda Dibekuk, Omzet Jaringan Capai Rp630 Miliar

Senin, 18 Mei 2026 - 04:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Bareskrim Polri menunjukkan barang bukti 15 kilogram sabu dan 315 cartridge vape etomidate hasil penggerebekan kampung narkoba di Gang Langgar Samarinda Kalimantan Timur. (Posnews/Ist)

Petugas Bareskrim Polri menunjukkan barang bukti 15 kilogram sabu dan 315 cartridge vape etomidate hasil penggerebekan kampung narkoba di Gang Langgar Samarinda Kalimantan Timur. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri membongkar praktik peredaran narkoba terorganisir di kawasan Gang Langgar, Samarinda Seberang, Samarinda.

Dalam operasi besar yang berlangsung selama beberapa hari itu, polisi menangkap 13 tersangka, menyita 15 kilogram sabu hingga ratusan cartridge vape diduga mengandung etomidate dan THC.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat soal maraknya transaksi narkoba yang berlangsung terang-terangan di Gang Langgar, Samarinda Seberang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peredaran narkoba di lokasi itu berjalan terbuka, terstruktur, dan terorganisir. Mereka bahkan menyiapkan pengawas di setiap titik menggunakan handy talky,” kata Eko, Minggu (17/5/2026).

Polisi Lakukan Undercover Buy

Tim Subdit IV Dittipidnarkoba bersama Satgas NIC lebih dulu melakukan penyelidikan sejak Maret 2026.

Saat melakukan pengintaian pada 11 hingga 13 Mei 2026, polisi menemukan puluhan penjaga atau “sniper” yang bertugas mengawasi jalur masuk menuju lapak narkoba.

Modusnya terbilang rapi. Pengawas di depan gang memberi kode tangan kepada pembeli agar masuk ke lokasi transaksi. Selanjutnya, pembeli diarahkan menuju loket sabu di Blok F.

Baca Juga :  Polisi Libatkan Ahli Forensik Usut Kelayakan Truk Penyebab Kecelakaan di Bekasi

Bahkan, polisi mencatat ada sekitar 21 hingga 31 pengawas yang berjaga di sejumlah titik gang saat transaksi berlangsung.

“Pembeli hanya boleh masuk satu orang. Jika berboncengan, salah satu harus turun dan menunggu di luar,” ujar Eko.

Harga satu paket kecil sabu dibanderol Rp150 ribu per klip.

Bandar hingga Pengawas Ditangkap

Pada Jumat (15/5/2026), tim gabungan bergerak serentak dan menangkap bandar utama bernama Firnandes alias Nando di sebuah hotel di Samarinda.

Nando diduga menjadi pengendali lapak narkoba dan merupakan anak dari bandar berinisial Andes alias H Endi yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

Selain itu, polisi menangkap sejumlah pelaku lain yang berperan sebagai penjual, kurir, hingga pengawas lapangan.

Petugas juga masih memburu beberapa buronan lain, termasuk H Andi Sudi, Malik, dan oknum Bripka berinisial Dedy Wiratama yang diduga terlibat sebagai pengawas jaringan.

Sita 15 Kg Sabu dan 315 Vape Etomidate

Tak berhenti di Samarinda, tim bergerak ke Balikpapan usai menerima informasi adanya pengiriman narkoba besar.

Baca Juga :  Bareskrim Bongkar Modus Haji Instan, Jamaah Dikirim Pakai Visa Tenaga Kerja

Pada Sabtu (16/5/2026) malam, polisi menangkap kurir bernama Hadi Saputra di kawasan Balikpapan Utara.

Dari mobil Honda Jazz merah yang digunakan pelaku, polisi menemukan:

  • 15 kilogram sabu
  • 315 cartridge vape diduga mengandung etomidate/THC
  • mobil Honda Jazz
  • motor Yamaha Mio
  • sejumlah ponsel

Kurir tersebut mengaku sudah 10 kali mengirim narkoba dan dijanjikan bayaran Rp15 juta sekali antar.

Omzet Kampung Narkoba Tembus Rp630 Miliar

Polisi mengungkap lapak narkoba di Gang Langgar sudah beroperasi selama empat tahun.

Setiap hari, jaringan itu diduga menjual sekitar 1.000 hingga 1.200 paket sabu.

Dalam empat tahun, total peredaran diperkirakan mencapai:

  • 1,4 juta hingga 1,7 juta klip sabu
  • sekitar 350,4 kilogram sabu
  • nilai ekonomi mencapai Rp630,7 miliar
  • potensi pengguna mencapai 1,7 juta jiwa

Sementara dari pengungkapan terbaru ini, polisi mengklaim berhasil menyelamatkan sekitar 75.630 jiwa dari ancaman narkoba.

Saat ini seluruh tersangka dan barang bukti telah dibawa ke kantor Bareskrim Polri untuk pemeriksaan lanjutan.

Penyidik juga masih memburu para buronan yang diduga menjadi aktor utama di balik bisnis haram tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gugur Saat Bertugas, Aipda Yudhie Terima Penghormatan Tertinggi dari Polri
Harga Sawit Malaysia Menguat ke Level MYR 4.550
Tujuh Tersangka Penyekapan Karyawan Mau Print Diproses, Polda Bentuk Tim Terpadu
Brigjen Eko Pastikan Bareskrim Buru Pelaku Penyerangan Polisi di Katingan
Tolak Dipalak Rp10 Ribu, Pedagang Buah di Tangerang Jadi Korban Pembacokan
Ekspor Sawit Melonjak Tipis, Indonesia Tetap Alami Defisit
KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin dalam OTT, Sejumlah Pihak Ikut Diamankan
Rekonstruksi Kasus Penyekapan Yuvita Peragakan 21 Adegan, Polisi Ungkap Fakta Baru

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:11 WIB

Gugur Saat Bertugas, Aipda Yudhie Terima Penghormatan Tertinggi dari Polri

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:35 WIB

Harga Sawit Malaysia Menguat ke Level MYR 4.550

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:19 WIB

Tujuh Tersangka Penyekapan Karyawan Mau Print Diproses, Polda Bentuk Tim Terpadu

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:06 WIB

Brigjen Eko Pastikan Bareskrim Buru Pelaku Penyerangan Polisi di Katingan

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:47 WIB

Tolak Dipalak Rp10 Ribu, Pedagang Buah di Tangerang Jadi Korban Pembacokan

Berita Terbaru

Sentimen positif pasar nabati. Peluncuran mandat B50 oleh Presiden Prabowo serta penguatan ekspor sukses mengerek kembali harga sawit global. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Harga Sawit Malaysia Menguat ke Level MYR 4.550

Jumat, 3 Jul 2026 - 14:35 WIB