Berantas Narkoba Internal, Kapolri Perintahkan Tes Urine Massal di Seluruh Indonesia

Jumat, 20 Februari 2026 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan perintah Kapolri terkait tes urine nasional. (Posnews/Ist)

Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan perintah Kapolri terkait tes urine nasional. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kapolri Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh jajaran kepolisian di Indonesia menggelar tes urine serentak.

Langkah tegas ini muncul setelah masih ditemukannya anggota Polri yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba.

Perintah tersebut disampaikan melalui Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mabes Polri, Kamis (19/2/2026).

Ia menegaskan, tes urine massal ini bertujuan memastikan seluruh personel Polri benar-benar bersih dari narkotika sekaligus menjaga integritas institusi.

“Berdasarkan perintah Kapolri, Divpropam Polri bersama jajaran akan melaksanakan pemeriksaan urine secara serentak di seluruh wilayah Indonesia,” tegas Trunoyudo.

Libatkan Pengawasan Berlapis dari Mabes hingga Daerah

Selanjutnya, Polri menerapkan pengawasan ketat dan berlapis. Pemeriksaan urine akan melibatkan fungsi pengawas internal maupun eksternal, mulai dari tingkat Mabes Polri, polda, hingga satuan kewilayahan.

Baca Juga :  BNN Sultra Bongkar Jaringan Narkoba Nasional, Sita 2 Kg Sabu di Kendari

Dengan demikian, Polri memastikan proses berjalan transparan, akuntabel, dan tanpa tebang pilih. Setiap anggota yang terbukti melanggar akan diproses sesuai aturan disiplin dan hukum yang berlaku.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Trunoyudo, kebijakan ini menunjukkan keseriusan Kapolri dalam membersihkan internal Polri dari narkoba.

Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemberantasan narkoba sebagai prioritas nasional.

Narkoba Disebut Kejahatan Luar Biasa

Lebih lanjut, Polri menegaskan perang terhadap narkoba tidak hanya menyasar jaringan eksternal, tetapi juga internal institusi.

Baca Juga :  Doom Spending: Menghabiskan Uang Hari Ini Karena Masa Depan Terasa Gelap

Narkoba dinilai sebagai kejahatan luar biasa yang mengancam masa depan generasi bangsa.

“Polri tidak akan berhenti memerangi narkoba sebagai kejahatan luar biasa yang dapat merusak masa depan bangsa Indonesia,” ujar Trunoyudo.

Tes urine serentak ini menjadi bagian dari langkah preventif dan pengawasan internal untuk memperkuat integritas anggota.

Di sisi lain, kebijakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kembali kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Dengan langkah tegas ini, Kapolri menegaskan komitmen: tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkoba di tubuh Polri. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengenal Metaverse di Tahun 2026: Masihkah Relevan atau Hanya Sekadar Tren?
5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam
49 Siswa MTs di Cilegon Keracunan Usai Menyantap MBG, Polisi Selidiki Dapur SPPG
Panduan Membangun Smart Home Budget Minimalis: Mulai dari Mana?
Suami Bunuh Istri 17 Tahun di Minahasa Tenggara, Cemburu Berujung Maut
Banjir Jakarta 17 April 2026, 21 RT Terendam Akibat Luapan Kali Ciliwung
Rumah Terkunci Jadi Petaka, 5 Orang Sekeluarga Tewas Terbakar – Api dari Tiang Listrik
Digital Detox 101: Cara Memutus Kecanduan Gadget

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 12:40 WIB

Mengenal Metaverse di Tahun 2026: Masihkah Relevan atau Hanya Sekadar Tren?

Jumat, 17 April 2026 - 11:32 WIB

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Jumat, 17 April 2026 - 10:27 WIB

49 Siswa MTs di Cilegon Keracunan Usai Menyantap MBG, Polisi Selidiki Dapur SPPG

Jumat, 17 April 2026 - 10:25 WIB

Panduan Membangun Smart Home Budget Minimalis: Mulai dari Mana?

Jumat, 17 April 2026 - 10:05 WIB

Suami Bunuh Istri 17 Tahun di Minahasa Tenggara, Cemburu Berujung Maut

Berita Terbaru

Ilustrasi, Benteng digital yang retak. Di tahun 2026, metode peretasan telah berevolusi menggunakan kecerdasan buatan, membuat kebiasaan lama kita tidak lagi cukup untuk melindungi identitas dan aset finansial di ruang siber. Dok: Istimewa.

NETIZEN

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Jumat, 17 Apr 2026 - 11:32 WIB