JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tancap gas. Operasi modifikasi cuaca digelar demi redam hujan ekstrem dan cegah karhutla saat Lebaran 2026.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika langsung bergerak cepat mengantisipasi cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan operasi modifikasi cuaca sudah berjalan di sejumlah wilayah strategis Pulau Jawa.
Saat ini, BMKG memfokuskan operasi di:
- Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
Langkah ini diambil untuk menekan risiko hujan ekstrem yang bisa memicu banjir dan mengganggu arus mudik Lebaran.
Situasional, Tapi Efektif Pangkas Hujan Hingga 50 Persen
BMKG menegaskan, operasi ini bersifat fleksibel alias situasional. Artinya, modifikasi cuaca langsung digelar saat potensi hujan ekstrem terdeteksi.
“Jika hujan ekstrem berpotensi terjadi, kami turunkan intensitasnya hingga 20–50 persen,” tegas Faisal.
Dengan strategi ini, dampak hujan diharapkan tidak meluas dan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Riau Jadi Fokus Tambahan, Hujan Justru Ditambah
Menariknya, BMKG tak hanya mengurangi hujan—tapi juga menambahnya di wilayah rawan kebakaran.
Di Riau, operasi modifikasi cuaca difokuskan untuk meningkatkan curah hujan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG juga mengungkap fakta mengejutkan: musim kemarau 2026 diprediksi datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama dibanding tahun sebelumnya.
Akibatnya, Indonesia berpotensi menghadapi kekeringan, karhutla, hingga gangguan kesehatan jika tidak diantisipasi sejak dini.
Dampak Lebih Luas: Pangan hingga Kesehatan Terancam
Selain cuaca ekstrem, kondisi ini juga berdampak pada ketahanan pangan nasional. Karena itu, BMKG mengingatkan semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan sejak sekarang.
Kesimpulannya, BMKG tak tinggal diam menghadapi ancaman cuaca ekstrem Lebaran 2026.
Dari menekan hujan di Jawa hingga menambah hujan di Riau, strategi ini jadi kunci menjaga keselamatan masyarakat dan stabilitas nasional. (red)
Editor : Hadwan




















