BNN Gerebek Pabrik Narkoba Tembakau Sintetis di Tangerang – Koki hingga Kurir Dibekuk

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BNN menunjukkan barang bukti tembakau sintetis MDMB-4en-Pinaca hasil penggerebekan pabrik narkoba di Tangerang, Banten. (Posnews/BNN)

Petugas BNN menunjukkan barang bukti tembakau sintetis MDMB-4en-Pinaca hasil penggerebekan pabrik narkoba di Tangerang, Banten. (Posnews/BNN)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar pabrik narkotika golongan I jenis MDMB-4en-Pinaca atau tembakau sintetis di kawasan perumahan Tangerang, Banten.

Dalam penggerebekan itu, petugas menangkap tiga pelaku, mulai dari koki produksi hingga kurir.

Direktur Psikotropika dan Prekursor BNN Aldrin Hutabarat mengatakan, pengungkapan berlangsung pada Jumat (9/1/2026) usai tim menerima laporan masyarakat dan melakukan penyelidikan selama dua bulan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tim memastikan rumah itu berfungsi sebagai pabrik tembakau sintetis selama sekitar dua bulan,” ujar Aldrin, Minggu (11/1/2026).

Baca Juga :  Truk Oleng dan Hantam Pagar Toko di Jalan Raya Jogja-Solo, Ban Pecah Jadi Pemicu

BNN menetapkan ZD sebagai pelaku utama dan koki produksi, FH sebagai penguji hasil produksi, serta FIR sebagai kurir.

Dari lokasi, petugas menyita 153 gram MDMB-4en-Pinaca, 808,9 gram berbentuk padatan, residu, serta bahan kimia dan alat laboratorium.

Para pelaku mengaku membeli bahan baku dan peralatan secara daring.

Aldrin menegaskan, pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama lintas direktorat BNN dengan dukungan informasi masyarakat.

Baca Juga :  Polda Metro Dalami Asal 74 Kg Emas dan Uang Ratusan Miliar, Tersangka Baru Segera Diumumkan?

Atas perbuatannya, penyidik menjerat ketiga pelaku dengan Pasal 610 ayat (1) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2026, dengan ancaman penjara hingga 15 tahun atau denda maksimal Rp500 juta.

“Pengungkapan ini menyelamatkan sekitar 8.000 jiwa anak bangsa,” tegas Aldrin.

BNN memastikan penyidikan terus dikembangkan untuk membongkar jaringan narkotika yang lebih luas.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sering Jadi Arena Balap Liar, JLNT Antasari Ditutup Setiap Akhir Pekan
Pramono Datangi 44 Kecamatan, Tak Mau Hanya Terima Laporan
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan, 3 Polisi Diperiksa Buntut Penggeledahan Ponpes
Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi
Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi
Hati-hati Basah! BMKG Rilis Peringatan Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Cek Daftarnya
Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban
Balita 20 Bulan Tewas, Jasadnya Dibawa Naik Taksi hingga Dikubur di Benhil

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 20:13 WIB

Sering Jadi Arena Balap Liar, JLNT Antasari Ditutup Setiap Akhir Pekan

Senin, 2 November 2026 - 19:12 WIB

Pramono Datangi 44 Kecamatan, Tak Mau Hanya Terima Laporan

Senin, 2 November 2026 - 11:07 WIB

Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi

Senin, 2 November 2026 - 07:53 WIB

Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi

Senin, 2 November 2026 - 06:02 WIB

Hati-hati Basah! BMKG Rilis Peringatan Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Cek Daftarnya

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
(Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

Pramono Datangi 44 Kecamatan, Tak Mau Hanya Terima Laporan

Senin, 2 Nov 2026 - 19:12 WIB