BNPB Temukan 36 Jenazah di Ponpes Al-Khoziny, 27 Santri Masih Tertimbun

Minggu, 5 Oktober 2025 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan saat konferensi. Dok: Istimewa

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan saat konferensi. Dok: Istimewa

SIDOARJO, POSNEWS.CO.ID – Tim evakuasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berjibaku di tengah puing bangunan Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Hingga Minggu (5/10/2025) pagi, jumlah korban tewas terus bertambah. Sebanyak 36 jenazah berhasil dievakuasi, sementara puluhan lainnya masih tertimbun reruntuhan.

Deputi Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, mengungkapkan bahwa tim gabungan masih berupaya keras menembus tumpukan beton di area musala pesantren yang rata dengan tanah.

“Pagi ini kita temukan total 36 jenazah, dan 27 orang lagi diduga masih tertimbun. Namun angka ini bisa berubah karena kondisi lapangan sangat dinamis,” ujar Budi dalam konferensi pers di lokasi.

Baca Juga :  Puncak Mudik di Pelabuhan Merak Dini Hari Ini, Menhub Pastikan Kapal Siaga Penuh

Ia menjelaskan, sebanyak 11 jenazah ditemukan semalam setelah tim bekerja tanpa henti sejak Sabtu malam. Menurutnya, proses evakuasi kini telah mencapai 60 persen dari total area reruntuhan.

“Kalau melihat progresnya, kami optimistis besok semua area sudah bisa diratakan, sehingga jumlah pasti korban bisa diketahui,” jelas Budi.

Budi menegaskan, seluruh petugas dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan bahu-membahu membersihkan puing demi puing dengan alat berat. Proses ini penuh tantangan karena kondisi struktur bangunan rapuh dan rawan ambruk.

Baca Juga :  Bareskrim Luncurkan Layanan Pengaduan Reserse Online, Chat dan WhatsApp Bisa Digunakan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari pantauan kami, kegiatan evakuasi tidak akan lama lagi. Harapan saya, paling lambat besok semua area sudah rata, sehingga kita bisa menuntaskan pencarian,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, suasana duka masih menyelimuti lokasi pesantren. Isak tangis keluarga korban terus terdengar, berharap sanak saudara mereka segera ditemukan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB