Bos Tambang Nikel Windu Aji Lolos Hukuman TPPU, Hakim Pecah Suara di Tipikor

Kamis, 25 September 2025 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bos tambang Windu Aji Sutanto saat sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Dok: Twitter @/_palungmariana

Bos tambang Windu Aji Sutanto saat sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Dok: Twitter @/_palungmariana

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Skandal hukum tambang nikel di Blok Mandiodo, Konawe Utara, bikin geger lagi. Windu Aji Sutanto, bos PT Lawu Agung Mining (LAM), lolos dari jerat tindak pidana pencucian uang (TPPU) meski jelas-jelas terbukti memutar duit korupsi Rp 1,7 miliar buat beli mobil mewah.

Dua hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025), kompak menyatakan perkara TPPU Windu nebis in idem alias tidak bisa dihukum dua kali. Namun, hakim anggota Hiashinta Fransiska Manalu melawan arus dan mengeluarkan dissenting opinion.

Hakim Berantem Opini

Ketua majelis hakim Sri Hartati lantang mengetok palu: “Mengadili, menyatakan perkara terdakwa atas nama Windu Aji Sutanto nebis in idem.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Artinya, perkara pencucian uang dianggap duplikat dari kasus korupsi tambang nikel yang sudah inkrah. Dengan alasan itu, Windu pun lolos dari hukuman.

Baca Juga :  Tarif Trump Makan Korban: Raksasa Baja Kanada Algoma Steel PHK 1.000 Pekerja

Tapi, hakim Hiashinta menolak mentah-mentah putusan ini. Ia menegaskan, korupsi dan pencucian uang berbeda unsur pidana meski bersumber dari peristiwa sama.

“Bahwa walaupun dakwaan didasarkan pada peristiwa yang sama, tetapi perbuatan pidananya berbeda dan diatur dalam undang-undang berbeda,” tegas Hiashinta.

Duit Haram Disulap Jadi Mobil Mewah

Fakta persidangan justru membongkar aib Windu. Ia ketahuan memakai duit hasil penjualan nikel untuk membeli Toyota Land Cruiser, Alphard, dan Mercedes-Benz atas nama PT LAM.

Hakim menyebut Windu memakai rekening orang lain, yakni Supriono dan Opah Erlangga Pratama, buat menampung duit nikel sebesar Rp 1,7 miliar.

“Menimbang bahwa Terdakwa Windu Aji Sutanto menerima transfer Rp 1.708.773.000 melalui rekening pihak lain,” ujar hakim.

Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas

Kasus ini bikin publik garuk kepala. Bagaimana bisa orang yang nyata-nyata belanja mobil mewah pakai duit korupsi justru tidak divonis bersalah?

Baca Juga :  Skandal Investasi Syariah, Modus Proyek Fiktif PT DSI - 15 Ribu Lender Rugi Rp2,4 Triliun

Hakim Hiashinta sudah jelas menilai tidak ada alasan pemaaf bagi Windu. Tapi suaranya kalah dari dua hakim lain. Lagi-lagi, hukum Indonesia terlihat tajam ke bawah, tumpul ke atas.

Rakyat kecil bisa dipenjara hanya karena maling semangka, sementara bos tambang triliunan bisa melenggang bebas dengan dalih asas hukum.

Glenn Ikut Bebas

Tak hanya Windu, rekannya Glenn Ario Sudarto, pelaksana lapangan PT LAM, juga ikut melenggang. Hakim menyatakan perkara TPPU Glenn juga nebis in idem, padahal jaksa sudah menuntut 5 tahun penjara plus denda Rp 500 juta.

Sementara Windu sendiri sebelumnya dituntut 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MUI Kritik Maraknya OTT Korupsi, Sistem Dinilai Gagal Bikin Koruptor Jera
Sabu, Ganja, dan 30 CD Porno Ditemukan di Sekolah Swasta Jakarta Selatan
UNMA dan BNN Perkuat Kolaborasi Cegah Narkotika, Mahasiswa Didorong Jadi Agen Perubahan
Temuan 995 Senjata di Sekolah Jaksel, Polisi Diminta Buka Ruangan Mirip Bunker
Nasabah Dibacok Usai Ambil Uang di Bank, Rp30 Juta Dibawa Kabur
Polres Jakbar Musnahkan Narkoba Rp119 Miliar, Jaringan Internasional Digulung
Fakta Baru Mutilasi Depok, Polisi Dalami Dugaan Tersangka di Grup Komunitas Gay
War Ticket Istana Merdeka Diserbu, 128.331 Orang Berebut Undangan HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Sabu, Ganja, dan 30 CD Porno Ditemukan di Sekolah Swasta Jakarta Selatan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:33 WIB

UNMA dan BNN Perkuat Kolaborasi Cegah Narkotika, Mahasiswa Didorong Jadi Agen Perubahan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Temuan 995 Senjata di Sekolah Jaksel, Polisi Diminta Buka Ruangan Mirip Bunker

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Nasabah Dibacok Usai Ambil Uang di Bank, Rp30 Juta Dibawa Kabur

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Polres Jakbar Musnahkan Narkoba Rp119 Miliar, Jaringan Internasional Digulung

Berita Terbaru

Senat AS mengonfirmasi Dr Erica Schwartz sebagai Direktur CDC di tengah krisis internal lembaga. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Jumat, 7 Agu 2026 - 11:02 WIB

Militer Israel menggempur kembali kawasan Lebanon selatan di tengah berlangsungnya negosiasi diplomatik di Roma. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel Gelar Serangan Susulan di Lebanon Selatan Saat Diplomasi

Jumat, 7 Agu 2026 - 10:00 WIB

Departemen Luar Negeri AS memperketat pemeriksaan media sosial jurnalis asing demi memverifikasi kelayakan visa dan menjaga keamanan nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Periksa Akun Media Sosial Jurnalis Asing Pemohon Visa

Jumat, 7 Agu 2026 - 09:00 WIB

Amerika Serikat melanjutkan perundingan lisensi produksi rudal interceptor Patriot untuk Ukraina guna memperkuat pertahanan udara dari serangan Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tetap Dorong Lisensi Rudal Patriot Ukraina

Jumat, 7 Agu 2026 - 09:00 WIB

Gelombang panas ekstrem menerjang Korea Selatan hingga suhu Seoul mendekati rekor bersejarah 39 derajat Celsius. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Lee Jae Myung Siaga Satu Sambut Puncak Gelombang

Jumat, 7 Agu 2026 - 08:00 WIB