Buruh Siapkan Aksi di DPR 30 September 2025, KSPSI Imbau Tidak Terprovokasi

Senin, 29 September 2025 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ribuan buruh menggelar aksi demonstrasi menolak UMP dan UMSK di kawasan Istana Negara, Jakarta. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Ribuan buruh menggelar aksi demonstrasi menolak UMP dan UMSK di kawasan Istana Negara, Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Massa buruh bakal menggedor Gedung DPR RI, Selasa (30/9/2025). Aksi besar-besaran itu membawa sederet tuntutan, salah satunya mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan yang baru.

Namun, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Moh Jumhur Hidayat tegas meminta anggotanya tidak ikut turun ke jalan.

“Kita fokus pada dialog dengan pemerintah dan DPR untuk mengubah UU Cipta Kerja sesuai perintah Mahkamah Konstitusi (MK),” kata Jumhur dalam forum dialog di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (28/9/2025).

Baca Juga :  Pemuda Tanpa Helm Tabrak Trotoar di Cikarang Barat, Tubuh Terlempar 3 Meter: Evakuasi Dramatis

Jumhur menyebut, buruh kini masih menaruh harapan pada Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, Prabowo sudah membuka ruang revisi UU Ciptaker agar tidak terlalu kapitalistik. DPR juga memberi peluang besar dengan menyiapkan forum dialog.

“Ini beda dengan pemerintahan sebelumnya yang justru menerbitkan Perppu untuk menghidupkan kembali UU Ciptaker,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan buruh agar tidak terpancing provokasi menjelang aksi 30 September. “Kita bergerak dengan gendang kita sendiri, bukan dengan gendang orang lain,” ujarnya mengingatkan.

Baca Juga :  Kerusuhan Pekerja Tambang Nikel Kolaka, Dua TKA China Diamankan Polisi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jumhur menambahkan, satu tahun kepemimpinan Prabowo ditandai sejumlah kebijakan pro-rakyat. Mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kenaikan harga gabah untuk petani, hingga penyesuaian upah minimum naik 6,5%.

Menurutnya, buruh seharusnya ikut mendorong program itu agar berjalan sukses. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu
Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda
Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026
Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 169 Ribu Kendaraan Menyeberang ke Jawa dari Bakauheni
Cuaca Jabodetabek 29 Maret 2026: Hujan Meluas, Bogor Berpotensi Diguyur Lebat
‘Bang Jago’ Palak Pengendara di Tanah Abang, Rampas Kartu E-Toll, 2 Pelaku Dibekuk Polisi
Bongkar Jaringan Ketamine! Bareskrim Sita 6,2 Kg Ketamine di Deli Serdang, Nilai Rp18,7 Miliar

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:05 WIB

Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:09 WIB

Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:48 WIB

Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:31 WIB

Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:20 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 169 Ribu Kendaraan Menyeberang ke Jawa dari Bakauheni

Berita Terbaru