Viral! Ustadz Dihakimi Massa di Karawang, Kepergok Selingkuh dengan Istri Orang

Sabtu, 28 Maret 2026 - 06:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pria diikat di pos ronda dan dikerumuni warga setelah diduga terlibat kasus perselingkuhan di Karawang. (Posnews/Ist)

Seorang pria diikat di pos ronda dan dikerumuni warga setelah diduga terlibat kasus perselingkuhan di Karawang. (Posnews/Ist)

KARAWANG, POSNEWS.CO.ID – Seorang pemuka agama berinisial AP (42) menjadi bulan-bulanan ratusan warga di Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, setelah kepergok diduga melakukan perzinahan dengan istri orang.

Aksi main hakim sendiri ini nyaris berujung maut sebelum aparat turun tangan.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (26/3/2026) dan langsung memicu kemarahan warga. AP diduga tertangkap basah bersama seorang perempuan berinisial UM, yang merupakan istri orang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, keduanya mengakui hubungan terlarang tersebut.

β€œSetelah diinterogasi pihak keluarga, AP dan UM mengaku telah melakukan hubungan intim lebih dari satu kali,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga :  Polisi Didesak Usut Tuntas Penyerangan Brutal Oknum Ormas Sakera ke Anggota BRN di Pasuruan

Diikat di Pos Ronda, Dihajar Bertubi-tubi

Selanjutnya, situasi langsung memanas. Dalam video yang beredar, ratusan warga memadati lokasi dan meluapkan emosi.

Massa bahkan mengikat AP di pos ronda sebelum menghajarnya secara brutal dengan pukulan dan tendangan.

Aksi ini menunjukkan bagaimana emosi kolektif warga bisa berubah menjadi tindakan berbahaya yang melanggar hukum.

Beruntung, aparat dari kepolisian dan TNI yang tiba di lokasi segera mengambil tindakan cepat. Petugas melakukan evakuasi paksa terhadap AP dari kepungan massa yang semakin beringas.

Langkah sigap ini berhasil menyelamatkan nyawa AP dari amukan warga yang tak terkendali.

Baca Juga :  Ngeri! Anak di Lahat Mutilasi Ibu Kandung, Jasad Dikubur dalam 3 Karung

Diproses Hukum, Bukan Main Hakim Sendiri

Saat ini, AP dan UM telah diamankan di Unit TPPO dan PPA Polres Karawang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa dugaan pelanggaran hukum, termasuk perzinahan, harus diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan kekerasan atau aksi main hakim sendiri.

Polisi mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak terpancing emosi. Tindakan kekerasan justru dapat menjerat pelaku pengeroyokan dengan sanksi pidana.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga nilai sosial dan moral, serta menyelesaikan konflik secara bijak dan sesuai hukum yang berlaku. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak
Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan
Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar
Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi
Oknum Polisi Tegal Positif Sabu, Kasus Dugaan Siksa Istri Siri Makin Terkuak
Lulusan S2 Rampok Toko Emas di Depok, Gasak Rp20 Juta demi Bayar Utang Pinjol
Polri Tetapkan 32 Tersangka Haji Ilegal 2026, Kerugian Korban Rp116,7 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:00 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:41 WIB

Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:02 WIB

Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:42 WIB

Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:27 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB