Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabinet Perdana Menteri Sanae Takaichi menyetujui pemotongan pajak konsumsi makanan dan minuman menjadi 1 persen untuk meredam inflasi. Dok: Istimewa.

Kabinet Perdana Menteri Sanae Takaichi menyetujui pemotongan pajak konsumsi makanan dan minuman menjadi 1 persen untuk meredam inflasi. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi kembali memicu perdebatan hangat masyarakat.

Pengakuan Jam Tidur Ekstrem Sang Perdana Menteri

Takaichi membagikan pengalaman pribadinya melalui platform media sosial X pada hari Senin.

Ia mengaku hanya tidur nol hingga tiga jam setiap malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebiasaan buruk ini berjalan sejak ia menjabat pada Oktober lalu.

Ia menghabiskan waktu malam untuk memeriksa dokumen negara dan mengurus rumah tangga.

Baca Juga :  Nicolas Zepeda Divonis Penjara Seumur Hidup atas Pembunuhan Mahasiswi Jepang

Takaichi baru bisa tidur lima jam saat libur akhir pekan lalu.

Ia harus menyelesaikan ribuan surat elektronik yang menumpuk.

Gelombang Kritik dan Kekhawatiran Kubu Oposisi

Unggahan tersebut langsung memicu tanggapan tajam dari berbagai pihak.

Pemimpin Partai Demokrat untuk Rakyat Yuichiro Tamaki memberikan masukan.

Tamaki mendesak Takaichi agar mendelegasikan tugas-tugas harian kepada bawahan.

“Istirahat juga merupakan bagian dari pekerjaan,” tegas Tamaki hari Selasa.

Politisi Centrist Reform Alliance Toru Kunishige melayangkan peringatan keras.

Kunishige menilai kurang tidur dapat merusak kemampuan berpikir jernih.

Kondisi tersebut membahayakan sistem manajemen krisis nasional Jepang.

Baca Juga :  Denda $99 Juta Menanti: Australia Perketat Aturan Batas Umur

Isu Budaya Kerja dan Pembelaan Kabinet

Masyarakat menilai unggahan Takaichi mengagungkan budaya kerja berlebihan.

Sebelumnya Takaichi pernah memopulerkan slogan bekerja tanpa henti saat kampanye.

Namun Sekretaris Kabinet Minoru Kihara membela sang perdana menteri hari Rabu.

Kihara menegaskan bahwa Takaichi tetap menghormati konsep keseimbangan hidup.

Ketua Kebijakan LDP Takayuki Kobayashi juga meminta Takaichi menjaga kesehatan.

Beberapa pengamat menilai unggahan ini sebagai siasat politik semata.

Takaichi ingin meraih simpati publik pasca-penurunan tingkat kepuasan kabinet.

Peringkat kepuasan pemerintah merosot pasca-pengesahan undang-undang baru pada 17 Juli.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terbaru