Denda $99 Juta Menanti: Australia Perketat Aturan Batas Umur

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Langkah tegas dari Canberra. Pemerintah Australia bersiap melipatgandakan denda bagi platform media sosial yang gagal membendung pengguna kurang dari 16 tahun. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Langkah tegas dari Canberra. Pemerintah Australia bersiap melipatgandakan denda bagi platform media sosial yang gagal membendung pengguna kurang dari 16 tahun. Dok: Istimewa.

CANBERRA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Australia bersiap melipatgandakan denda bagi pengembang media sosial raksasa. Sebab, pengelola platform masih membiarkan anak-anak kurang dari 16 tahun mengakses akun mereka secara bebas. Oleh karena itu, menteri komunikasi akan mengajukan rancangan undang-undang baru ke parlemen pekan ini. Akibatnya, denda maksimal bagi pelanggar aturan kini melonjak hingga 99 juta dolar Australia.

Kegagalan Aturan Batas Umur Pertama

Sebelumnya, parlemen menyetujui undang-undang batas umur bagi anak-anak pada akhir tahun 2024 lalu. Namun, komisioner keselamatan online melaporkan banyak anak masih aktif berselancar pada jejaring sosial. Sebab, data bulan Maret menunjukkan tujuh dari sepuluh anak masih mengoperasikan akun lama mereka. Sementara itu, anak-anak terus menyiasati aturan pencegahan menggunakan berbagai metode penipuan digital.

Baca Juga :  Bagaimana Epstein Gunakan Kampus Elite untuk Rekrut Korban

Peningkatan Wewenang Komisioner Keselamatan

Oleh karena itu, undang-undang baru akan memberikan wewenang lebih besar kepada lembaga pengawas. Dengan demikian, komisioner dapat menuntut dokumen dan informasi langsung dari pihak ketiga. Selain itu, pengawas juga mengincar penyedia teknologi verifikasi umur untuk memeriksa klaim pengembang. Langkah tegas ini menyasar platform besar seperti Facebook, Instagram, Snapchat, TikTok, dan YouTube.

Dukungan Oposisi dan Rencana Pengadilan

Di sisi lain, komisioner keselamatan online mempersiapkan langkah hukum ke meja hijau. Sebab, beberapa platform raksasa mengabaikan langkah-langkah pencegahan akun anak secara sengaja. Namun, oposisi berjanji akan mendukung revisi aturan demi mengamankan masa depan anak. Sebab, undang-undang lama memiliki banyak celah hukum yang mempermudah pembangkangan teknologi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir
Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS
Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia
Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei
Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer
Langkah Mulus Andy Burnham: Kantongi Dukungan 80 Persen
Militer AS: Gencatan Senjata Selat Hormuz Runtuh
Flu Burung H5 Serang Australia: Kasus Pertama

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:00 WIB

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:00 WIB

Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:00 WIB

Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:00 WIB

Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:07 WIB

Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer

Berita Terbaru