Demo 20 Ribu Buruh di Silang Monas, 1.392 Personel Gabungan Dikerahkan Polisi

Senin, 29 Desember 2025 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan buruh akan memadati kawasan Monas Jakarta saat peringatan Hari Buruh Internasional dengan pengamanan ketat polisi. 
(Posnews/Ist)

Ribuan buruh akan memadati kawasan Monas Jakarta saat peringatan Hari Buruh Internasional dengan pengamanan ketat polisi. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi buruh kembali memanas. Kepolisian menyiapkan pengamanan ketat menjelang unjuk rasa besar buruh di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025).

Sebanyak 1.392 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri menegaskan, ribuan personel tersebut berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga Polsek jajaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebanyak 1.392 personel gabungan kami siapkan untuk pelayanan pengamanan unjuk rasa di wilayah Jakarta Pusat,” ujar Erlyn.

Sebelum aksi digelar, polisi lebih dulu melakukan table top war game (TWG) dan apel pengamanan di Pospol Merdeka Barat, Gambir. Selain itu, aparat juga menyiagakan pengamanan di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Meski bersiaga penuh, Erlyn menegaskan polisi mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Namun demikian, ia mengingatkan massa buruh agar tetap tertib saat menyampaikan aspirasi.

Baca Juga :  Tren Rawdogging Penerbangan: Perlawanan Ekstrem Terhadap Stimulasi Digital

“Silakan berorasi secara damai. Jangan memprovokasi, melawan petugas, membakar ban, menutup jalan, atau merusak fasilitas umum,” tegasnya.

Menurut Erlyn, kebebasan berpendapat adalah hak warga negara. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta aksi menjaga situasi tetap kondusif agar aspirasi tersampaikan dengan baik.

Sampaikan Sejumlah Tuntutan

Sementara itu, gelombang buruh dipastikan besar. Sekitar 20 ribu buruh yang tergabung dalam KSPI dan FSP ASPEK Indonesia akan menggelar aksi pada 29–30 Desember 2025.

Aksi dipusatkan di kawasan Istana Negara sebagai bentuk penolakan terhadap penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 yang dinilai tidak adil. Aksi serupa juga akan digelar di Bandung, Jawa Barat.

Presiden FSP ASPEK Indonesia Abdul Gofur menyebut aksi ini sebagai desakan langsung kepada pemerintah pusat agar segera merevisi kebijakan upah.

Baca Juga :  Aksi Curanmor Sadis di Palmerah, Warga Tertembak Saat Halangi Maling

“Aksi ini merupakan protes terhadap penetapan UMP dan UMSP 2026 di Jakarta dan Jawa Barat yang kami nilai tidak adil,” ujar Gofur.

Buruh meminta Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan kepala daerah agar menetapkan UMP berdasarkan 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Menurut Gofur, biaya hidup Jakarta yang tinggi tidak sebanding dengan kenaikan upah saat ini.

Ia menyoroti ketimpangan UMP Jakarta yang justru lebih rendah dibandingkan UMK Kota Bekasi yang hampir Rp6 juta.

“Kenaikan UMP Jakarta 6,17 persen tidak signifikan karena tergerus inflasi dan harga kebutuhan pokok. Buruh hanya bertahan hidup,” tegasnya.

Dalam aksi ini, buruh menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Gubernur DKI Jakarta, yakni merevisi keputusan UMP 2026, menetapkan UMP Jakarta minimal Rp6 juta, serta mengembalikan martabat dan kesejahteraan buruh sebagai penopang utama ekonomi ibu kota.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak
Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan
Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar
Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi
Lulusan S2 Rampok Toko Emas di Depok, Gasak Rp20 Juta demi Bayar Utang Pinjol
Cuaca Jabodetabek Rabu 8 Juli 2026: Cerah Berawan, Suhu Maksimal 34 Derajat
Polri Tetapkan 32 Tersangka Haji Ilegal 2026, Kerugian Korban Rp116,7 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:00 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:41 WIB

Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:02 WIB

Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:42 WIB

Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:27 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB