Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menunjukkan barang bukti sabu, ketamin, MDMA, dan cartridge etomidate usai membongkar jaringan narkoba yang diduga dikendalikan narapidana dari Lapas Bengkalis. (Posnews/Bareskrim Polri)

Petugas Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menunjukkan barang bukti sabu, ketamin, MDMA, dan cartridge etomidate usai membongkar jaringan narkoba yang diduga dikendalikan narapidana dari Lapas Bengkalis. (Posnews/Bareskrim Polri)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi pengendalian bisnis narkoba dari balik jeruji kembali terbongkar.

Bareskrim Polri mengungkap jaringan penyelundupan narkotika dari Malaysia yang diduga dikendalikan seorang narapidana di Lapas Bengkalis.

Polisi pun menangkap seorang kurir dan menyita barang bukti narkotika dalam jumlah besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengungkapkan hasil pemeriksaan menunjukkan jaringan tersebut diduga dikendalikan narapidana Safrizal alias SAF alias OMO dari dalam Lapas Bengkalis.

Menurut Eko, Safrizal menghubungi M Syahril pada 2 Juli 2026 dan menawarkan pekerjaan mengantarkan narkotika dari Pulau Bengkalis menuju Pangkalan Kerinci.

Baca Juga :  Cetak Uang Palsu di Kontrakan, Pria di Tangerang Dicokok Saat Hendak Bertransaksi

Sebagai imbalan, pelaku dijanjikan bayaran Rp110 juta. Bahkan, M Syahril telah menerima uang operasional sebesar Rp5 juta melalui transfer dompet digital DANA sebelum menjalankan aksinya.

Jaringan Narkoba Selundupkan Barang Haram dari Malaysia Lewat Jalur Laut

Penyidikan mengungkap narkotika tersebut masuk ke Indonesia melalui jalur laut dari Malaysia. M Syahril mengaku menerima barang haram itu dari pria berinisial R yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

R diketahui berperan sebagai kurir sekaligus tekong kapal yang membawa narkotika dari Malaysia ke wilayah pesisir Bengkalis.

Pada 5 Juli 2026, R menghubungi M Syahril untuk mengambil paket narkotika di kawasan Kelemantan Barat, Bengkalis sebelum keduanya berpisah.

Tim Gabungan Tangkap Kurir dan Sita Belasan Kilogram Narkotika

Kasus ini terungkap setelah tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Satgas NIC menerima informasi mengenai penyelundupan narkotika melalui jalur laut dari Malaysia menuju Bengkalis.

Baca Juga :  Heboh Wanita Tergeletak di Danau Cincin Tanjung Priok, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

Selanjutnya, penyidik berkoordinasi dengan Bea Cukai Bengkalis untuk memetakan pergerakan jaringan tersebut sebelum melakukan penindakan.

Tim yang dipimpin Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury akhirnya menangkap M Syahril di Jalan Utama Ketam, Desa Kelemantan, Kecamatan Bengkalis, pada Minggu (5/7/2026).

Dari hasil penggeledahan, polisi menyita barang bukti berupa:

  • 10.861 gram sabu (metamfetamin);
  • 858 gram ketamin;
  • 472 gram MDMA (ekstasi);
  • 496 cartridge yang mengandung etomidate, obat anestesi yang belakangan kerap disalahgunakan dalam rokok elektrik.

Polisi Buru Pengendali dan Kurir Laut

Bareskrim Polri memburu R yang diduga menyelundupkan narkotika dari Malaysia melalui jalur laut. Polisi juga memburu narapidana Lapas Bengkalis yang diduga mengendalikan jaringan tersebut dari balik penjara.

Selain itu, penyidik menelusuri aliran dana, mengungkap jaringan pemasok, dan memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika di Riau. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Personel Amankan Demo Jakarta, Pangdam dan Kapolda Beri Pesan Tegas
Kematian Bharatu Valdo Sisakan Pertanyaan, Pengacara Minta Penyidikan Dibuka Terang
4 Proyektil Bersarang di Kepala Bharatu Valdo, Pengacara Curiga Ada Pelaku Lain
Nyawa Pelajar 14 Tahun Tak Tertolong Usai Ditabrak Pajero di Mampang
Kapolsek Tanjung Priok: Jangan Rusak Masa Depan karena Narkoba dan Tawuran
Bharatu Valdo Tewas Ditembak Rekan, Dudung Soroti Rekrutmen Anggota Polri
Ayah Disebut Berjualan Siomai, Ternyata Anak di Brebes Mengaku Membunuhnya
Bharatu Valdo Tewas, Keluarga Pertanyakan Motif dan Dugaan Pelaku Lain

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Ribuan Personel Amankan Demo Jakarta, Pangdam dan Kapolda Beri Pesan Tegas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:32 WIB

Kematian Bharatu Valdo Sisakan Pertanyaan, Pengacara Minta Penyidikan Dibuka Terang

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:35 WIB

4 Proyektil Bersarang di Kepala Bharatu Valdo, Pengacara Curiga Ada Pelaku Lain

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Nyawa Pelajar 14 Tahun Tak Tertolong Usai Ditabrak Pajero di Mampang

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Kapolsek Tanjung Priok: Jangan Rusak Masa Depan karena Narkoba dan Tawuran

Berita Terbaru

Emmanuel Macron mengutuk kerusuhan dan penjarahan massal di Prancis. Polisi menahan 2.400 orang usai bentrokan unjuk rasa biaya hidup. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Emmanuel Macron Mengutuk Kerusuhan Dan Penjarahan Massal

Selasa, 20 Okt 2026 - 10:03 WIB

Layar TV hitam saat menghubungkan Nintendo Switch 2? Simak panduan mengatasi masalah kabel HDMI 2.1, daya 54W, dan pengaturan konsol di sini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Mengatasi Nintendo Switch 2 Yang Tidak Terhubung Ke Layar TV

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:43 WIB

Tesla dan SpaceX merancang Roadster berdaya pendorong gas dingin. Proyek akselerasi ekstrem ini memicu sorotan aturan ekspor ITAR dan tata kelola SEC. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Akselerasi Sub-Satu Detik Tesla Roadster Dan Implikasi Hukum

Selasa, 20 Okt 2026 - 08:36 WIB