Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

BUNIA, POSNEWS.CO.ID – Republik Demokratik Kongo menghadapi ancaman serius dari perluasan wabah virus mematikan.

Penularan Ebola Terus Meluas di Kongo

Perwakilan WHO Anne Ancia membagikan laporan kondisi kesehatan terkini dari kota Bunia. Wabah Ebola spesies Bundibugyo masih memasuki fase ekspansi yang mengkhawatirkan. Pemerintah mengonfirmasi 1.561 kasus penularan hingga hari Selasa kemarin. Wabah ganas ini juga telah merenggut nyawa 506 warga Kongo. Spesies langka ini belum memiliki obat atau metode penyembuhan medis yang terbukti.

Mobilitas Warga Tambang Mempercepat Penyebaran

Ancia menyebut mobilitas warga mempercepat penyebaran virus ke wilayah-wilayah baru. Para pekerja tambang di Mongbwalu sering menolak menjalani perawatan medis setempat. Mereka memilih pulang ke kampung halaman masing-masing saat mulai jatuh sakit. Tindakan ini memicu penularan virus baru kepada anggota keluarga dekat mereka. Banyak pasien akhirnya meninggal dunia karena terlambat mendapatkan penanganan medis darurat. Tim penyelamat kini membangun pos pemeriksaan jalan raya guna menahan pergerakan warga.

Kapasitas Rumah Sakit Nyaris Penuh dan Minim APD

Kondisi fasilitas kesehatan di provinsi Ituri kini sangat memprihatinkan. Pusat perawatan Ebola menampung pasien hingga menyentuh kapasitas 90 persen. Selain itu, para petugas medis juga kekurangan alat pelindung diri. Mereka bekerja tanpa sepatu bot, sarung tangan, dan baju pelindung tahan air. Padahal, kontak langsung dengan cairan tubuh pasien menularkan virus mematikan ini secara cepat. Banyak petugas medis tertular virus sebelum pemerintah mengumumkan wabah pada pertengahan Mei.

Baca Juga :  Trump Undang Putin ke KTT G20 Miami guna Akhiri Isolasi Rusia

Aksi Mogok Kerja Hambat Penanganan di Kamp Pengungsi

Krisis finansial turut memperburuk penanganan wabah di wilayah konflik tersebut. Petugas kesehatan sempat menggelar mogok kerja demi menuntut pembayaran gaji mereka. Sebagian besar petugas akhirnya kembali bekerja sejak hari Senin kemarin. Namun, beberapa kelompok penanganan masih melanjutkan aksi mogok kerja tersebut. Kelompok yang mogok ini sebenarnya memegang peran penting dalam mengendalikan penularan virus di kamp pengungsian.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anthropic Raih Skor Tertinggi di Tengah Ancaman Eksistensial
Gempuran Drone Ukraina Paksa Kilang Minyak Rusia Setop
Nigel Farage Mundur dari Parlemen Inggris
AS Gempur Sasaran Militer Iran Pasca-Serangan Kapal Tanker
Trump Tuntut Kendali Greenland dan Cabut Sanksi Turki
Korban Gempa Venezuela Bertahan Hidup di Bawah Reruntuhan
Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik
Kapal Selam Nuklir China Uji Coba Rudal ke Pasifik

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:48 WIB

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:30 WIB

Anthropic Raih Skor Tertinggi di Tengah Ancaman Eksistensial

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:04 WIB

Gempuran Drone Ukraina Paksa Kilang Minyak Rusia Setop

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:56 WIB

Nigel Farage Mundur dari Parlemen Inggris

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:38 WIB

AS Gempur Sasaran Militer Iran Pasca-Serangan Kapal Tanker

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB

Laporan evaluasi keamanan kecerdasan buatan. Anthropic memimpin peringkat keamanan AI global, namun seluruh industri gagal membendung ancaman eksistensial manusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Anthropic Raih Skor Tertinggi di Tengah Ancaman Eksistensial

Rabu, 8 Jul 2026 - 17:30 WIB

Ledakan industri kecerdasan buatan. Samsung Electronics memproyeksikan lonjakan laba operasional hingga 19 kali lipat pada kuartal kedua tahun ini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Raksasa Chip Samsung Cetak Rekor, Laba Melonjak

Rabu, 8 Jul 2026 - 15:28 WIB