JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Perburuan jaringan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mulai membuahkan hasil.
Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial K yang masuk dalam 18 target operasi pemberantasan narkotika di kawasan tersebut.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengungkapkan, hasil tes urine K menunjukkan positif mengandung etomidate.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, polisi tidak menemukan barang bukti narkotika saat menangkap pria tersebut.
“Ada bandar ya. Ada satu terduga bandar yang kita amankan, ya inisialnya K. Dia positif etomidate di urinenya,” kata Bismo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (3/11/2026).
Bismo menjelaskan, petugas telah memetakan sejumlah sasaran sebelum melakukan penindakan. K termasuk dalam 18 target yang langsung disergap saat tim bergerak masuk ke kawasan Kampung Bahari menggunakan kereta.
“Sudah, sudah kita petakan. Itu kan masuk di 18 target yang kita langsung merangsek ketika kita turun dari kereta itu,” ujarnya.
Meski telah menangkap K, penyidik masih mendalami dugaan keterlibatannya dalam jaringan peredaran narkoba. Terlebih, polisi tidak menemukan barang bukti narkotika secara langsung dari tangan pria tersebut.
Polda Metro Koordinasi dengan BNN dan Bareskrim
Untuk memperkuat penanganan perkara, Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bareskrim Polri.
Langkah ini dilakukan guna mendalami dugaan tindak pidana dan menentukan penerapan pasal terhadap K.
Bismo menegaskan, polisi juga terus memburu bandar lain yang diduga mengendalikan peredaran narkoba di Kampung Bahari.
“Intinya itu. Ya kita akan gunakan segala macam cara, taktik dan teknik supaya bandar itu tertangkap,” tegasnya.
1.800 Personel Kepung Kampung Bahari
Penangkapan K menyusul operasi gabungan berskala besar yang berlangsung pada Minggu (1/11/2026).
Saat itu, sekitar 1.800 personel dari Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, BNN, Brimob, dan jajaran terkait mengepung Kampung Bahari serta kawasan sekitarnya.
Petugas menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi transaksi dan penyalahgunaan narkoba.
Sebagian personel bahkan menggunakan KRL Commuter Line untuk menjangkau kawasan sasaran dan melakukan penyergapan dari berbagai arah.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan puluhan orang serta menyita sejumlah barang bukti, antara lain sabu, ganja, ekstasi, alat isap, senjata tajam, dan peralatan yang diduga berkaitan dengan produksi narkotika.
Petugas juga menemukan cartridge yang diduga mengandung etomidate.
Operasi ini menjadi bagian dari upaya aparat memutus mata rantai peredaran narkoba di Kampung Bahari. Polisi memastikan penindakan dan pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga mengendalikan jaringan tersebut masih berlanjut.
Di sisi lain, penyidik tetap harus menguatkan bukti untuk membuktikan dugaan peran K dalam jaringan peredaran narkotika.
Hasil tes urine positif etomidate menunjukkan adanya indikasi konsumsi zat tersebut, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan seseorang sebagai bandar narkoba. **
Editor : Hadwan













