BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Tiongkok menyerukan kepada seluruh pihak yang bertikai di Timur Tengah untuk segera menghentikan permusuhan. Menteri Luar Negeri Wang Yi menekankan pentingnya memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk memulai dialog perdamaian pada hari Selasa.
Dalam konteks ini, pernyataan tersebut muncul dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi. Wang menegaskan kembali posisi prinsipil Beijing bahwa setiap isu panas harus diselesaikan melalui meja perundingan, bukan melalui kekerasan fisik.
Tiongkok: “Lebih Baik Berbicara daripada Berperang”
Wang Yi menyatakan bahwa mengedepankan jalur diplomasi adalah langkah terbaik bagi kepentingan rakyat Iran dan masyarakat internasional secara luas. Oleh karena itu, Tiongkok berkomitmen untuk tetap menjaga posisi yang objektif dan tidak memihak dalam konflik ini.
Selain itu, Beijing secara tegas menentang setiap pelanggaran kedaulatan yang terjadi di kawasan tersebut. “Berbicara selalu lebih baik daripada berperang,” ujar Wang sebagaimana dikutip dari laporan resmi pemerintah. Sebagai hasilnya, Tiongkok akan terus memainkan peran konstruktif guna mempromosikan stabilitas keamanan regional di tahun 2026.
Iran Tuntut Gencatan Senjata Permanen
Menteri Luar Negeri Araghchi memberikan apresiasi yang tinggi atas bantuan kemanusiaan darurat yang Tiongkok berikan kepada Iran. Meskipun demikian, Araghchi menegaskan bahwa Iran memiliki visi yang sangat spesifik mengenai pengakhiran konflik. Iran berkomitmen untuk mencapai gencatan senjata yang komprehensif, bukan sekadar gencatan senjata sementara.
Lebih lanjut, ia mengeklaim bahwa rakyat Iran kini semakin bersatu dalam menjaga kedaulatan dan kemandirian nasional mereka. Akibatnya, segala bentuk tekanan militer asing justru memperkuat solidaritas domestik di Teheran. Iran berharap Tiongkok dapat menekan pihak-pihak terkait agar segera menempuh langkah de-eskalasi yang nyata.
Status Selat Hormuz dan Keselamatan Pelayaran
Terkait isu sensitif Selat Hormuz, Araghchi memberikan klarifikasi penting bagi pasar energi global. Dalam hal ini, ia menyatakan bahwa jalur pelayaran vital tersebut tetap terbuka bagi navigasi umum. Kapal-kapal dagang dapat melintas dengan aman selama mengikuti prosedur koordinasi keamanan yang berlaku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, Araghchi memberikan pengecualian yang tegas bagi negara-negara yang berafiliasi dengan musuh Iran. Negara-negara yang sedang dalam status berperang dengan Iran tidak akan mendapatkan izin lintasan tersebut. Oleh sebab itu, kedaulatan maritim tetap menjadi instrumen utama bagi Iran untuk merespon agresi militer dari blok Amerika Serikat dan Israel.
Menanti Langkah Konstruktif Beijing
Dunia kini menaruh harapan besar pada inisiatif diplomatik Tiongkok sebagai kekuatan penyeimbang di Timur Tengah. Pada akhirnya, keberhasilan mediasi ini akan sangat bergantung pada kesediaan semua pihak untuk duduk bersama tanpa prasyarat yang memberatkan. Dengan demikian, pergerakan diplomatik Wang Yi pekan ini menjadi indikator penting bagi masa depan perdamaian dunia di tengah berkecamuknya perang energi tahun 2026.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia



















