Wang Yi dan Anita Anand Resmikan Era Baru Kemitraan Strategis

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergi diplomatik di Asia. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi guna membuka kembali Selat Hormuz, mempertegas aliansi strategis kedua negara di tengah peringatan 75 tahun hubungan bilateral. Dok: Istimewa.

Sinergi diplomatik di Asia. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi guna membuka kembali Selat Hormuz, mempertegas aliansi strategis kedua negara di tengah peringatan 75 tahun hubungan bilateral. Dok: Istimewa.

MUNICH, POSNEWS.CO.ID – Tiongkok dan Kanada secara resmi mengumumkan dimulainya babak baru dalam hubungan diplomatik mereka. Kesepakatan ini tercapai setelah Menteri Luar Negeri Wang Yi mengadakan pertemuan produktif dengan Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, di Munich pada hari Sabtu.

Kedua diplomat senior tersebut membahas langkah-langkah strategis untuk menindaklanjuti hasil kunjungan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, ke Tiongkok baru-baru ini. Pertemuan di Munich ini mempertegas bahwa kedua negara kini bergerak menuju jalur pembangunan yang lebih sehat, stabil, dan berkelanjutan.

Adopsi Kebijakan Baru Kanada

Wang Yi memberikan apresiasi tinggi terhadap perubahan sikap politik Ottawa. Menurutnya, kunjungan PM Mark Carney ke Beijing telah membuahkan hasil yang sangat nyata. Bahkan, ia menilai hal tersebut membuktikan bahwa pemerintahan baru Kanada telah mengadopsi kebijakan baru yang lebih terbuka terhadap Tiongkok.

“Langkah ini melayani kepentingan bersama kedua negara dan merupakan pilihan yang sepenuhnya benar,” ujar Wang Yi. Ia menekankan bahwa Tiongkok siap bekerja sama dengan Kanada untuk mengimplementasikan konsensus yang telah para pemimpin kedua negara capai. Tujuannya adalah untuk menghilangkan gangguan diplomatik dan segera memulihkan kerja sama di berbagai bidang.

Kemitraan Strategis Tipe Baru

Poin utama dari pertemuan ini adalah kesepakatan untuk membangun “kemitraan strategis tipe baru”. Kerangka kerja ini akan menjadi panduan utama bagi perkembangan hubungan bilateral ke depan. Oleh karena itu, kedua belah pihak berkomitmen untuk mengoptimalkan saluran komunikasi guna mendukung interaksi tingkat tinggi yang lebih intensif.

Wang Yi juga menegaskan kesiapan Beijing untuk memperluas daftar kerja sama yang saling menguntungkan. Tiongkok berharap kemitraan ini mampu memberikan sinyal positif bagi stabilitas di kawasan Pasifik Utara dan dunia internasional secara umum.

Baca Juga :  Polisi Tangkap RS, Otak Teknologi Kasus Penculikan dan Pembunuhan KCP Bank BRI di Semarang

Apresiasi Kebijakan Bebas Visa

Menteri Luar Negeri Anita Anand menyambut baik perkembangan positif ini. Ia menyebut kunjungan PM Carney ke Tiongkok sebagai sebuah kesuksesan besar yang telah mengantarkan hubungan kedua negara ke era baru yang lebih konstruktif.

Anand secara khusus menyampaikan terima kasih atas keputusan pemerintah Tiongkok yang memberikan fasilitas bebas visa masuk bagi warga negara Kanada. Alhasil, ia berharap kebijakan ini dapat meningkatkan pertukaran antarmasyarakat (people-to-people exchanges) secara signifikan. “Kami ingin memperkuat dialog dan memajukan hubungan bilateral ke arah yang positif dan stabil,” tegas Anand dalam pernyataan resminya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita
SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Berita Terbaru

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat internasional. Dok: (AP Photo/Moses Sawasawa)

KESEHATAN

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB