Banjir Grobogan 2026: 16 Desa Terendam, 3.176 KK Terdampak – Aktivitas Warga Lumpuh

Sabtu, 4 April 2026 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, permukiman warga di Grobogan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. (Posnews/Instagram)

Ilustrasi, permukiman warga di Grobogan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. (Posnews/Instagram)

GROBOKAN, POSNEWS.CO.ID – Banjir besar menerjang Grobogan dan merendam 16 desa di lima kecamatan. Dampaknya, ribuan warga terdampak dan puluhan rumah mengalami kerusakan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 3.176 kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir yang terjadi sejak Kamis (2/4/2026) malam.

Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, menjelaskan banjir dipicu curah hujan tinggi yang diperparah kiriman air dari Sungai Tuntang dan Sungai Serang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lima Kecamatan Terdampak Parah

Banjir meluas ke lima kecamatan, yakni Kedungjati, Tanggungharjo, Gubug, Tegowanu, dan Purwodadi.

Wilayah paling terdampak berada di Kecamatan Kedungjati dengan 2.102 KK terdampak. Sembilan desa terendam, antara lain Wates, Kalimaro, Jumo, hingga Kentengsari.

Baca Juga :  BPBD Peringatkan Cuaca Ekstrem 21–27 Januari, Hujan Lebat Picu Banjir - Warga Tetap Waspada

Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter.

Rumah Rusak dan Aktivitas Terganggu

Selain merendam permukiman, banjir juga merusak 11 rumah warga, terutama di Desa Ngombak dan Kedungjati.

Di Kecamatan Gubug, banjir menggenangi Desa Penadaran dan Ringinharjo dengan total 814 KK terdampak. Ketinggian air bahkan mencapai 60 cm di beberapa titik.

Sementara itu, di Kecamatan Tegowanu, sekitar 200 rumah terendam di Desa Sukorejo dan Tanggirejo. Aktivitas belajar di SD Negeri 2 Sukorejo pun sempat terganggu akibat genangan.

Di Kecamatan Tanggungharjo, luapan Sungai Kliteh merendam Desa Sugihmanik dan berdampak pada 60 keluarga.

Genangan juga sempat menghambat arus lalu lintas di jalur Gubug–Kedungjati, tepatnya di Desa Mrisi.

Baca Juga :  Prabowo: 10 Ribu Puskesmas Tak Pernah Diperbaiki 30 Tahun, Dana Sitaan Koruptor Dipakai Renovasi

Sedangkan di Kecamatan Purwodadi, air menggenangi ruas jalan Danyang–Pengkol sepanjang 100 meter dengan ketinggian 20–25 cm.

Air Mulai Surut, Warga Diminta Waspada

Meski sebagian genangan mulai surut dan warga kembali beraktivitas, BPBD mengingatkan potensi hujan masih tinggi.

Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.

Banjir di Grobogan menjadi contoh nyata bahaya banjir kiriman dari hulu sungai. Saat curah hujan tinggi, debit air meningkat dan meluap ke permukiman.

Warga di bantaran sungai diimbau:

  • Memantau tinggi muka air
  • Mengamankan barang berharga
  • Segera mengungsi jika debit air meningkat (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga
Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau
Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati
Nelayan Masuk Zona Bahaya Anak Krakatau, Polisi Perketat Patroli 3 Km
Bocah 12 Tahun Tewas Dicekik Tetangga Gara-Gara HP
Cemburu Liat Chat Berujung Maut! Mozza Dibekap 7 Menit hingga Tewas

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 20:38 WIB

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ

Minggu, 6 September 2026 - 17:13 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama

Minggu, 6 September 2026 - 16:50 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga

Minggu, 6 September 2026 - 16:39 WIB

Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 15:46 WIB

Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati

Berita Terbaru

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB

Ilustrasi, bangku sekolah kosong. (Posnews/Ist)

DAERAH

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ

Minggu, 6 Sep 2026 - 20:38 WIB