Rusia Ubah Taktik: Gempuran Siang Hari Hantam Kyiv saat Zelenskyy Tawarkan Gencatan Senjata Paskah

Sabtu, 4 April 2026 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lompatan jarak serang terjauh. Pasukan Ukraina meluncurkan pesawat tanpa awak yang sukses menghantam kilang minyak utama Siberia di Tyumen. Dok: Istimewa.

Lompatan jarak serang terjauh. Pasukan Ukraina meluncurkan pesawat tanpa awak yang sukses menghantam kilang minyak utama Siberia di Tyumen. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Rusia meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang mematikan ke wilayah Kyiv dan sekitarnya pada hari Jumat. Serangan terkoordinasi ini menandai perubahan taktik militer Moskow yang mulai mengincar pusat pemukiman pada jam-jam sibuk.

Dalam konteks ini, otoritas lokal melaporkan setidaknya delapan warga sipil tewas di berbagai wilayah. Wilayah Kyiv kembali menjadi pusat gempuran yang menyasar kota-kota satelit seperti Bucha, Fastiv, dan Obukhiv. Ironisnya, warga Bucha baru saja memperingati empat tahun tragedi kemanusiaan yang terjadi di kota tersebut.

Pergeseran Taktik: Target Sipil dan Infrastruktur Air

Pejabat keamanan Ukraina menekankan bahwa Rusia secara sengaja beralih dari serangan malam ke serangan siang hari. Tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah korban di kalangan warga sipil yang sedang beraktivitas di hari kerja. “Hampir setengah ribu drone dan rudal jelajah menyerang Ukraina semalam dan pagi ini,” ujar Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha.

Lebih lanjut, intelijen menunjukkan bahwa target Rusia akan meluas melampaui sektor energi. Presiden Zelenskyy memperingatkan bahwa Moskow mulai membidik sistem pasokan air dan jaringan logistik kereta api. Oleh karena itu, militer Ukraina kini memperketat penjagaan di sekitar objek vital nasional guna mengantisipasi kelumpuhan distribusi logistik dalam beberapa pekan mendatang.

Stabilitas Medan Tempur dan Laporan MI6

Meskipun demikian, Zelenskyy memberikan kabar optimis mengenai kondisi di garis depan. Ia mengeklaim telah menerima penilaian terbaru dari badan intelijen Inggris, MI6. Menurut laporan tersebut, situasi militer Ukraina saat ini merupakan yang paling menguntungkan dalam sepuluh bulan terakhir.

“Pasukan kami berhasil mengganggu serangan Rusia dan merebut kembali beberapa posisi penting,” tegas Zelenskyy. Keberhasilan ini memberikan posisi tawar yang lebih kuat bagi Kyiv dalam pembicaraan diplomatik. Bahkan, Ukraina telah mengundang tim negosiator Amerika Serikat ke Kyiv guna memfinalisasi dokumen jaminan keamanan jangka panjang.

Tawaran Damai Paskah di Tengah Hujan Peluru

Terkait perayaan Paskah Ortodoks pada 12 April, Zelenskyy memberikan sinyal kesiapan untuk gencatan senjata. Usulan tersebut telah disampaikan kepada pihak Moskow melalui saluran komunikasi Amerika Serikat. Namun, Kremlin melalui juru bicara Dmitry Peskov menyatakan lebih memilih penyelesaian damai yang permanen daripada jeda sementara.

Baca Juga :  6 Warga Meninggal dan Puluhan Rumah Hancur di Chupaca

Di sisi lain, militer Ukraina membuktikan kemampuannya untuk menyerang balik jauh ke dalam wilayah Rusia. Sebuah drone Ukraina berhasil menghantam pabrik bahan peledak di wilayah Leningrad, lebih dari 1.100 kilometer dari perbatasan. Selain itu, serangan drone lainnya melukai dua belas orang di wilayah Belgorod. Eskalasi lintas batas ini menunjukkan bahwa perang di tahun 2026 kian meluas dan tidak dapat diprediksi.

Menanti Kepastian Diplomasi

Masa depan konflik ini kini bergantung pada respon Moskow terhadap tawaran gencatan senjata Paskah. Pada akhirnya, kedaulatan wilayah Ukraina tetap menjadi harga mati bagi Presiden Zelenskyy di meja perundingan.

Dengan demikian, masyarakat internasional memantau apakah kunjungan utusan Washington ke Kyiv mampu merumuskan peta jalan perdamaian yang adil. Tanpa adanya jaminan keamanan yang nyata, jeda pertempuran sesaat hanya akan dipandang sebagai strategi militer untuk menyusun ulang kekuatan tempur di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

Capcom matikan server Street Fighter V dan hentikan penjualan di PS Store dan Steam akibat masalah keamanan PHP. Simak ulasan perbaikan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Capcom Matikan Server dan Hentikan Penjualan Street Fighter V

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:41 WIB

Raffi Ahmad dan Willie Salim menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

JABODETABEK

Mahasiswa Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda? Ini Faktanya

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:10 WIB

Epic Games berencana ubah EULA Unreal Engine agar karya game dapat melatih AI. Simak penjelasan Tim Sweeney. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Epic Games Siapkan Perubahan EULA Unreal Engine

Sabtu, 31 Okt 2026 - 12:35 WIB