Dua Polisi Yanma Mabes Polri Dipecat, Terseret Pengeroyokan Matel Tewas di Kalibata

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabag Penum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago. (Posnews/Ist)

Kabag Penum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sidang Komisi Kode Etik dan Profesi (KKEP) Polri memecat dua anggota Yanma Mabes Polri dengan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Keduanya terseret kasus pengeroyokan dua mata elang, MET (41) dan NAT (32), hingga tewas di Kalibata, Jakarta Selatan.

Selanjutnya, Divisi Humas Polri menegaskan majelis etik menjatuhkan sanksi terberat karena pelanggaran dinilai fatal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sidang KKEP menjatuhkan sanksi administratif berupa PTDH dari keanggotaan Polri,” ujar Kabag Penum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago, Rabu (17/12/2025).

Polri mengungkap dua polisi yang dipecat, yakni Brigadir IAM dan Bripda AMZ. Sementara itu, empat polisi lain—Bripda MIAB, Bripda ZGW, Bripda BN, dan Bripda JLA—lolos dari PTDH dan hanya kena demosi lima tahun.

Baca Juga :  Cara Daftar Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Merdeka, Ini Syaratnya

Namun demikian, kedua polisi yang dipecat tidak terima. Keduanya mengajukan banding atas putusan majelis etik.

“Kedua pelanggar menyatakan banding,” tegas Erdi.

Kronologi Pengeroyokan

Sebelumnya, polisi mengungkap kronologi pengeroyokan maut di depan TMP Kalibata. Dalam kasus ini, enam anggota Polri dari Yanma Mabes Polri diduga terlibat.

Peristiwa berdarah itu terjadi Kamis, 11 Desember 2025. Polisi menerima laporan melalui Hotline 110 sekitar sore hari.

Menurut Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, laporan masuk pukul 15.45 WIB. Polisi menerima aduan adanya penganiayaan dua pria di area parkir TMP Kalibata.

Tak lama berselang, 15 menit kemudian, personel Polsek Pancoran tiba di lokasi. Satu korban tewas di tempat, sementara korban lain kritis.

Baca Juga :  Polri Nonaktifkan Sementara Kapolresta Sleman Usai Audit Khusus ADTT

Namun, korban kedua akhirnya meninggal dunia di RS Budi Asih, Cawang, Jakarta Timur.

Polisi memastikan korban tewas di lokasi adalah MET (41), warga Jakarta Pusat. Sementara korban kedua NAT (32), warga Kota Bekasi, mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.

“Sekitar pukul 16.00 WIB, petugas menemukan kedua korban,” kata Trunoyudo.

Pasca kejadian, situasi TMP Kalibata memanas. Sekelompok massa mengamuk, membakar kios, lapak, dan kendaraan warga.

Insiden susulan itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya pukul 20.11 WIB. Polisi memastikan pembakaran fasilitas warga terjadi di sekitar lokasi.

Akibat kerusuhan tersebut, empat mobil rusak, yakni taksi B 2317 SDX, Toyota Kijang Krista B 8339 GF, Toyota Avanza B 1196 RZU, dan Suzuki Ertiga B 1714 R. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Kali Tak Hadir, Nusron Wahid Segera Dipanggil Lagi oleh KPK
Diburu Polisi, Terduga Bandar Narkoba Kampung Bahari Ditangkap
Hampir Lima Tahun Menanti, 7.871 Korban NET89 Berharap Uang Kembali
264 Perwira Polri Dirotasi, Jabatan Wakapolda hingga Kapolres Berubah
Dikabarkan 7 Jenderal Diperiksa di Mabes Polri, Dugaan Informasi Penyadapan
Uang Palsu Rp20 Juta Diduga Dipakai Beli Etomidate, Satu Pria Diburu
Tak Lagi Sejalan dengan Hati Nurani, AKBP Netty Pilih Tinggalkan Polri
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta, 58 WNI Terjerat TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:22 WIB

Dua Kali Tak Hadir, Nusron Wahid Segera Dipanggil Lagi oleh KPK

Selasa, 3 November 2026 - 19:06 WIB

Diburu Polisi, Terduga Bandar Narkoba Kampung Bahari Ditangkap

Selasa, 3 November 2026 - 18:47 WIB

Hampir Lima Tahun Menanti, 7.871 Korban NET89 Berharap Uang Kembali

Selasa, 3 November 2026 - 18:10 WIB

264 Perwira Polri Dirotasi, Jabatan Wakapolda hingga Kapolres Berubah

Selasa, 3 November 2026 - 16:25 WIB

Dikabarkan 7 Jenderal Diperiksa di Mabes Polri, Dugaan Informasi Penyadapan

Berita Terbaru