Elite Pasar Modal Mundur, DPR: Ini Teladan Etik di Tengah Krisis Kepercayaan Investor

Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah memberikan pernyataan soal pengunduran diri pimpinan OJK dan BEI di tengah sorotan tata kelola pasar modal. (Posnews/Ist)

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah memberikan pernyataan soal pengunduran diri pimpinan OJK dan BEI di tengah sorotan tata kelola pasar modal. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah angkat topi atas langkah mundur jajaran elite pasar modal.

Ketua OJK Mahendra Siregar, Kepala Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi, hingga Dirut BEI Iman Rachman memilih turun jabatan di tengah badai kepercayaan investor.

Said menilai, pengunduran diri para petinggi ini sebagai bentuk tanggung jawab moral yang jarang terjadi di negeri ini.

“Kami apresiasi. Ini teladan. Jarang ada pejabat yang berani mundur demi etika,” kata Said.

Menurutnya, langkah tegas tersebut memberi sinyal positif bagi publik dan investor bahwa integritas di tubuh regulator dan pengelola bursa belum mati.

Baca Juga :  Tragedi Kalibata Tewaskan 2 Penagih, Kuasa Hukum Surati Presiden dan DPR Minta Turun Tangan

Namun, Said mengingatkan, mundurnya pejabat saja tidak cukup untuk memulihkan kepercayaan pasar. OJK wajib berbenah total, terutama soal aturan free float saham yang selama ini rawan disalahgunakan.

Ia mengungkapkan, Komisi XI DPR sudah mengingatkan OJK dan BEI dalam rapat kerja 3 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masalah free float harus dibenahi. Ini kunci mencegah permainan harga saham,” tegasnya.

DPR mendorong free float diperketat untuk meningkatkan likuiditas, menekan saham gorengan, dan memperkuat transparansi pasar modal.

Baca Juga :  PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR RI Imbas Gejolak Unjuk Rasa

Dalam aturan baru, saham free float saat IPO hanya dihitung dari saham yang dilepas ke publik, bukan pemegang lama. Emiten juga wajib menjaga free float minimal satu tahun sejak melantai di bursa.

Sementara itu, kewajiban free float berkelanjutan diusulkan naik dari 7,5 persen menjadi 10–15 persen, disesuaikan dengan kapitalisasi pasar.

“Ini akan kami awasi ketat. Pasar modal harus bersih dan adil,” ujar Said.

Ke depan, DPR juga akan membahas pengisian kursi pimpinan OJK yang kosong sesuai UU OJK, demi menjaga stabilitas pasar dan melindungi investor ritel. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemukim Israel Bakar Desa-Desa Palestina di Tengah Eskalasi Perang Regional
Operasi Ketupat 2026 Hari ke-11: 251 Kecelakaan, 17 Tewas – Arus Balik Mulai Meningkat
Bom Waktu 48 Jam: Trump Ancam Ratakan Listrik Iran, Teheran Targetkan Fasilitas Air Teluk
Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026
Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem
Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari
Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026
Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 20:36 WIB

Pemukim Israel Bakar Desa-Desa Palestina di Tengah Eskalasi Perang Regional

Senin, 23 Maret 2026 - 19:10 WIB

Operasi Ketupat 2026 Hari ke-11: 251 Kecelakaan, 17 Tewas – Arus Balik Mulai Meningkat

Senin, 23 Maret 2026 - 18:30 WIB

Bom Waktu 48 Jam: Trump Ancam Ratakan Listrik Iran, Teheran Targetkan Fasilitas Air Teluk

Senin, 23 Maret 2026 - 17:14 WIB

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 16:57 WIB

Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem

Berita Terbaru

Ilustrasi, Perebutan garis depan terakhir. Mencairnya es di Kutub Utara membuka jalur perdagangan baru dan akses energi yang memicu persaingan militer antara Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Mar 2026 - 17:14 WIB