Gadis Bekasi Diduga Korban Begal Aplikasi Kencan: Dibonceng, Ditipu, Motor Dirampas

Rabu, 5 November 2025 - 22:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Begal. (@foto Int)

Ilustrasi, Begal. (@foto Int)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID — Banyaknya kejahatan lewat dunia maya membuat masyarakat harus mawas diri saat berkomunikasi di sosial media (sosmed) yang baru dikenal.

Apa lagi dari kenalan kemudian berlanjut janjian bertemu. Sebaiknya dihindari karena banyak bandit yang menyajikan cerita gelap.

Seorang perempuan muda di Bekasi diduga menjadi korban begal keji usai berkenalan lewat aplikasi kencan. Modusnya halus, eksekusinya sadis.

Kasus ini viral setelah video dan foto tersebar luas. Dalam rekaman, perempuan itu menangis histeris di hadapan warga di kawasan Pondok Pekayon Indah, Bekasi Selatan, Selasa (4/11/2025) malam.

Di foto lain, korban tampak tergeletak di dalam mobil dengan tatapan kosong — seolah syok berat dan tidak percaya motor kesayangannya melayang begitu saja.

Baca Juga :  Transjakarta Perluas Layanan, Tiga Halte Baru di Rute Harapan Indah–Pulo Gadung

Modus Sadis Pelaku

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari narasi unggahan warganet, perempuan itu berasal dari Tambun, Bekasi.

Awalnya, korban dan pelaku kenalan lewat aplikasi kencan, lanjut intens via WhatsApp. Setelah sepakat bertemu, pelaku membonceng korban dan membawa korban berkeliling jalanan.

Namun drama berubah kelam ketika pelaku membawa korban ke gang sempit dengan alasan mau mengajaknya ke rumah. Begitu korban turun… motor langsung dirampas.

Pelaku tancap gas, meninggalkan korban sendirian, bingung, ketakutan, dan tanpa kendaraan. Benar-benar modus asmara jebakan maut.

Polisi Bergerak Cepat

Menerima kabar viral ini, aparat langsung turun tangan. Unit Reskrim Polsek Bekasi Selatan menyisir lokasi dan mengecek keterangan saksi. 

Baca Juga :  Korlantas Larang Truk Sumbu Tiga Saat Nataru 2026, Kecelakaan Disebut Bisa Turun Drastis

“Saat ini Unit Reskrim sudah cek TKP dan mencari korban,” tegas Kasat Reskrim Polres Bekasi Kota AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, Rabu (5/11).

Namun ada fakta mengejutkan — belum ada laporan dari korban maupun keluarga. “Kami cek di Polsek belum ada laporan, di Polres juga belum,” tambahnya.

Kasus ini menambah daftar kejahatan bermodus aplikasi kencan.

Banyak pelaku menjaring korban perempuan dengan bujuk rayu, lalu: Dirampas motor, Disekap atau ditinggal, Bahkan ada yang dilecehkan!

Masyarakat—terutama perempuan—diminta ekstra waspada. Jangan mudah percaya kenalan online, apalagi langsung naik motor orang yang baru ditemui. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik
Prabowo Gebrak May Day 2026: RUU Ketenagakerjaan Dipercepat, Ojol Dapat Perlindungan
Indonesia Desak Transparansi Pemblokiran Akun Anak di Bawah 16 Tahun
Banjir Jakarta 1 Mei 2026: 31 RT Terendam, Air Capai 130 Cm Usai Hujan Deras
Prabowo Tiba di Monas Naik Maung, Joget Bareng Buruh di May Day 2026

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:50 WIB

Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:44 WIB

Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:38 WIB

AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:49 WIB

Prabowo Gebrak May Day 2026: RUU Ketenagakerjaan Dipercepat, Ojol Dapat Perlindungan

Berita Terbaru

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

Pusat gravitasi perdagangan dunia memanas. Amerika Serikat menuduh China melakukan intimidasi maritim di Panama, memicu perang urat saraf terkait sejarah kolonialisme dan kendali atas Terusan Panama yang strategis. Dok: AP Photo/Matias Delacroix

INTERNASIONAL

AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:38 WIB