JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas operasi pangan murah ke 197 lokasi untuk menekan harga daging sapi dan menjaga daya beli warga.
Pemprov DKI menjalankan langkah ini sebagai strategi stabilisasi harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) DKI Jakarta, Suharini Eliawati, memastikan pasokan daging sapi di Jakarta tetap aman meski harga sempat naik di pasar tradisional.
Eliawati menyampaikan pernyataan tersebut untuk merespons gejolak harga yang dirasakan konsumen.
Distribusi Pangan Murah Diperluas
Eliawati menegaskan Pemprov DKI terus memperluas distribusi pangan murah di 197 titik agar masyarakat mudah mendapatkan daging sapi dengan harga terjangkau.
Pemprov DKI meluncurkan program ini setelah aksi mogok pemotongan hewan sempat menekan harga pasar.
Eliawati menjelaskan aksi mogok pemotongan hewan memicu lonjakan harga daging sapi dalam waktu singkat. Namun, stok yang memadai membuat pasokan cepat kembali stabil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Data pangan DKI Jakarta mencatat harga daging sapi murni di pasar tradisional berkisar Rp132.500–Rp134.000 per kilogram, sesuai pemantauan Bapanas.
Harga Berbeda Sesuai Kualitas
Harga daging sapi di Jakarta bervariasi berdasarkan kualitas. Daging has dalam dijual lebih mahal, sementara daging rendah lemak dipasarkan dengan harga lebih rendah dari rata-rata pasar.
Pemprov DKI mengevaluasi sistem operasi pangan murah, terutama mekanisme distribusi dan pengaturan kuota, agar masyarakat dapat mengakses program tanpa kendala.
Eliawati menegaskan Pemprov DKI terus memperbaiki sistem agar daging sapi tetap terjangkau bagi warga berpenghasilan rendah dan kelompok rentan.
Data Bapanas mencatat harga daging sapi di Jakarta masih di atas Rp130 ribu per kilogram, bervariasi menurut pasar dan jenis potongan.(red)
Editor : Hadwan





















