Hukuman Penjara Mulai Digeser, Ini 968 Lokasi Pidana Kerja Sosial Versi Kemenimipas

Sabtu, 3 Januari 2026 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menjelaskan kesiapan 968 lokasi pidana kerja sosial sebagai implementasi KUHP Baru di Jakarta. (Posnews/Ist)

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menjelaskan kesiapan 968 lokasi pidana kerja sosial sebagai implementasi KUHP Baru di Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Era hukuman penjara mulai bergeser. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) tancap gas menyiapkan 968 lokasi pidana kerja sosial di seluruh Indonesia.

Langkah ini menjadi sinyal keras kesiapan pemerintah menerapkan KUHP Baru.

Selanjutnya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menegaskan kesiapan tersebut sebagai tindak lanjut UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pemerintah ingin hukuman tak selalu berakhir di balik jeruji besi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak main-main, Agus memastikan seluruh Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan mitra terkait. Tujuannya jelas, mendukung putusan nonpenjara berupa kerja sosial.

“Sebanyak 968 lokasi kami siapkan untuk pidana kerja sosial, mulai dari sekolah, tempat ibadah, taman kota, panti asuhan, hingga pesantren,” tegas Agus, Sabtu (3/1/2026).

Baca Juga :  Lemas Bertahan di Monumen Bundaran HI, 6 Aktivis Greenpeace Ditangani Medis

Lebih lanjut, Kemenimipas juga mengerahkan 94 Griya Abhipraya (GA) yang dikelola Bapas. Fasilitas ini akan menjadi pusat pembimbingan pelaku pidana selama menjalani kerja sosial.

Tak berhenti di situ, 1.880 mitra resmi dilibatkan. Mereka siap mendampingi pelaksanaan pidana kerja sosial sesuai asesmen Pembimbing Kemasyarakatan, putusan hakim, dan eksekusi jaksa.

Di sisi lain, Agus menyoroti persoalan klasik lapas. Ia menilai pidana kerja sosial bisa menjadi obat mujarab mengurai overkapasitas lapas dan rutan yang selama ini jadi bom waktu.

Baca Juga :  Kemendagri Minta Pemda Gerak Cepat Kendalikan Harga Pangan di Daerah

“Harapannya, warga binaan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, produktif, dan sadar kesalahan. Jika itu tercapai, residivisme bisa ditekan hingga nol,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Kemenimipas telah mengirim surat resmi ke Mahkamah Agung sejak 26 November 2025. Surat itu memuat daftar lengkap lokasi pidana kerja sosial.

Sebelumnya, uji coba telah dilakukan. Sebanyak 9.531 klien mengikuti pidana kerja sosial selama periode Juli–November 2025 di bawah pengawasan 94 Bapas dan mitra pemerintah maupun nonpemerintah.

Pesannya tegas: penjara bukan satu-satunya jalan. Negara mulai mengubah wajah pemidanaan—lebih tegas, lebih manusiawi, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan
Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam
Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!
KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil
Awas Cuaca Ekstrem! Bibit Siklon 91B Ancam Sejumlah Wilayah, Cek Daerahmu
Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah
Bareskrim Bongkar Modus 20 Korporasi Pembakar Hutan, Ini Daftar Perusahaannya
Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Sendiri Cuma karena Kesal Main HP dan Ogah Jemput

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:06 WIB

KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah

Berita Terbaru