Israel Tewaskan 3 Jurnalis dan 2 Bocah, Total Korban Pasca-Damai Tembus 466 Jiwa

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lebih dari 460 nyawa melayang sejak gencatan senjata dimulai. Kini, krisis meluas ke Tepi Barat di mana 25.000 warga Hebron terkurung di rumah mereka tanpa listrik dan roti. Dok: Istimewa.

Lebih dari 460 nyawa melayang sejak gencatan senjata dimulai. Kini, krisis meluas ke Tepi Barat di mana 25.000 warga Hebron terkurung di rumah mereka tanpa listrik dan roti. Dok: Istimewa.

GAZA, POSNEWS.CO.ID – Status “gencatan senjata” di Gaza kembali tercoreng oleh darah. Pihak rumah sakit di Gaza melaporkan bahwa pasukan Israel menewaskan setidaknya 11 warga Palestina dalam serangkaian insiden pada hari Rabu (22/1).

Kekerasan terbaru ini memakan korban dari kelompok yang paling rentan dan dilindungi: anak-anak dan jurnalis.

Pejabat kesehatan Palestina mengonfirmasi serangan udara Israel menghantam sebuah mobil yang membawa tiga jurnalis Palestina. Saat itu, mereka sedang dalam perjalanan untuk memfilmkan kamp pengungsian yang baru berdiri di area Netzarim, Gaza tengah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sindikat Jurnalis Palestina mengeluarkan pernyataan keras. Mereka menegaskan bahwa para reporter yang gugur tersebut “sedang menjalankan misi jurnalistik kemanusiaan untuk mendokumentasikan penderitaan warga sipil.”

Target: Mobil Jurnalis

Para korban teridentifikasi sebagai Mohammed Salah Qashta, Abdul Raouf Shaat, dan Anas Ghneim. Shaat diketahui merupakan kontributor rutin untuk Agence France-Presse (AFP), meskipun agensi tersebut menyatakan ia tidak sedang dalam penugasan resmi saat serangan terjadi.

Baca Juga :  PBB Kucurkan Dana Darurat Saat Korban Perang Iran Tembus 2.360 Jiwa

Jurnalis lokal menyebutkan bahwa pekerjaan mereka disponsori oleh Komite Bantuan Mesir (Egyptian Relief Committee). Mohammed Mansour, juru bicara komite, menegaskan fakta yang meresahkan: militer Israel sebenarnya mengenali kendaraan tersebut.

Video yang beredar daring memperlihatkan pemandangan mengerikan. Kendaraan itu hangus terbakar di tepi jalan, dengan asap yang masih mengepul dari puing-puing dan serpihan yang berserakan.

Dalih “Drone Hamas”

Militer Israel segera memberikan justifikasi. Mereka mengklaim memerintahkan serangan tersebut setelah tentara “mengidentifikasi beberapa tersangka yang mengoperasikan drone yang berafiliasi dengan Hamas” di Gaza tengah.

“Menyusul identifikasi tersebut dan karena ancaman yang ditimbulkan drone terhadap pasukan, IDF menyerang secara presisi tersangka yang mengaktifkan drone,” bunyi pernyataan militer. Israel menambahkan bahwa detail insiden masih dalam pemeriksaan.

Namun, data dari pengawas media Reporters Without Borders (RSF) melukiskan pola yang suram. Pasukan Israel telah membunuh setidaknya 29 jurnalis Palestina di Gaza antara Desember 2024 hingga Desember 2025. Sejak awal perang pada Oktober 2023, hampir 220 jurnalis telah tewas.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Siagakan 9.498 Personel Amankan Hari Tani Nasional ke-65 di DPR/MPR RI

“Dia Pergi dalam Keadaan Lapar”

Di hari yang sama, maut juga menjemput dua anak laki-laki berusia 13 tahun di lokasi berbeda.

Di tepi timur kamp pengungsi Bureij, drone Israel menghantam seorang bocah bersama ayahnya dan seorang pria berusia 22 tahun. Pejabat Rumah Sakit Syuhada al-Aqsa menerima tubuh-tubuh mereka yang tak bernyawa.

Kisah lebih memilukan datang dari kota timur Bani Suheila. Moatsem al-Sharafy (13) tewas ditembak mati oleh pasukan Israel. Kejahatannya? Mengumpulkan kayu bakar.

Safaa al-Sharafy, ibu Moatsem, memberikan kesaksian yang menyayat hati kepada Associated Press. Anaknya keluar rumah demi mencari bahan bakar agar sang ibu bisa memasak.

“Dia pergi di pagi hari, dalam keadaan lapar. Dia bilang padaku dia akan pergi cepat dan segera kembali,” ratap Safaa. Rekaman video memperlihatkan sang ayah menangis histeris di atas tubuh putranya di ranjang rumah sakit.

Otoritas kesehatan mencatat statistik kelam: pasukan Israel telah membunuh setidaknya 466 warga Palestina di Gaza sejak gencatan senjata “resmi” berlaku pada Oktober lalu.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: The Guardian

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terbaru

Valve membongkar rahasia sensor kapasitif Grip Sense pada Steam Controller. Fitur ini mengendalikan gyro, weapon wheel, dan navigasi menu tanpa tombol fisik tambahan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Valve Ungkap Fitur Tersembunyi Grip Sense di Steam

Minggu, 9 Agu 2026 - 06:00 WIB

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Respawn Hentikan Dukungan Apex Legends di Nintendo

Sabtu, 8 Agu 2026 - 17:20 WIB