JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tragedi KM Virgo Transport 8 kini memasuki babak baru. Saat tim SAR masih berjibaku mencari korban di Laut Jawa, Mabes Polri mengambil alih penanganan perkara kecelakaan kapal tersebut.
Polda Kalimantan Selatan melimpahkan kasus itu kepada Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak sebelumnya telah dilakukan Polda Kalsel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk proses perkaranya, saat ini telah dilimpahkan ke Mabes Polri melalui Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” kata Isir, Senin (28/9/2026).
Nakhoda dan ABK Diperiksa
Sebelum perkara berpindah ke Mabes Polri, penyidik Polda Kalsel telah memeriksa nakhoda, ABK yang selamat, serta pihak lain yang berkaitan dengan kecelakaan.
Hasil pemeriksaan tersebut kini menjadi bagian dari penyidikan di Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri.
“Penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara profesional dengan melibatkan dan berkoordinasi bersama stakeholder terkait,” ujar Isir.
Polri masih mengumpulkan fakta dan bukti untuk mengungkap penyebab serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kecelakaan tersebut.
69 Orang Masih Dicari
Di tengah proses hukum, operasi SAR belum berhenti. Tim gabungan masih menyisir perairan dan sejumlah wilayah pesisir untuk menemukan korban.
Hingga Senin (28/9), tim SAR telah menemukan 174 orang dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Sebanyak 108 orang ditemukan selamat dan 66 orang meninggal dunia. Sementara itu, 69 orang masih dalam pencarian.
Pada hari ke-16 operasi, tim SAR kembali menemukan lima jenazah dari dalam badan kapal. Kondisi bangkai kapal yang terbalik membuat proses evakuasi tidak mudah.
Penyelam harus menghadapi struktur kapal yang tidak stabil, kebocoran BBM, serta kondisi bawah air yang berisiko.
Karena itu, proses pencarian dan penegakan hukum berjalan beriringan. Tim SAR berfokus menemukan korban, sedangkan penyidik mendalami fakta kecelakaan.
Tim DVI Identifikasi Korban
Polri juga mengerahkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk membantu proses identifikasi korban meninggal.
Tim DVI mencocokkan data ante mortem dari keluarga dengan data post mortem korban. Cara ini penting untuk memastikan identitas korban sebelum diserahkan kepada keluarga.
“Bersama Basarnas, TNI dan seluruh stakeholder terkait, kami terus memberikan dukungan terhadap operasi SAR, evakuasi, proses identifikasi dan pelayanan kepada keluarga sesuai perkembangan di lapangan,” kata Isir.
Kasus dan Pencarian Berjalan Bersamaan
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 terjadi di perairan Laut Jawa pada 13 September 2026 saat kapal dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal membawa 243 orang berdasarkan manifes.
Kini, perhatian tertuju pada dua proses yang berjalan bersamaan. Tim SAR masih berupaya menemukan 69 korban yang belum diketahui keberadaannya.
Sementara itu, Mabes Polri mendalami seluruh fakta untuk mengungkap penyebab kecelakaan dan aspek hukum di balik tragedi tersebut. **
Editor : Hadwan













