Jaringan Pemasok Senjata ke KKB Yalimo–Yahukimo Dibongkar Polisi, 8 Orang Ditangkap

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Delapan terduga pelaku jaringan suplai senjata untuk KKB diamankan aparat Kepolisian Daerah Papua dalam operasi penegakan hukum. (Posnews/Ist)

Delapan terduga pelaku jaringan suplai senjata untuk KKB diamankan aparat Kepolisian Daerah Papua dalam operasi penegakan hukum. (Posnews/Ist)

JAYAPURA, POSNEWS.CO.ID – Aparat gabungan dari Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 dan Polda Papua membongkar jaringan gelap senjata api yang diduga akan dipasok kepada kelompok bersenjata di wilayah pegunungan Papua.

Aparat menggelar operasi penegakan hukum pada Kamis (12/3/2026) di Jayapura dan Kabupaten Jayapura, lalu menangkap delapan orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Pengungkapan kasus ini langsung mengguncang situasi keamanan Papua. Polisi menyita sejumlah barang bukti berbahaya berupa senjata api rakitan, ratusan amunisi berbagai kaliber, magazen, serta beberapa barang lain yang diduga digunakan dalam transaksi senjata ilegal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jaringan Senjata untuk KKB Dibongkar

Aparat sebelumnya menyoroti maraknya peredaran senjata api ilegal yang diduga disalurkan kepada kelompok bersenjata di wilayah Yalimo dan Yahukimo.

Setelah melakukan pengintaian intensif, aparat akhirnya menggerebek jaringan tersebut dan mengamankan para pelaku.

Dari delapan orang yang diamankan, penyidik menetapkan lima orang sebagai tersangka setelah menggelar perkara pada 13 Maret 2026.

Kelima tersangka itu masing-masing berinisial SP (38) yang berperan mencari sekaligus membeli senjata api rakitan dan amunisi.

Selanjutnya OB (22) alias Bakuru menyuplai dana utama pembelian senjata dengan nilai sekitar Rp122 juta.

Baca Juga :  Kondisi Yalimo Papua Kondusif, Keributan Dipicu Perselisihan Antar Pelajar

Selain itu, YP (35) ikut menyumbang dana sekitar Rp13 juta untuk pembelian amunisi. Sementara MKM (39) mempertemukan pembeli dengan penjual senjata rakitan.

Adapun DK (35) berperan sebagai perantara dalam transaksi senjata api dan amunisi ilegal tersebut.

Tiga orang lainnya yang sebelumnya turut diamankan masih berstatus saksi. Penyidik masih mendalami peran mereka dalam jaringan yang diduga berkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata.

Senjata Rakitan dan Ratusan Amunisi Disita

Dalam operasi tersebut, aparat menyita sejumlah barang bukti berbahaya. Polisi mengamankan satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 298 butir amunisi berbagai kaliber, lima buah magazen, beberapa unit telepon genggam, serta tas dan dokumen identitas yang diduga berkaitan dengan aktivitas para pelaku.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa para pelaku diduga akan menyalurkan seluruh persenjataan tersebut kepada kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Pegunungan Papua untuk memperkuat kemampuan tempur mereka.

Modus: Dana Dikumpulkan, Senjata Dibeli di Kota

Penyidik mengungkap modus yang digunakan jaringan tersebut. Para pelaku mengirim orang dari wilayah pegunungan menuju Jayapura untuk mencari pemasok senjata api dan amunisi.

Setelah menemukan jaringan penjual, mereka mengumpulkan dana secara patungan dari sejumlah pihak.

Baca Juga :  Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap

Para pelaku kemudian menggunakan uang tersebut untuk membeli senjata rakitan dan amunisi yang rencananya akan dibawa kembali ke wilayah operasi kelompok bersenjata di pedalaman Papua.

Polisi Kejar Pemasok Senjata

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa aparat terus mengembangkan kasus ini untuk membongkar jaringan yang lebih luas.

Menurutnya, aparat kini memburu pihak lain yang diduga menjadi pemasok utama senjata api ilegal yang masuk ke Papua.

“Satgas Damai Cartenz terus mengembangkan penyelidikan untuk membongkar jaringan dan menelusuri sumber senjata ilegal di Papua,” tegas Yusuf Sutejo, Sabtu (14/3/2026).

Sementara itu, Kepala Operasi Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam perdagangan senjata ilegal.

Wakil Kepala Operasi Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, mengajak warga melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran senjata ilegal.

Tim Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 masih memburu satu orang yang diduga pemasok utama senjata dalam jaringan tersebut.

Sementara itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia memastikan akan memperluas operasi untuk memutus suplai senjata bagi kelompok bersenjata di Papua. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah
Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga
Aksi Pencuri Berubah Maut, IRT di Lampung Selatan Ditusuk Saat Tidur Bersama Anak
Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol
Polisi Bongkar Gudang Obat Keras di Tanah Abang, Tangkap 5 Orang
Sopir Kontainer Diduga Mabuk Tabrak 2 Mobil dan Motor di Plumpang
Satpam Curi 1.700 Ompreng MBG untuk Beli Sabu
Wanita Tewas Bersimbah Darah di Kamar Kos Grogol, Ada Luka di Kepala

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WIB

Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:44 WIB

Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:56 WIB

Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:35 WIB

Polisi Bongkar Gudang Obat Keras di Tanah Abang, Tangkap 5 Orang

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:38 WIB

Sopir Kontainer Diduga Mabuk Tabrak 2 Mobil dan Motor di Plumpang

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB