Jual Mesiu Lewat Medsos, Dua Pemuda Surabaya Diciduk Densus 88

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Densus 88 menunjukkan barang bukti bubuk petasan dan handphone usai menangkap dua pemuda di Surabaya terkait penjualan mesiu ilegal. (Posnews/Ist)

Petugas Densus 88 menunjukkan barang bukti bubuk petasan dan handphone usai menangkap dua pemuda di Surabaya terkait penjualan mesiu ilegal. (Posnews/Ist)

SURABAYA, POSNEWS.CO.ID – Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri bergerak cepat dan menangkap dua pemuda yang menjual bubuk petasan atau mesiu ilegal di Surabaya.

Penangkapan berlangsung di Jalan Raya Menanggal, Kecamatan Gayungan, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 00.30 WIB, setelah aparat menerima laporan masyarakat terkait transaksi mencurigakan bahan peledak.

Juru Bicara Densus 88, Kombes Pol Mayndra Wardhana, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, tim melakukan penyelidikan mendalam hingga akhirnya mengamankan dua tersangka berinisial MAJ (28) dan BAW (18).

Baca Juga :  PSK di Bandar Lampung Ditusuk Tamu Usai Tagih Uang Kencan, Pelaku Kabur Naik Motor

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, MAJ membeli bahan kimia melalui marketplace dan toko pupuk. Kemudian, ia meracik bahan tersebut menjadi bubuk mesiu di rumahnya.

Tidak berhenti di situ, MAJ juga menawarkan barang berbahaya tersebut melalui grup WhatsApp bernama “HURU HARA”.

Sementara itu, BAW bertugas memasarkan dan menjual bubuk petasan lewat Facebook menggunakan akun “BAHAR AGUNG”. Keduanya mengaku menjalankan bisnis ilegal tersebut demi meraup keuntungan pribadi.

“Motifnya murni ekonomi untuk mendapatkan keuntungan,” tegas Mayndra, Selasa (3/3/2026).

Selain menangkap pelaku, aparat juga menyita satu kilogram bubuk petasan siap edar, dua unit handphone, satu unit Honda Vario nopol W 3850 UQ, serta uang tunai Rp210 ribu yang diduga hasil transaksi.

Baca Juga :  Bareskrim Tangkap Kurir Vape Narkoba di Tangerang, Bandar Besar Masuk DPO

Kini, kedua tersangka menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik menjerat mereka dengan Pasal 306 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.

Dengan pengungkapan ini, Densus 88 menegaskan komitmennya untuk menindak tegas peredaran bahan peledak ilegal, terutama yang dipasarkan melalui media sosial dan platform digital.

Aparat juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan dan ketertiban. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Polisi Diamankan di Kelab Malam Batam, Etomidate Jadi Barang Bukti
Hasil Autopsi Mayat Wanita Terikat di Parit Bandar Lampung Ungkap Fakta Ini
Ngeri! Tepergok Curi HP, Maling di Salatiga Tewas Diamuk Warga Usai Duel Maut
Banjir 50 Cm Lumpuhkan Jalan Raya Cibaduyut, Puluhan Kendaraan Mogok Disapu Air
Bareskrim Bongkar Modus 20 Korporasi Pembakar Hutan, Ini Daftar Perusahaannya
Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Sendiri Cuma karena Kesal Main HP dan Ogah Jemput
1.257 Bal Pakaian Bekas Ditemukan di Subang, Bareskrim Telusuri Jaringan Impor
Bukan Sampaikan Aspirasi, 19 Pendemo Ini Malah Bawa Sajam & Alat Vandalisme

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Empat Polisi Diamankan di Kelab Malam Batam, Etomidate Jadi Barang Bukti

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Hasil Autopsi Mayat Wanita Terikat di Parit Bandar Lampung Ungkap Fakta Ini

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Ngeri! Tepergok Curi HP, Maling di Salatiga Tewas Diamuk Warga Usai Duel Maut

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Banjir 50 Cm Lumpuhkan Jalan Raya Cibaduyut, Puluhan Kendaraan Mogok Disapu Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Bareskrim Bongkar Modus 20 Korporasi Pembakar Hutan, Ini Daftar Perusahaannya

Berita Terbaru

Sanrio minta maaf dan batalkan kolaborasi Hello Kitty dengan drama VIVANT usai dituduh anti-Tiongkok. Simak ulasan konflik budaya. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Sanrio Minta Maaf dan Batalkan Kolaborasi Hello Kitty

Sabtu, 31 Okt 2026 - 06:37 WIB