Polisi Tangkap Pendiri Ponpes Pati Tersangka Pelecehan Santriwati di Wonogiri

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengamankan pendiri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ndolo Kusumo di Pati terkait kasus dugaan pelecehan santriwati. (Posnews/Ist)

Polisi mengamankan pendiri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ndolo Kusumo di Pati terkait kasus dugaan pelecehan santriwati. (Posnews/Ist)

PATI, POSNEWS.CO.ID – Pelarian pendiri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndolo Kusumo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, akhirnya berakhir.

Polisi menangkap pria berinisial AS, yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwati.

Kapolresta Pati Kombes Jaka Wahyudi membenarkan penangkapan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Benar, sudah ditangkap,” kata Kombes Jaka, Kamis (7/5/2026).

Ditangkap Saat Bersembunyi di Wonogiri

Berdasarkan informasi yang dihimpun, polisi menangkap AS saat bersembunyi di wilayah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, pada Kamis dini hari.

Hingga kini, polisi masih mendalami kronologi penangkapan serta motif pelarian tersangka.

Penyidik juga masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka setelah berhasil membawanya ke Pati.

Baca Juga :  Viral Penculikan di Cakung, Korban Disekap di Showroom dan Dikeroyok, 2 Pelaku Dibekuk

Kasus ini menyita perhatian publik setelah AS diduga melakukan kekerasan seksual terhadap puluhan santriwati di ponpes yang ia dirikan pada tahun 2021 di Kecamatan Tlogowungu, Pati.

Data sementara menunjukkan pesantren tersebut memiliki 252 santri, termasuk 112 santriwati.

Kasus ini mulai terungkap setelah salah satu korban yang telah lulus akhirnya memberanikan diri melapor.

Korban melaporkan dugaan tindakan asusila itu ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati pada September 2024.

Setelah itu, korban juga melaporkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum.

Sempat Mandek, Kini Polisi Bergerak

Meski laporan telah masuk sejak tahun lalu, proses hukum sempat berjalan lambat dan menuai sorotan publik.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Perintahkan Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Secara Total

Polisi baru melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin (27/4/2026).

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Hartono, mengatakan polisi memeriksa empat lokasi penting di lingkungan pesantren.

“Ada empat lokasi yang diperiksa, yakni asrama putri, ruang pembelajaran, dan dua ruang kiai,” ujarnya.

Sebelum tersangka ditangkap, sejumlah warga bersama korban sempat menggelar aksi demonstrasi di depan ponpes pada Sabtu (2/5/2026).

Mereka mendesak aparat kepolisian segera menangkap tersangka dan mengusut tuntas dugaan kekerasan seksual tersebut.

Kini, polisi memastikan proses penyidikan terus berjalan untuk mengungkap seluruh fakta dan kemungkinan adanya korban lain. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Tuding Aksi Vandalisme sebagai Penyebab
Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump
Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai
Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech
Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi
BGN Evaluasi Motor Listrik, Laptop hingga CCTV untuk Efisiensi Anggaran 2026
Patung Kuda Bakal Dipadati Massa, 50 Ribu Orang Siap Dukung Program MBG
Hendak Kabur Saat Ditangkap, Anggota KKB HSSBI Dilumpuhkan di Dekai

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:53 WIB

Donald Trump Tuding Aksi Vandalisme sebagai Penyebab

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:49 WIB

Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:44 WIB

Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:28 WIB

Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:42 WIB

Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi

Berita Terbaru

Klaim sabotase di Washington. Presiden Donald Trump menuduh perusak merusak lapisan cat baru Reflecting Pool yang kini mengelupas dan berlumut hijau. Dok: REUTERS/Christian Hartmann

INTERNASIONAL

Donald Trump Tuding Aksi Vandalisme sebagai Penyebab

Minggu, 21 Jun 2026 - 21:53 WIB

Keretakan aliansi sayap kanan. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam keras klaim sepihak Donald Trump mengenai foto bersama di KTT G7 Evian. Dok: (Ludovic MARIN/Pool Photo via AP)

INTERNASIONAL

Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump

Minggu, 21 Jun 2026 - 20:49 WIB

Terobosan di meja perundingan. Amerika Serikat dan Iran resmi mempublikasikan draf kesepakatan damai sementara guna mengakhiri perang dan memulihkan ekonomi dunia. Dok: REUTERS/Stringer

INTERNASIONAL

Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:44 WIB

Kebangkitan robotika Eropa. Berbagai startup Eropa memamerkan inovasi robot humanoid di pameran Vivatech guna mengurangi ketergantungan pada dominasi manufaktur Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:28 WIB

Dominasi mutlak Samurai Blue. Jepang mencetak sejarah baru setelah menggilas Tunisia empat-nol, membuka peluang lebar menuju babak gugur Piala Dunia. Dok: (AP Photo/Matias Delacroix)

INTERNASIONAL

Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi

Minggu, 21 Jun 2026 - 18:42 WIB