Kapolres Bima Kota Terseret Aliran Dana Narkoba, Mabes Polri Gas Pidana dan Etik

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro saat bertugas sebelum dinonaktifkan terkait dugaan aliran dana Rp1 miliar dari bandar sabu. (Posnews/Ist)

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro saat bertugas sebelum dinonaktifkan terkait dugaan aliran dana Rp1 miliar dari bandar sabu. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Mabes Polri gaspol mengusut dugaan keterlibatan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro dalam aliran duit haram Rp1 miliar dari bandar sabu.

Tak main-main, prosesnya langsung dibelah dua: jalur pidana dan jalur etik.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menegaskan, perkara ini tak akan mandek di tengah jalan.

“Etik di Propam, pidana di Direktorat Narkoba Mabes Polri,” tegasnya, Jumat (13/2/2026).

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir memastikan jabatan AKBP Didik sudah dicopot sementara.

Baca Juga :  Pasutri Pakistan Telan 159 Kapsul Sabu Seberat 1,6 Kg Diciduk - Ini Kronologisnya

Kini, perwira menengah itu tengah diperiksa Divisi Propam untuk menguliti dugaan pelanggaran kode etik dan kemungkinan pidananya.

Nama Didik mencuat setelah kasus narkoba yang lebih dulu menjerat anak buahnya, AKP Malaungi, meledak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pengembangan kasus oleh Polda NTB, Didik diduga kecipratan duit Rp1 miliar dari bandar sabu Koko Erwin—yang disebut-sebut sebagai pemasok barang ke Malaungi.

Dari penggeledahan di rumah dinas AKP Malaungi di Asrama Polres Bima Kota, penyidik menyita sabu seberat 488 gram.

Baca Juga :  Rusia Semprot Jepang: Moskow Tuntut Memorial Korban Ketimbang Yasukuni

Akibat ulahnya, Malaungi langsung dicokok, ditetapkan sebagai tersangka, dan dipecat lewat sidang etik (PTDH) pada 9 Februari 2026.

Kini bola panas bergulir ke atas. Mabes Polri memastikan bakal membongkar tuntas aliran dana dan jaringan narkoba yang bermain di balik seragam.

Penonaktifan kapolres dilakukan agar pemeriksaan tak terganggu dan bebas konflik kepentingan.

Kasus ini jadi tamparan keras bagi institusi. Publik menunggu, apakah penegakan hukum benar-benar tajam ke dalam. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penembakan Pesawat Smart Air di Korowai, Polri-TNI Buru Elkius Kobak
Dari Lumpur ke Arsitektur Ikonik: Evolusi Batu Bata
Tirai Besi Digital: Rusia Blokir WhatsApp dan Paksa Migrasi
Keluarga Korban Konfrontasi Pemilik Bar Swiss
Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Pakansari, Total 71 Rumah Warga Rusak
5 Bulan Berlalu, Laporan Penamparan Siswa SD Tunas Karya 3 Belum Ada Perkembangan
Upaya Redam Krisis Greenland dan Pertegas Peran Eropa
Eskalasi Laut China Timur: Jepang Sita Kapal Nelayan Tiongkok

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:52 WIB

Penembakan Pesawat Smart Air di Korowai, Polri-TNI Buru Elkius Kobak

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:48 WIB

Dari Lumpur ke Arsitektur Ikonik: Evolusi Batu Bata

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:45 WIB

Tirai Besi Digital: Rusia Blokir WhatsApp dan Paksa Migrasi

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:39 WIB

Keluarga Korban Konfrontasi Pemilik Bar Swiss

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:19 WIB

Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Pakansari, Total 71 Rumah Warga Rusak

Berita Terbaru

Ilustrasi, Material abadi. Sejarah panjang batu bata mengungkap transformasi teknologi konstruksi dari teknik jemur matahari kuno hingga inovasi insulasi termal modern. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Dari Lumpur ke Arsitektur Ikonik: Evolusi Batu Bata

Jumat, 13 Feb 2026 - 19:48 WIB

Kontrol total ruang siber. Moskow resmi memblokir WhatsApp dan membatasi Telegram guna memaksa warga menggunakan aplikasi domestik

INTERNASIONAL

Tirai Besi Digital: Rusia Blokir WhatsApp dan Paksa Migrasi

Jumat, 13 Feb 2026 - 18:45 WIB

Ilustrasi,Prahara di Sion. Keluarga dari 41 korban tewas, mayoritas remaja, meluapkan kemarahan kepada pemilik bar Le Constellation saat persidangan dimulai untuk mengungkap kelalaian di balik kebakaran malam tahun baru. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keluarga Korban Konfrontasi Pemilik Bar Swiss

Jumat, 13 Feb 2026 - 18:39 WIB