JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Santri tidak hanya berperan dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk merawat persatuan, menumbuhkan toleransi, dan menciptakan lingkungan yang aman.
Pesan inilah yang mengemuka dalam Apel Hari Santri Nasional ke-10 Tahun 2026 di Plaza Barat Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (22/10/2026).
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi, S.I.K., M.H., menghadiri apel tersebut bersama sekitar 100 santri, Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Setiawan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko), perwakilan Kementerian Agama, pengurus Nahdlatul Ulama (NU), serta tokoh agama dan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah, ulama, dan kalangan santri. Melalui kolaborasi tersebut, seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menjaga kerukunan sekaligus memperkuat keamanan dan ketertiban di Jakarta Utara.
Kapolres Jakut Tekankan Peran Santri dalam Menjaga Persatuan
Dalam kesempatan itu, Kombes Pol Adhe Hariadi menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda, termasuk santri, dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, persatuan tidak cukup hanya menjadi semboyan. Sebaliknya, masyarakat perlu mewujudkannya melalui sikap saling menghormati, menjaga toleransi, dan berperan aktif menciptakan kehidupan yang damai.
“Peringatan Hari Santri Nasional ini menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat persatuan, menjaga toleransi, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda,” demikian pesan Kapolres dalam kegiatan tersebut.
Ia juga mengajak para santri dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan masing-masing.
Sinergi antara ulama, pemerintah, kepolisian, dan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk menciptakan Jakarta Utara yang aman, damai, dan kondusif.
Ilmu, Akhlak, dan Kepedulian Sosial Jadi Bekal Generasi Muda
Selain menjaga persatuan, Kapolres menyoroti pentingnya membekali generasi muda dengan ilmu pengetahuan, akhlak yang baik, serta tanggung jawab sosial.
Ketiga hal tersebut menjadi bekal penting agar generasi muda mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Dengan pengetahuan yang memadai, karakter yang kuat, dan kepedulian terhadap sesama, santri dapat berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Karena itu, peringatan Hari Santri Nasional tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum ini juga mengingatkan masyarakat bahwa pendidikan, keteladanan, dan kepedulian sosial memiliki peran penting dalam membangun kehidupan yang harmonis.
Ikrar Santri hingga Pencak Silat Warnai Peringatan
Rangkaian Apel Hari Santri Nasional 2026 berlangsung melalui sejumlah kegiatan, mulai dari pembacaan ikrar santri, penyampaian amanat pembina apel, doa bersama, hingga penyerahan santunan secara simbolis.
Suasana kegiatan juga diwarnai penampilan pencak silat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama. Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara yang memadukan nilai keagamaan, kebangsaan, dan pelestarian tradisi.
Melalui peringatan ini, semangat santri diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan. Sebaliknya, nilai-nilai disiplin, persaudaraan, toleransi, dan kepedulian sosial perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, menjaga keamanan dan persatuan merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi polisi, pemerintah, ulama, santri, dan masyarakat diharapkan menjaga Jakarta Utara tetap aman, rukun, dan harmonis. **
Editor : Hadwan












